Pusing Atasi Gulma di Pekarangan, Coba Cara Ampuh Ini

Pengendalian Gulma
Pengendalian Gulma dengan Bahan Alami

Distributor Waring Ikan High Quality – Lim Corporation

Hama pengganggu seperti gulma bisa tumbuh di mana saja. Bukan hanya tumbuh di tanah, hama ini juga bisa tumbuh menyembul dari sela-sela paving. Keberadaan rumput liar ini cukup mengganggu pemandangan, apalagi jika Anda termasuk seorang yang selalu menjaga kerapian taman.

Meskipun sudah dicabut gulma bisa tumbuh lagi dengan sendirinya. Cara-cara yang akan kami bagikan di sini menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah didapat kok. Berikut beberapa cara membasmi rumput liar.

1. Bensin
Agar tak tumbuh lagi bisa memakai bahan kimia yang sangat keras, misalnya bensin. Bensin mengandung zat kimia yang bisa membasmi rumput liar dan mencegahnya tumbuh kembali. Namun, perlu Anda ingat bahwa penggunaan bensin untuk membasmi rumput liar ini dapat mencemari tanah dan tanaman lainnya, kecuali Anda tidak ingin menggunakan tanah tersebut untuk bercocok tanam lagi.

Campurkan bensin jenis apapun dengan garam, pupuk urea, dan sabun cuci (boleh sabun cair cuci piring atau deterjen). Aduk semua bahan tersebut menjadi satu, lalu campurkan dengan air secukupnya. Berikan ramuan bensin ini pada tanaman liar atau gulma dengan cara disemprot, dalam waktu semalam gulma akan mati. Larutan bensin ini bisa menjadi pengganti herbisida jika Anda kesulitan menemukan produk pembasmi gulma tersebut. Racun kimia yang dihasilkan larutan bensin ini hampir sama mematikannya dengan herbisida.

2. Garam
Tak ingin menggunakan bahan-bahan kimia yang berbau menyengat? Tak masalah, karena ada cara membasmi rumput liar agar tidak tumbuh lagi yang mengandalkan bahan alami yang aman, yaitu garam. Umumnya bahan ini Anda manfaatkan untuk memasak sekarang bisa dipakai untuk membasmi rumput liar.

Cara membasmi rumput liar dengan garam sangat mudah karena Anda hanya perlu menaburkan garam secukupnya ke rumput liar dan area sekitarnya. Namun, cara ini tak secepat membasmi rumput liar dengan bensin. Garam akan menyerap kandungan air di rumput liar dan tanah sekitarnya sehingga lama kelamaan rumput liar akan mati karena mengering.

BACA JUGA:
Mengenal Jenis Ikan Gurame yang Sering Dibudidayakan
Yuk Cari Tau Tentang Sistem Pertanian di Dunia!
Ternyata, Ini Dampak Negatif Konsumsi Kangkung yang Berlebihan
Wow! Sistem Ini Mampu Menghemat Air Saat Budidaya Ikan Nila, Bagaimana Caranya?

3. Herbisida
Cobalah menggunakan herbisida untuk membasmi gulma sampai ke akar-akarnya. Herbisida merupakan produk pemberantas gulma yang sering dipakai untuk kebutuhan pertanian. Produk herbisida banyak dijual di toko tanaman dan pertanian.

Herbisida ini akan meracuni gulma dengan masuk melalui daun dan meresap sampai akar gulma. Gulma yang sudah terkontaminasi herbisida akan mati dengan sendirinya. Umumnya rumput liar tak akan tumbuh kembali bila Anda memakai herbisida ini. Apabila tumbuh kembali, butuh waktu yang lama agar bisa tumbuh pasca dibasmi dengan herbisida.

4. Cuka
Jangan bingung mencari cara membasmi rumput liar agar tak tumbuh lagi. Selain garam, Anda juga dapat memanfaatkan cuka yang biasa dipakai untuk makan atau memasak, lho. Cuka atau cairan dengan kandungan asam yang sangat tinggi ini terkenal bisa membasmi gulma hanya dengan satu kali pemakaian saja.

Caranya, Anda harus mencampur cuka dengan sabun cair pencuci piring terlebih dulu. Apabila kedua bahan ini sudah tercampur rata, semprotkan pada rumput liar yang ingin dibasmi. Tidak perlu menyemprot akarnya, cukup semprot daun-daunnya saja. Karena kandungan acetic acid pada cuka akan mematikan rumput liar secara perlahan. Dan sabun cair pencuci piring bisa membuat cuka melekat di dedaunan rumput liar.

5. Air Panas Mendidih
Jika tidak sempat membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk membasmi rumput liar, Anda hanya perlu menjaring air sampai mendidih. Kemudian, ketika baru mendidih segera siramkan air panas tersebut ke rumput liar yang ingin dibasmi.

Air panas dengan suhu tinggi yang Anda siramkan akan langsung membunuh rumput liar langsung ke akarnya. Agar lebih hemat penggunaan air dan gas, Anda boleh menggunakan air panas bekas rebusan telur, mie instan, dan lain-lain.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

6. Belerang
Selama ini belerang dikenal sebagai bahan alami yang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit kulit. Tetapi, tahukah Anda bahwa belerang juga bisa dimanfaatkan untuk melengkapi cara membasmi rumput liar agar tak tumbuh lagi? Langkah awal Anda harus menyediakan 3 ons belerang, 4 liter air, 2 kg garam, dan 2 botol cuka putih. Setelah itu, bahan yang tersedia ini harus dimasak sampai benar-benar mendidih.

Setelah mendidih, matikan api dan masukkan cuka putih ke dalam bahan-bahan yang sudah direbus tadi. Jika sudah 12 jam, masukkan larutan belerang ini ke dalam spryer. Sesudah itu semprotkan cairan belerang buatan sendiri ini ke rumput liar. Jika masih tersisa, cairan belerang ini bisa disimpan dan dipakai saat gulma tumbuh kembali.

7. Boraks
Jenis bahan ampuh yang bisa Anda pakai untuk membasmi rumput liar sampai ke akarnya. Boraks yaitu senyawa kimia yang cukup terkenal dan bisa diperoleh dengan mudah di Indonesia.

Pemakaian borak untuk membasmi gulma sangat gampang, Anda harus mencampurkan boraks dengan air secukupnya. Pasta dari boraks inilah yang nantinya akan disiramkan ke rumput liar yang tumbuh di sekitar Anda. Bahan ini bisa membasmi rumput liar dan mencegahnya tumbuh lagi di kemudian hari.

8. Baking Soda
Cara membasmi hama supaya tak tumbuh lagi yaitu dengan memanfaatkan baking soda. Seperti ketika Anda menggunakan boraks untuk membasmi rumput liar, Anda pun harus membuat pasta baking soda terlebih dahulu.

Setelah itu, siramkan baking soda ke tanaman liar dan tanah yang ada di sekitarnya. Bahan ini membunuh gulma dengan cara menaikkan tingkat keasaman tanah, pH tanah yang tadinya normal akan berubah menjadi pH basa bila disiram dengan baking soda.

9. Air Kelapa dan Ragi Tape
Jenis gulma ini sangat berbeda-beda. Salah satu jenis rumput liar yang paling sulit dibasmi adalah ilalang. Rumput ini dapat berumbuh dengan sangat cepat dan tentunya membuat kita kerepotan saat harus membersihkannya.

Membasmi rumput liar agar tak tumbuh lagi yaitu dengan memakai air kelapa dan ragi tape. Siapkan 2 liter air kelapa, 60 gr deterjen, 25 butir ragi tape, 1,5 kg pupuk urea, dan 1/4 kg garam. Semua bahan ini dicampur sedikit demi sedikit sehingga menghasilkan racun yang ampuh untuk membasmi rumput liar.

Demikian pembahasan artikel tentang “Pusing Atasi Gulma di Pekarangan, Coba Cara Ampuh Ini”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Ikan untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengenal Jenis Ikan Gurame yang Sering Dibudidayakan

Budidaya Gurame
Mengenal Jenis Ikan Gurame yang Sering Dibudidayakan

Salah satu jenis ikan air tawar yang banyak digemari sebagai ikan konsumsi di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan yaitu gurame. Selain sebagai ikan konsumsi, ikan ini juga dibudidayakan di kolam ataupun di akuarium.

Klasifikasi Ilmiah Dari Ikan Gurame, Yaitu :

* Kingdom : Animalia
* Filum : Chordata
* Kelas : Actinopterygii
* Ordo : Perciformes
* Famili : Osphronemidae
* Genus : Osphronemus
* Spesies : Osphronemus goramy

Ikan gurami mempunyai tubuh yang lebar serta pipih. Gurami ini semula menyebar di daerah pulau sunda besar yaitu di provinsi Sumatera, Jawa dan Kalimantan, tetapi sekarang sudah banyak dibudidaya di berbagai negara di wilayah Asia terutama Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Australia.

Ikan gurame banyak hidup di sungai, rawa ataupun kolam termasuk air payau. Gurame ini merupakan jenis ikan omnivora, ikan ini memakan tumbuhan, serangga, ikan kecil serta barang yang membusuk di air.

Ngomong-ngomong tentang ikan gurami! Nih ada beberapa jenis gurame yang cocok dibudidayakan, antara lain:

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Gurame Soang
Gurame Soang yang biasa disebut Gurame Angsa ini merupakan jenis gurame yang asalnya dari Jawa Barat terutama di daerah Ciamis dan sekitarnya sehingga jenis gurame ini juga disebut dengan gurame jawa barat.

Gurame soang mempunyai karakteristik yaitu mempunyai dahi yang menonjol baik jantan maupun betinanya seperti angsa. Gurame jenis ini mempunyai bentuk tubuh pipih dan memanjang, mempunyai warna tubuh kombinasi putih dan hitam dengan bagian ekor ada warna kemerahan yang hanya akan terlihat jelas ketika masih kecil (umurnya kurang dari 1 tahun). Gurame soang bisa tumbuh hingga sepanjang 65cm dengan berat mencapai 8kg.

BACA JUGA:
Yuk Cari Tau Tentang Sistem Pertanian di Dunia!
Ternyata, Ini Dampak Negatif Konsumsi Kangkung yang Berlebihan
Wow! Sistem Ini Mampu Menghemat Air Saat Budidaya Ikan Nila, Bagaimana Caranya?
Intip Kelebihan & Kelemahan Antara Kolam Beton Dengan Kolam Tanah

Gurame Jepun
Gurame jepun yang biasa disebut Gurame jepang ini merupakan jenis gurame yang mempunyai ukuran lebih kecil dibandingkan dengan gurame soang. Ukuran gurame jepun yaitu sekitar 45cm untuk panjangnya dengan bobot sekitar 3kg,5-4kg.

Jenis gurame ini lebih dikenal di daerah Jawa Tengah, dan banyak yang mengatakan bahwa jenis gurame ini merupakan gurame asli Jawa Tengah.

Gurame ini mempunyai warna hitam pekat di bagian atas tubuhnya serta mempunyai sisik putih dengan garis gelap sehingga terlihat seperti keabu-abuan, ketika masih berumur kurang dari 1 tahun, gurame ini terlihat agak berwarna kebiruan.

Gurame Paris
Gurame paris ini mempunyai tubuh berwarna oranye. Akan tetapi, sebetulnya gurame jenis ini mempunyai warna dasar merah cerah hanya saja terdapat warna putih di bagian tubuhnya sehingga tampak berwarna oranye. Berat maksimal untuk ikan gurame paris yaitu berkisar 1,5 kg.

Gurame Bastar
Gurame bastar mempunyai warna abu-abu kehitaman serta berwarna putih pada bagian kepalanya. Gurame jenis ini mempunyai sisik yang lebar serta mempunyai pertumbuhan yang pesat dan cepat.

Gurame Kapas
Gurame jenis ini mempunyai warna putih keperakan terlihat seperti warna kapas dengan sisik yang lebar serta keras/kasar. Pertumbuhan ikan gurame ini cukup pesat dan cepat, ikan ini bisa tumbuh dengan bobot mencapai 1,5kg.

Gurame Bluesafir
Untuk jenis gurame ini mempunyai warna hitam kemerahan, hampir sama dengan gurame lain yang terlihat kemerahan. Ikan gurame bluesafir bisa mencapai panjang maksimal sekitar 35cm dan berat sekitar 4kg.

Gurame Batu
Jenis gurame batu ini paling jarang ditemui karena pembudidayaan ikan ini masih cukup sedikit. Gurame batu mempunyai karakteristik berwarna hitam merata dengan sisik yang keras/kasar.

Gurame ini mempunyai pertumbuhan yang cukup lambat dan ukuran maksimalnya tak terlalu besar. Ketika berumur 1 tahun, ikan ini hanya berbobot sekitar 0,5kg.

Gurame Porselin
Dan untuk jenis gurame porselin mempunyai warna merah muda yang cerah dengan warna putih di bagian bawahnya. Ikan ini mempunyai ukuran kepala yang cukup kecil. Pertumbuhan gurame jenis ini cukup pesat & cepat dengan bobot rata-rata mencapai 2kg.

Demikian artikel pembahasan tentang “Mengenal Jenis Ikan Gurame yang Sering Dibudidayakan”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Ikan untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3