Cara Mudah Menanam Seledri Hidroponik

Seledri ialah tanaman sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Tumbuhan ini di Indonesia diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan sedangkan beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan.

Seledri kini sudah banyak ditanam atau dibudidayakan dalam skala kecil ataupun besar. Tanaman ini tidak hanya ditanam secara konvensional, kini banyak orang yang menanam seledriu secara hidroponik. Nah kali ini kita akan membahas tentang cara menanam seledri secara hidroponik.

Persiapan Bibit Seledri
Bibit seledri dapat diperoleh dari penyemaian biji benih ataupun dari anakan. Anakan seledri untuk bibit dapatanda dapatkan dengan membeli di toko atau pasar. Pilihlah anakan yang sehat, tidak cacat. Untuk meminimalisir kerusakan akar seledri, pisahkan anakan seledri secara hati-hati. Jika anda ingin menanam melalui biji benih, berikut adalah langkah-langkah menyemai benih seledri:

Baca Juga :
Macam-macam Sayuran & Buah Hidroponik Yang Bisa Anda Coba Di Rumah
Produsen Dan Distributor Karung Beras Laminasi, Putih polos, Dan Transparan
Mengenal Hama Tanaman Kedelai & Cara Pengendaliannya
Tips Cara Menanam Singkong Yang Benar

Pertama siapkan dahulu biji benih seledri yang dapat anda dapatkan di toko pertanian. Selanjutnya isi baskom atau wadah lain yang berukuran sedang dengan air. Kemudian masukan biji benih seledri untuk direndam selama sekitar 1 jam. Selama perendaman, lakukan seleksi benih. Benih yang mengambang dibuang dan gunakan benih yang tenggelam.

Selanjutnya, siapkan netpot yang sudah diberi sumbu kain flanel, lalu masukkan arang sekam dalam netpot dan basahi dengan air. Masukkan benih dalam netpot, dalam setiap netpot diisi dengan 3-5 biji benih. Setelah melakukan penyemaian pada biji benih seledri selesai, tunggu hingga daun sejatinya muncul karena itu bertanda bahwa tanaman sudah dapat diberiu nutrisi.

Cara Menanam Seledri Hidroponik
Siapkan dahulu alat-alat untuk menanam, seperti tandon nutrisi yang dapat berupa pipa paralon, toples, botol bekas, ember atau yang lainnya. Namum disarankan menggunakan pipa paralor karena lebih kokoh. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Pertama lubangi pipa paralon untuk meletakkan netpot.
Lalu tutupi kedua ujung pada pipa paralon dengan penutup atau bisa juga dengan sterofoam agar nutrisi yang diberikan tidak tumpah.
Selanjutnya, larutkan nutrisi AB mix sebanyak 5 ml dalam 1 liter air, dan isi paralon dengan nutrisi hidroponik sebanyak 1260 ppm – 1680 ppm dengan pH 6,5.
Jika sudah, letakkan netpot yang sudah ada benih pada lubang pipa paralon yang sudah dibuat.
Agar terhindar dari sinar matahari langsung, maka buatlah naungan. Setelah sekitar satu minggu barulah lakukan perkenalan sinar matahari secara bertahap.
Perawatan Seledri Hidroponik
Lakukan pengecekan ketersediaan nutrisi yang ada dalam pipa setiap hari, jika nutrisi berkurang maka segera tambah. Pemberian nutrisi semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan tanaman.

Pemanenan Seledri Hidroponik
Seledri dapat mulai dipanen setelah berumur sekitar 1 bulan hingga 1,5 bulan, pemenenan tersebut dapay diulang setiap 5 hingga 6 hari sekali. Cara pemanenan yaitu dengan mencabut seledri dari netpot.

Demikian artikel pembahasan tentang”Cara Mudah Menanam Seledri Hidroponik“, Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB

Advertisements

Tipe Waring dan Tips Memilih Sesuai Kebutuhan

Bagi anda yang sudah berkecimpung di dunia pertanian atau tambak ikan pasti sudah tidak asing dengan waring. Untuk pemula mungkin masih bingung membedakan antara waring, paranet dan insectnet. Paranet biasanya digunakan untuk mengurangi intensitas cahaya matahari, msalnya 50% atau 75%. Paranet biasanya berwarna hitam dengan pola anyaman seperti tikar. Insectnet seperti namanya digunakan untuk melindugi tanaman dari hama pengganggu dengan kerapatan yang berfariasi. Insectnet biasanya berwarna hijau atau putih. Waring pun ada dua jenis, waring ikan yang biasanya digunakan untuk tambak berwarna hitam dan waring sayur yang diguankan sebagai wadah sayuran setelah dipanen atau ketika didistribusi. Waring sayur memiliki beberapa jenis dan ukuran serta warna. Kami menyediakan waring sayur dengan bahan seperti raffia berwarna merah dan kuning dengan ukuran:

Waring Sayur Merah :

1.50×75 cm
2.60×100 cm
3.80×120 cm

Waring Sayur Kuning :

1.50×80 cm
2.60×100 cm

Setalah mengetahui ukuran, pilih waring sayur juga berdasarkan kebutuhan, yaitu:

1. Jenis hasil panen
Saat ini banyak produsen waring sayur berbagai warna, ukuran dan kualitas yang berbeda. Untuk hasil panen yang berat seperti kentang, umbi-umbian, apel dan lain-lain pasti membutuhkan waring sayur yang kuat agar tidak mudah robek saat digunakan. Kerusakan pada kemasan dapat menghambat proses distribusi dan menambah biaya. Ketika membeli waring apalagi dengan metode online anda harus sangat berhati-hati dalam memilih. Pilihlah produsen atau toko yang sudah terpercaya. Anda bias melihat dari kolom komentar atau sharing dengan petani lain. Jika membeli langsung di toko lakukan survey untuk mengetahui kualitas bahan dan harga.

Baca Juga :
Budidaya Jagung Hibrida
Teknik Jitu Mengendalikan Hama Keong Mas Pada Tanaman Padi
Ciri – Ciri Karung Beras Yang Baik Untuk Konsumen
Manfaat Karung Beras dan Karung Laminasi

2. Ukuran
Untuk mengemas hasil panen yang melimpah dibutuhkan waring sayur ukuran besar. Waring sayur juga bias disesuaikan, misalnya ingin mengemas produk mentimun 20 Kg per waring anda data memodifikasi kemasan. Hal ini memudahkan menghitung karena sudah diketahui secara pasti berapa berat per waring. Untuk kemasan skala besar biasanya menggunakan waring seperti karung berbentuk persegi panjang. Untuk kemasan kecil menggunakan waring berbentuk lingkaran. Contohnya adalah ketika membeli buah dari pasar yang langsung dijual ke konsumen. Warna waring sayur yang beragam mempercantik kemasan produk.

3.Kualitas dan Distributor yang Terpercaya
Banyaknya distributor waring sayur membuat konsumen harus selalu berhati-hati dalam memilih produk. Waring memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Pastikan anda melakukan survey sebelum membeli dan melakukan transaksi dengan penjual yang terpercaya.Selain digunakan untuk membungkus buah hasil panen, waring juga bisa digunakan sebagai pembungkus yang melindungi buah ketika masih di pohon. Contohnya pada buah kelengkeng, mangga, belimbing dan lain-lain. Buah dibungkus sebelum masak agar terhindar dari hama yang akan memakan buah.

Kami melayani pembelian grosir waring sayur dan buah untuk kebutuhan agen, pertanian besar atau juga pertanian sedang. Untuk mendapatkan harga waring sayur dan buah ataupun waring ikan di pabrik waring kami, maka Anda dapat melakukan pembelian minimal 5 ball (5000 lembar). Selain untuk memenuhi kebutuhan pribadi anda juga bias menjadi penjual waring, kami siap menjadi distributor anda. Info pemesanan hubungi kami dengan

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB

Inilah Cara Tepat Budidaya Pisang Kepok

FotorhfgfiugsijfgsjfgCreated

Syarat Tumbuh
Pisang Kepok bisa tumbuh di lahan basah maupun lahan kering, namun pada lingkungan yang kering hasil buahnya tidak dapat dipastikan. Iklim yang sesuai untuk pertumbuhan pisang kepok yaitu iklim tropis yang cenderung basah serta lembab. curah hujan yang ideal untuk pisang memiliki curah hujan 1.520 sampai 3.800 mm per tahunnya. Curah hujan yang tinggi juga tidak baik bagi tanaman, karena apabila ada air yang menggenang maka akan merusak kualitas batang pisang.

Pemilihan bibit
Bibit berasal dari pemisahan pohon pisang. Anakan dipilih dari indukan yang memiliki sifat unggul serta produktif. Anakan yang baik ialah anakan dengan tinggi sekitar 41-100 cm serta terbebas dari hama penyakit. Bibit anakan yang telah dipisahkan harus segera ditanam. Ini dilakukan guna menghindarkan serangan hama penggerek serta kematian di kebun.

*Baca Juga : Cara Budidaya Cabai Merah Dengan Baik & Benar

Persiapan Lahan.
Lahan yang cocok untuk budidaya pisang kepok yaitu memiliki kandunagn unsur hara yang banyak, gembur, memiliki kadar pH tanah normal, serta terbebas dari hama. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman serta gulma, kemudian gemburkan tanah. Kemudian buat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm, sekitar 2 minggu hingga 1 bulan sebelum masa tanam. Tanah lapisan atas di pisah dengan tanah lapisan bawah. Penutupan lubang tanam dilakukan dengan memasukkan tanah lapisan bawah terlebih dahulu. Sebelum masuk masa tanam, lubang tanam diberi pupuk kandang sejumlah 10 kg/lubang. lalu diamkan selama 1-2 minggu.

Waktu Penanaman
Waktu penanaman pisang kepok bagusnya dilakukan pada awal musim hujan, supaya terhindar dari kekeringan pada awal pertumbuhan serta buah sudah siap dipanen pada saat masuk musim kemarau. untuk memperoleh produksi serta kualitas buah yang baik, penanaman pisang dilakukan 2 tahap (setahun 2 kali) dengan selisih penanaman 6 bulan. Penanaman pertama memakai jarak tanam yang lebar (misalnya 4 m x 4 m), lalu penanaman tahap kedua dilakukan diantara jarak tanam yang telah ditanam. Ini bermaksud supaya dapat mengatur waktu panen serta pembongkaran tanaman yang memungkinkan masih adanya panen karena penanaman yang tidak serempak.

Bila hujan telah turun dengan teratur, lakukan penanaman. Sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari agar bibit mendapatkan udara yang sejuk serta tidak langsung mendapatkan cahaya matahari. Lubang tanam yang telah ditimbun, digali seluas gumpalan tanah yang menutup media bibit pisang. Buka polybag bagian bawah, setelah itu bagian samping secara hati-hati. Letakkan bibit pisang kepok ini secara tegak lurus. Tutup lubang tanam dengan tanah galian serta tekan sedikit disamping tanah bekas polybag, selanjutnya siram bibit secukupnya. Jarak tanam sesuai dengan jenis Kepok serta Tanduk menggunakan jarak tanam 3 m x 3 m atau 3 m x 3,5 m.

Pemberian pupuk tambahan
Pemberian pupuk di kebun menggunakan pupuk kandang sebanyak 10 kg/lubang tanam yang telah dicampur dengan tanah bekas galian lubang. Pemberian selanjutnya dilakukan pada saat tanaman berumur 3 serta 6 bulan, dengan cara menaburkannya di sekitar tanaman, dengan dosis 0,5 kg/tanaman.

2Pemangkasan
Pemangkasan daun kering bermaksud guna menghindari penyebaran penyakit pada pohon pisang, mencegah daun kering menutupi anakan pisang, serta melindungi buah dari gesekan daun. Pada saat pembungaan, sisakan 6-8 daun sehat agar perkembangan buah menjadi maksimal. Sesudah pemangkasan bunga jantan, sebaiknya tidak melakukan pemangkasan daun lagi. Daun bekas pemangkasan dari tanaman sakit dikumpulkan serta dibakar.

Perawatan Tandan
Perawatan tandan dilakukan dengan membersihkan daun di sekitar tandan, terutama daun yang telah kering. Kemudian singkirkan buah pisang yang tidak bagus, selalu periksa apakah ada hama yang perusak, Lalu potong bunga jantan supaya buah yang berada di atasnya dapat tumbuh dengan baik. Buah juga perlu dibungkus/dikerodong dengan kantong plastik warna biru ukuran 1 meter x 45 cm. Ini dilakukan guna menghindarkan buah dari kerusakan oleh serangga serta karena gesekan daun. Setelah dibungkus, tandan yang mempunyai masa pembuahan yang sama dapat diberi tanda (misalnya dengan tali rafia warna yang sama). Ini berguna untuk menentukan waktu panen yang tepat, sehingga umur serta ukuran buah dapat seragam.

*Baca Juga : Inilah Hama Tanaman Hidroponik

Hama serta penyakit
Selalu periksa kondisi pohon serta buah pisang kepok dari serangan hama sera penyakit. Beberapa penyakit utama yang dapat menurunkan kualitas serta kuantitas produksi tanaman pisang kepok, diantaranya ialah penyakit layu (layu fusarium serta layu bakteri), bercak daun (Black serta Yellow Sigatoka, penyakit yang disebabkan virus terutama virus kerdil pisang (Banana Bunchy Top Virus/BBTV). Sedangkan hama yang banyak ditemukan ialah ulat penggulung daun (Erionata thrax L.), Penggerek bonggol (Cosmopolites sordidus Germar), Penggerek batang (Odoiporus longicolis (Oliv), thrips (Chaetanaphotrips signipennis) serta burik pada buah (Nacolea
octasema).

Panen
Pemanenan ditentukan oleh umur serta bentuk buah. Daun yang telah kering merupakan ciri utama pemanenan sudah bisa dilakukan. Usia buah yang sudah siap dipanen berkisar dari 90-100 hari. Saat memanen buah pisang, usahakan tidak merusak kondisi buah karena jika rusak, kualitas serta harga jualnya nanti akan berkurang. Buah pisang bisa bertahan selama 8-10 hari setelah masa panen.

Selamat mencoba….

Langkah Tepat Budidaya Wortel Supaya Hasil Panen Melimpah

fgggsdfgdfh

Siapa yang tidak mengenal wortel?? Wortel (Daucus carrota L.) merupakan
tumbuhan jenis sayuran yang dimanfaatkan umbinya. wortel memiliki umbi yang
berwarna jingga atau oranye terang. Wortel memiliki rasa yang gurih, renyah
serta agak manis. Wortel juga merupakan sumber vitamin A, vitamin B, Serta
vitamin C yang baik untuk kesehatan tubuh.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan wortel seperti tanah, suhu, curah hujan,
kelembaban, dan intensitas penyinaran matahari. Tanah yang cocok untuk
budidaya wortel merupakan tanah yang gembur yang memiliki banyak kandungan
unsur hara serta mempunyai kadar pH tanah berkisar antara 5.5 – 6.5.
Suhu yang optimal untuk pertumbuhan wortel adalah 15.6 – 21.1 °C dengan
Kelembaban udara yang cocok bagi pertumbuhan wortel ialah 80 -90 %. Hal – hal yang perlu dilakukan dalam budidaya tanaman wortel ialah:

*Baca Juga : Cara Paling Jitu Meningkatkan Produktivitas Tanaman Padi

Memilih Benih
Bibit wortel yang akan dipilih harus memenuhi syarat seperti tanaman tumbuh
subur dan kuat, berasal dari varietas unggul, murni dengan daya kecambahnya
tinggi ,berasal dari jenis yang berumur pendek, bentuknya seragam, bebas dari
hama dan penyakit (sehat), dan berproduksi tinggi.
Gosok benih wortel dengan kedua telapak tangan agar benih satu dan lainnya
tidak saling menempel.
Kemudian rendam benih wortel dalam air dingin selama 12 -24 jam atau dalam
air hangat (60 °C) selama 15 menit. Untuk mempercepat proses perkecambahannya.

Persiapan Lahan Budidaya Wortel
Lahan untuk menanam wortel harus dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih
40 cm terlebih dahulu. Kedalaman ini sangat penting mengingat tanaman wortel
akan dipanen umbinya. Tanah yang didigunakan untuk menanam wortel harus
gembur agar wortel tumbuh dengan sempurna.
Setelah tanah digemburkan, selanjutnya buat bedengan dengan ukuran lebar 120
-150 cm, tinggi 30-40 cm, sedangkan jarak antar bedengan adalah 50-60 cm
serta panjang tergantung pada keadaan lahan.
Saat membuat bedengan, campurkan pula pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai
pupuk dasar. Dosis pemberian pupuk sebanyak 15-20 ton per hektar. Jumlah
tepatnya sesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.
Buat larikan pada permukaan bedengan untuk menaburkan benih. Jarak antar
larikan 20 cm dengan kedalaman sekitar 5 cm.

Penanaman benih
Benih wortel dapat ditanam secara langsung, tanpa tahap penyemaian terlebih dahulu. Kebutuhan benih untuk budidaya wortel kurang lebih sebanyak 3-5 kg per hektar.
Benih wortel berasal dari biji, bentuknya kecil-kecil serta cenderung menempel
karena mempunyai serabut seperti bulu pada permukaannya. Maka dari itu
sebelum ditaburkan gosok-gosokkan terlebih dahulu dengan telapak tangan agar
benih tidak saling menempel. Atau, campurkan abu pada benih tersebut.
Taburkan benih diatas larikan kemudian tutup dengan tanah. Apabila tanahnya
kering, maka siram sedikit untuk menjaga kelembabannya. Tanaman wortel akan tumbuh setelah 10 hari.

Pemeliharaan Tanaman
Tanaman wortel memerlukan air yang memadai pada fase awal pertumbuhannya, sehingga perlu disiram  secara konsisten yaitu 1 -2 kali sehari, terutama pada musim kemarau. Jenis pupuk yang digunakan pada pemupukan susulan ialah jenis urea atau ZA. Dosis pupuk yang digunakan adalah urea 100 kg/ha atau ZA 200 kg/ha. Waktu pemberian pupuk susulan dapat dilakukan pada saat tanaman wortel berumur 1 bulan. Cara pemupukan yang baik yaitu dengan menyebarkan secara merata dalam alur-alur atau dimasukkan ke dalam lubang pupuk (tugal) sedalam 5-10 cm dari batang wortel, kemudian tutup dengan tanah serta disiram atau diairi hingga agak basah.
Lakukan penyiangan dengan membersihkan gulma atau tanaman penggangu di
sekitar tanaman wortel.

*Baca Juga : Langkah Tepat Budidaya Bawang Merah Agar Hasil Lebih Optimal

Hama dan Penyakit Tanaman
Hama yang sering menyerang tanaman wortel ialah Ulat tanah (Agrotis ipsilon
Hufn.), Kutu daun (Aphid, Aphis spp.), Lalat atau magot (Psila rosae).
Sedangkan Penyakit yang sering menyerang tanaman wortel merupakan Bercak daun
Cercospora, Nematoda bintil akar, Busuk alternaria. Pengendalian secara
kimiawi bisa dilakukan menggunakan insektisida Furadan 3 G atau Indofuran 3 G
pada waktu tanam atau disemprot dengan menggunakan Hostathion 40 EC dan
lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

Panen
Wortel dapat dipanen setelah berumur 100 hari tergantung dari varietasnya. Pemanenan tidak boleh terlambat karena umbi akan semakin mengeras (berkayu) jika
melebihi masa panen. Cara pemanenan wortel yaitu dengan cara mencabut seluruh
tanaman beserta umbinya. Pemanenan wortel dapat dilakukan pagi hari agar
dapat segera dipasarkan. Saat memanen wortel usahakan tidak merusak kondisi
wortel, karena dapat menurunkan kualitas serta harga jualnya nanti.

Selamat mencoba….

Langkah Tepat Cara Budidaya Ubi Jalar Supaya Hasil Lebih Optimal

ubi jalar

Siapa yang tidak mengenal ubi jalar??. Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) Merupakan sejenis tanaman budidaya yang dimanfaatkan  akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi serta daunnya yang masih muda dapat diolah menjadi sayur.Bahkan di beberapa wilayah di Indonesia, ubi jalar sudah menjadi makanan pokok pengganti nasi.

Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab. Di Indonesia sendiri, budidaya ubi jalar mencapai produktivitasnya yang paling optimal bila ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter. Suhu ideal bagi tanaman ini adalah 21-27 Celcius dengan dengan curah hujan sedang serta penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari. Berikut merupakan langkah-langkah untuk budidaya ubi jalar agar hasil panen menjadi optimal.

*Baca Juga : Cara Mudah Budidaya Sawi Hidroponik Supaya Hasil Panen Lebih Optimal

Penyiapan bibit ubi jalar
Bibit biasanya didapat dengan cara stek batang. Tanaman yang cocok untuk dijadikan bibit stek diambil dari tanaman yang berumur minimal 2 bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Caranya, potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm. Pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang. Buang sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh. Perbanyakan dengan cara stek batang secara terus menerus dapat menurunkan kualitas tanaman. Maka perbanyakan dengan stek hanya dianjurkan untuk 3-5 generasi penanaman.

Pengolahan lahan untuk budidaya ubi jalar
Tanah yang cocok untuk budidaya ubi jalar ialah tanah yang gembur dengan pH tanah berkisar antara 5,5-7,5 serta memiliki drainase yang baik. Sebelum menanam ubi jalar, hendaknya tanah dibajak atau dicangkul agar tanah menjadi gembur. Kemudian buat bedengan setinggi 30-40 cm dengan lebar bedangan 60-100 cm serta jarak antar bedengan 40-60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan lahan.

Penanaman ubi jalar
Bibit ubi jalar ditanam pada bedengan.Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dengan jarak antar baris 40 cm.
Di awal pertumbuhan usahakan jaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman setiap pagi serta sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman bisa dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh, yang dicirikan dengan keluarnya daun baru.

Pemeliharaan dan perawatan
lakukan penyiraman jika tanah benar-benar kering atau hujan tidak turun selama 3 minggu, karena ubi jalar tahan terhadap kekeringan. Periksa keseluruhan tanaman,jika ada tanaman ubi yang mati atau tidak tumbuh secara optimal segera lakukan penyulaman. Pada umur 4 minggu setelah tanam, lakukan pembongkaran tanah di kiri dan kanan tanaman, radius 10 dari tanaman. Hal ini dimaksudkan supaya akar tanaman tidak menjalar kemana-mana sehingga umbi terkonsentrasi pada jalur penanaman. Lakukan penyiangan untuk membersihkan rumput liar atau gulma yang mengganggu pertumbuhan ubi jalar. Lakukan penertiban akar untuk menghasilkan umbi jalar yang besar serta berkualitas baik. Penertiban dilakukan dengan cara menarik batang tanaman agar akar yang tumbuh pada ruas ruas batang tidak menjadi umbi. Ini dilakukan agar pembentukan umbi terfokus pada pangkal batang sehingga menghasilkan umbi yang besar serta berkualitas

*Baca Juga : Cara Jitu Budidaya Singkong Supaya Hasil Menjadi Melimpah

Pemanenan ubi jalar
Ubi jalar bisa dipanen pada umur 3,5-4 bulan. Jangan memanen ubi jalar pada saat hujan karena akan membuat umbi menjadi busuk.
Umbi diambil dari dalam tanah dengan mengeruk tanah sekitar batang tempat umbi ubi jalar berada.Jika memanen menggunakan cangkul, pastikan tidak merusak umbi ubi jalar karena akan menurunkan kualitas serta harga jualnya nanti.
Setelah dipanen, ubi jalar dicuci dan disortir kemudian masukkan dalam karung/waring sayur lalu simpan ditempat kering sebelum dijual ke pasar .

Selamat mencoba…

Tips Budidaya Tanaman Tomat

tomat2

Banyak hal yang butuh di perhatikan dalam budidaya tanaman tomat yaitu ketentuan tumbuh tanaman tomat. Ketentuan tumbuh tanaman tomat mencakup : iklim serta tanah.

1. Iklim

Iklim

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum) dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi ataupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat bisa tumbuh baik di dataran tinggi (kurang lebih

m 700 m dpi), dataran medium (200 m – 700 m dpi), serta dataran rendah (kurang dari 200 m dpl). Faktor temperatur bisa memengaruhi warna buah. Pada temperatur tinggi (diatas 32°C) warna buah tomat condong kuning, sedang pada temperatur tdk tetap warna buah condong tak rata. Temperatur ideal dan berpengaruh baik pada warna buah tomat yaitu pada 24°C – 28°C yang biasanya merah rata. Kondisi temperatur serta kelembapan yang tinggi, punya pengaruh kurang baik pada perkembangan, produksi serta kwalitas buah tomat. kelembapan yang relatip dibutuhkan untuk tanaman tomat yaitu 80%. Tanaman tomat membutuhkan intensitas sinar matahari sekurang–kurangya 10-12 jam sehari-hari (Sastrahidayat. 1992).

2. Tanah

Tanah

Tanaman tomat adalah tanaman yang dapat tumbuh disegala tempat, dari daerah dataran rendah hingga daerah dataran tinggi (pegunungan) untuk perkembangan yang baik, tanaman tomat memerlukan tanah yang gembur, kandungan keasaman pH diantaranya 5-6, tanah sedikit memiliki kandungan pasir, serta banyak terkandung humus, dan pengairan yang literature
serta cukup mulai tanam hingga tanaman dari mulai panen.

Berdasar pada type pertumbuhannya, tanaman tomat dibedakan atas type determinate serta indeterminate. Tanaman tomat bertipe determinate memiliki pola perkembangan batang dengan cara vertikal yang terbatas serta disudahi dengan perkembangan organ vegetatif (akar, batang daun), sedang tomat bertipe indeterminate memiliki kekuatan untuk selalu tumbuh serta tandan bunga tak ada pada tiap-tiap buku dan pada ujung tanaman selalu ada pucuk muda.

Bunga tanaman tomat berjenis dua dengan lima buah kelopak berwarna hijau berbulu serta dua buah daun mahkota (Tugiyono Hery, 2002). Pembuahan berlangsung 96 jam sesudah penyerbukan serta buah masak 45 hari hingga 50 hari sesudah pembuahan. Persentase penyerbukan sendiri pada tanaman tomat yaitu 95% – 100%.

Langkah Budidaya Tanaman Tomat
♦ Persemaiaan Benih Tomat

Persemaiaan Benih Tomat

Benih tomat martha mesti disemai dahulu sebelumnya ditanam. Persemaian dikerjakan di dalam kotak pesemaian (tray), media persemaian yaitu kombinasi tanah, arang sekam, serta pupuk kandang kuda dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Benih ditanamkan dalam kotak pesemaian (tray), benih dipelihara sampai usia 25-30 hari sesudah semai. Syarat-syarat langkah proses pesemaian yang baik yaitu :
a. Yang disemaikan umumnya tanaman yang lemah, tak kuat bila segera ditanam ditempat yang tetap
b. Tempat menyemai berbentuk bedengan spesial, di beri atap peneduh (paranet) untuk menghindar curahan hujan jangan pernah mengakibatkan kerusakan benih yang masihlah lemah.
c. Tempat pesemaian mesti aman dari masalah binatang
d. Penyiraman dikerjakan dengan memakai Hand Sprayer.
e. Baiknya tanaman baru dipindahkan ke tempat penanamannya di lega sesudah cukup kuat
f. Sebaiknya jika bibit terlebih dulu dipindahkan ke polibag, menanti waktu ditanam ditempat penanamannya.

♦ Pemrosesan Tanah

Pemrosesan Tanah

Pemrosesan tanah untuk tanaman tomat yaitu mencakup pembersihan tempat pembajakan atau pencangkulan serta pembuatan bedengan. Untuk memperoleh hasil yang baik dengan maksud :
a. Akar sisi tanaman yang ada pada tanah bisa tumbuh lebih prima.
b. Rumput liar bisa dikendalikan tumbuhnya.
c. Peredaran hawa lebih gampang serta luas, hingga mengakibatkan beberapa zat makanan didalam tanah bisa lebih sempurna
d. Air yang terlalu berlebih dapatb gampang meresap atau menguap.
e. Akar-akar tanaman bisa menembus tanah lebih gampang serta dalam.

♦ Pemupukan

Pemupukan

Pemupukan dibedakan jadi 2 jenis yaitu : pemupukan Organik serta Non Organik.
Pemberian pupuk organik (pupuk kandang) diberikan lewat cara diratakan di atas tanah bedengan. Pupuk kandang terkecuali bisa melakukan perbaikan karakter biologis tanah dapat juga melakukan perbaikan karakter kimia serta fisik tanah, pupuk kandang juga butuh diberikan pada tanaman sayuran yang banyak konsumsi nitrogen hingga nitrogen begitu memastikan kuantita dikonsumsi pada fase vegetatif. Pemberian pupuk non organik SP 36, ZA, Kcl dengan perbandingan 1 : 1 : ½ berperan untuk penyanter tanaman vegetatif. Langkah pemupukan dengan meratakan di atas bedengan dengan jarak per 1 m serta diberikan 100 g.

♦ Penanaman

Penanaman Dengan Polybag

Jika tempat telah siap, jadi bibit bisa selekasnya ditanam. Yang butuh di perhatikan dalam penanaman yaitu saat tanam serta jarak tanam. Saat tanam terkait erat dengan iklim. Ada tanaman yang pas ditanam di musim penghujan, sedang Jarak tanam sesuai dengan morfologi tanaman serta tingkat kesuburan tanahnya. Mengatur jarak tanam bermakna berikan ruangan lingkup hidup yang sama/rata untuk tiap-tiap tanaman. Dengan mengatur jarak tanam ini bakal didapat barisan-barisan tanaman yang teratur hingga gampang dalam lakukan pengelolaan tanaman setelah itu.

Bibit yang telah siap tanam dicabut dipersemaian beserta akarnya bila bibit datang dari persemaian plastik atau tray 25-30 hari sesudah semai bibit segera ditanam pada lubang tanam dengan jarak 70×60 cm, Pada saat penanaman bibit diupayakan tanaman tomat tak menyentuh tanah, supaya tanaman tak membusuk serta terserang penyakit akibat kotoran dikarenakan oleh tanah, waktu yang paling pas untuk penanaman tomat yaitu 2-4 minggu sebelumnya hujan paling akhir. Penanaman dikerjakan pada sore hari supaya tanaman tak layu serta bisa menyesuaikan pada tempat yang ditanami.

♦ Pemeliharaan
• Penyiraman

Penyiraman tanaman sayuran banyak memerlukan air seperti tanaman tomat, sayuran daun memiliki kandungan ± saat penyiraman yang baik adalah pada sore hari butuh di ketahui kalau maksud penyiraman yaitu :
a. Menukar air yang telah banyak menguap pada siang hari ;
b. Kembalikan kemampuan tanaman pada keadan tanaman pada malam hari ;
c. Menambahkan pada tanaman yang kekurangan air.

Penyiraman sebaiknya dikerjakan dengan hati–hati, serta diupayakan tak atau jangan pernah tentang daun lantaran tanaman bakal gampang menanggung derita penyakit seperti virus. Penyiraman yang dikerjakan penyusun memakai alat berbentuk selang serta dikerjakan pada sore hari dengan maksud kurangi penguapan.

• Penyulaman
Bibit tomat yang baru ditanam, baik lewat persemaian ataupun segera ditanam tak semua bisa tumbuh serta bertahan jadi tanaman dewasa sebagian salah satunya tentu ada yang mati satu diantara langkah mengatasinya yaitu lakukan penyulaman, langkahnya waktu tomat berusia 7–14 hari sesudah tanaman kerjakan pergantian bibit yang mati dengan bibit yang baru serta di ambil dari bibit terdahulu atau bibit yang ditanam dengan selang saat 7–14 hari dari pertama penyemaian. Bila dalam 3 mingu sesudah tanam masihlah diketemukan bibit yang mati tak perlu lagi dikerjakan penyulaman, sebab penyulaman pada usia lebih, dari 3 minggu bakal membuahkan tanaman yang perkembangan serta usia panennya tak seragam hingga bakal menyusahkan penanaman.

• Penyiangan/Pembumbunan
Penyiangan mesti dikerjakan pada saat terlihat kalau sudah tumbuh gulma yang mengganggu perkembangan tanaman. Umumnya proses penyiangan diimbangi dengan pembumbunan tanah di sekitaran tanaman. Penyiangan bisa dikerjakan 2 atau 3 kali atau sesuai sama keadaan lega. penyiangan dikerjakan lewat cara dicabut memakai tangan serta yang susah dicabut memakai cangkul atau kored.

• Pemupukan
Pupuk umumnya diberikan sebagai pupuk basic atau pupuk susulan. Bisa diberikan pada tanah atau melalui daun atau sisi tanaman lain. Sebagai pupuk basic dapat dipakai pupuk kandang atau kompos. Pupuk susulan berbentuk pupuk NPK yang didapatkan 2 – 3 kali sepanjang pertumbuhannya lewat cara ditugal kan pada tiap-tiap tanaman. NPK 15-15-15 sejumlah dosis 2 gr/tanaman.

• Pemangkasan
Tanaman yang berbentuk perdu atau pohon biasanya butuh pemangkasan. Pemangkasan ini ditujukan diantaranya untuk membuat pohon, kurangi daun, mempercepat pembuahan, meremajakan tanaman, dan sebagainya.

Maksud membuat pohon yaitu supaya bisa berbunga atau berproduksi lebih banya. Pengurangan daun ditujukan untuk memperoleh hasil assimilasi bersih yang optimum. Dengan pemangkasan juga bisa saja mempercepat sistem pembuahan. Namun adakalanya pemangkasan dikerjakan untuk peremajaan tanaman (rejuvenilisasi).

Pada umumnya pemangkasan dikerjakan dengan memotong cabang/ranting yang tumbuhnya tak pas, memotong tunas-tunas air, atau memotong ranting-ranting yang terkena penyakit. Pemangkasan yang penulis kerjakan tiap-tiap satu minggu sekali sepanjang pertumbuhannya, setiap pohon cuma ditinggalkan sua cabang serta semasing cabang dilewatkan tumbuh semasing tiga tandan, serta buah yang dilewatkan semasing tandan disisakan 5 buah yang dipelihara supaya membuahkan buah yang besar.

• Pengikatan
Pengikatan pohon ditujukan untuk hindari tanaman tomat rubuh ketika berbuah serta agar tanaman tomat itu bisa tumbuh tegak

• Ingindalian hama serta penyakit
A. Hama
1. Ulat buah (Hiliothis armigera)
Ulat ini menyerang tomat yang masihlah muda hingga buah telah tua terlihat berlubang–lubang serta umumnya busuk lantaran infeksi, ulat ini bisa dibrantas denagn inteksida.

2. Nematoda (Helodogyama sP)
Cacing ini mengakibatkan akar–akar tomat berbintil–bintil, umumnya cuma muncul pada tanah–tanah enteng yang sangat asam (PH 4 – 5). Pemberantasan dengan nematisida.

3. Lalat buah (Dacus durcalis)
Lalat ini biasanya menyerang lewat cara menyuntikan telur–telurnya dalam kulit buah tomat, serta telur itu bakal jadi larva yang menggerogoti buah tomat dari dalam sehinga buah itu jadi busuk serta rontok. Lalat buah bisa dikendalikan lewat cara menyemprotkan inteksida systemik mulai sejak buah berusia 1 minggu.

4. Kutu putih (Pseu dococus SP)
Kutu putih menyerang tomat lewat cara mengisap cairan daun. Hama ini dapat mambawa penyakit embun jelaga. Mengakibatkan daun jadi keriting serta bunga/buah alami kerontokan pemberontakan pakai insektisida.

B. Penyakit
1. Blossom and Root (busuk ujung buah)
Umumnya menyerang buah tomat baik yang masihlah muda ataupun yang telah tua. Penyakit dikarenakan oleh kekurangan unsur hara mikro Ca kalsium. Pembarantasnya dengan penyebaran kapur dolomit. pemupukan yang berimbangan pengairan rata penyemprotan CaCl2 pada semua permukaan daun dengan frekwensi 5–7 hari sekali sejumlah 0, 1%.

2. Layu furasium
Umumnya menyerang buah tomat baik yang masihlah muda di dataran tinggi yang mempunyai kelembapan tinggi dimusim hujan. Langkah yang bisa menghindar serangan penyakit layu furasium, seperti berikut :
Kerjakan pemupukan yang berimbang
a. Tentukan serta tanam bibit yang tahan pada semua penyakit
b. Tentukan tempat penanaman yang berdrainse cukup baik.
c. Tentukan daerah yang bersikulasi hawa lancar
d. Tentukan tempat penanaman yang memperoleh cahaya matahari penuh.
e. Tentukan tanaman yang masihlah sehat.
f. Rendam bibit kedalam larutan benomil 0, 1% sebelumnya penanaman.

3. Bacterial will (layu bakteri)
Umumnya menyerang tanaman tomat yang tumbuh didaerah dataran rendah dengan suhu serta kelembapan yang tinggi penyakit ini dikarenakan oleh bakteri psedomonas penyakit ini bisa dikendalikan dengan menggunakan Agrep 20 wp atau agromicin 15/1, 5 wp.

4. Penyakit busuk buah
Umumnya dikarenakan oleh cendawan Collectroticum SP. Hindari serangan penyakit ini lewat cara pemangkasan yang teratur, melindungi kelembapan kebun, serta melindungi saniatasi tanah. Penyakit ini bisa dihindari serta diberantas dengan memakai bubur Bordeaux 1-3%, alcohol 50WP, Prekiur N, prukit PR 10/56 WP, ridomil serta antracol.

Panen serta Pasca Panen
Panen buah tomat di panen pertama kalinya pada usia 90 hari mulai sejak geser tanam. Lantas sepanjang 3–5 hari sekali hingga buah habis, buah tomat yang bakal di pasarkan dalam jarak jauh baiknya dipanen pada tingkat paket 75%, saat buah marih hijau atau kira–kira 5– hari lagi jadi merah, sedang untuk jarak dekat tingkat kemasakan 90% yaitu saat buah berwarna kuning kemerah – merahan.

Baca Juga Budidaya Tanaman Wortel dan Pemanfaatan Waring Dalam Peternakan Ikan Lele

Pemanfaatan Waring Dalam Peternakan Ikan Lele

Waring banyak digunakan dalam proses budidaya ikan lele. Beragam fungsi mulai dari penutup kolam, dasar kolam, sampai kepada fungsi yang digunakan saat melakukan panen.

Waring pada penggunaan seperti gambar di atas adalah waring yang berfungsi sebagai penahan hama, terutama hama dari atas (dari sampah pepohonan). Untuk mencapai ukuran yang seperti diinginkan, waring dengan lebar 1.2 meter harus di jahit sedemikian rupa hingga dapat menutupi area seperti yang diinginkan.

Ada juga jaring-jaring lain yang digunakan sebaga penahan hama, ini biasanya disebut dengan paranet. Ini bentuknya seperti samak (tikar tempat duduk) berbahan pelastik. Ini juga dapat digunakan sebagai penutup hama / sampah dari pepohonan atau apapun yang asalnya dari atas.

Waring atau jaring juga dapat digunakan sebagai jaring yang digunakan saat panen. Ini sangat membantu petani lele saat panen, karena sangat memudahkan dalam penangkapan. Tidak perlu nangkap satu-satu, sekali panen langsung angkat bersama-sama.

Begitu juga seperti gambar diatas ini, bagaimana ke-dua petani ini sedang melakukan panen lele, dengan cara mengangkat waringnya secara bersama-sama.

Kami (LIM CORPORATION) menjual WARING IKAN. WARING IKAN sering dipakai dalam keramba ikan atau ada yang menggunakannya sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman masuk.

Tersedia WARING IKAN benang single merk Arwana ukuran 120 cm x 100 m, dan WARING IKAN benang double RK ukuran 120 cm x 100 m. WARING IKAN ini berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya.

Dan untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami (LIM CORPORATION) :
– SMS / Call  : 0877 0282 1277

Budidaya Tanaman Cabai

PM 999-600x600

Seperti yang kita ketahui selama ini, cabai merah merupakan komoditi bernilai ekonomis yang tinggi, namun harus di barengi dengan pengetahuan yang tepat dalam menanam cabai merah ini, terutama dalam cara yang baik dalam budidaya. Pun juga harus cerdik dalam menyiasati pasar, agar pas panen harga tidak anjlok, yang membuat kita merugi.

Tanaman cabai pada dasarnya tanaman yang mudah tumbuh diberbagai daerah dan kondisi tanah seperti apapun namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Harus dipahami sebelum menanam cabai, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman cabai ini.

Apa Syarat Tumbuh Tanaman Cabai?
Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi syarat tumbuhnya tanaman cabai, antara lain:
1. Tanaman cabai harus ditanama pada tanah yang gembur dan subur, untuk itu lakukan pengolahan lahan dengan baik.
2. PH tanah harus berkisar antara 6,5 – 6,8.
3. Ketersedian air sangat dipentingkan, karena tumbuhan ini sangat membutuhkan air, baik sebagai pelarut unsur ahra ataupun digunakan dalam proses fotosintesis dan proses respirasi.
4. Tanaman ini cocok ditanam pada daerah yang memiliki curah hujan yang cukup. artinya tidak berlebih dan tidak kurang.

Proses Penanaman Cabai
Persiapan Lahan.
Siapkan lahan terlebih dahulu, kemudian lakukan proses pembajakan. Pembajakan bertujuan untuk menggemburkan tanah, sehingga proses pengolahan lahan selanjutnya bisa berjalan dengan baik. Selanjutnya buatlah bedengan, sedangkan ukurannya bisa menggunakan lebar 100 hingga 120 cm, tinggi bedengan berkisar antara 50 hingga 70 cm. Dan lebar parit bisa sekitar 40-50 cm.

Kemudian lakukan pupuk dasar dengan pemberian pupuk kompos organik sebanyak 40-50 ton/ha dengan bertujuan untuk memenuhi unsur hara dalam tanah sebelum tanam. Penggunaan mulsa tidaklah diwajibkan, namun sangat disarankan, karena dengan menggunakan mulsa hitam perak dapat menguntungkan dalam berbagai hal. Info selengkapnya tentang manfaat mulsa plastik hitam perak untuk budidaya tanaman silahkan klik disini.

Pembibitan dan Penanaman Cabai
Buatlah media semai dengan komposisi 21 liter tanah dengan 10-15 pupuk kandang, gunakan polybag kecil sebagai wadah media, lakukan penyemaian pada media tersebut. Pemeliharaan bibit dilakukan dengan membungka sungkup ditiap pagi jam 07.00 hingga jam 10.00, kemudian ditutup lagi hingga sore hari sekitar jam 15.00 hingga 17.00. Ketika bibit berumur 5 hari buka sungkup sepenuhnya.

Penyiraman dilakukan seminimal mungkin dan jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi, gunakan pestisida nabati untuk melakukan Pengendalian kemungkinan ada hama di umur muda itu.
Lakukan Pemindahan bibit semai ketika sudah keluar daun sejati sebanyak 4 helai, pindahkan secara hati-hati.

Pemeliharaan Tanaman Cabai
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan hingga umur tanaman cabai mencapai 3 minggu, jangan lakukan penyulaman hingga terlalu tua, hal ini akan menyebabkan tanaman tidak sama atau tidak seragam.

2. Pengikatan Tanaman
Pengikatan tanaman bertujuan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman kuat dan kekar ketika diterpa angin, selain itu ini juga dilakukan untuk menjaga kelembaban saat tanaman tumbuh dewasa. Dilakukan hingga cabang utama terbentuk yang ditandai dengan munculnya bunga pertama. Untuk mengikat tanaman biasa menggunakan rafia, atau lebih baik menggunakan tali gawar atau tali salaran. Karena dengan menggunakan tali salaran akan lebih menghemat biaya, tali tidak mudah rusak, lebih ulet dan awet dalam segala cuaca.
Informasi selengkapnya tentang tali gawar/tali salaran silahkan klik disini.

3. Sanitasi Lahan
Sanitasi lahan dilakukan dengan beberapa tahap, diantaranya adalah, pengendalian hama/gulma, melakukan pengendalian air ketika musim hujan tiba sehingga genangan air dapat dialirkan, ketika tanaman cabai terkena penyakit maka lakukan sanitasi dan kendalikan hama sedetil mungkin.

4. Pengairan
Pengairan diberikan secara teratur dan terukur, dengan dilakukan penggenangan atau pengeleban hanya seminggu sekali jika tidak adahujan. Dan yang perlu menjadi catatan penggenangan dilakukan hanya 1/3 dari dalamnya bedengan.

Pemupukan Tanaman Cabai
1. Pupuk Akar
Dilakukan dengan cara pengocoran dengan beberapa aplikasi, diantaranya :
Umur 15 hari setelah tanam (HST) dengan menggunakan pupuk organik dengan dosis disesuaikan dengan jenis pupuk organik yang digunakan. Kemudian pupuk juga diberikan pada umur 46 hari setelah masa tanam dengan menggandakan dosis yang diberikkan pada tahap awal.
Dan setelah itu, pada umur 76 hari setelah masa tanam, dengan menambah dosis pupuk pada tahap kedua.

2. Pupuk Daun
Pupuk daun pada tanaman cabai bisa menggunakan POC atau pupuk organik cair, Pupuk ini langsung disemprotkan ke daun, Pupuk ini bertujuan untuk menyuburkan daun, dan mempermudah proses fotosintetis jika daun tanaman subur dan rindang.

Pengendalian Hama Pada Tanaman Cabai
Pengendalian hama dilakukan dengan cara PHT, yang paling penting adalah mengenali jenis Hama dan Penyakit yang terjadi pada tanaman, dan lakukan tindakan yang cepat dengan melakukan pengendalian terkontrol

Proses Pemanenan Tanaman Cabai
Proses pemanenan tanamanam cabai merah sangat mudah sekali, namun yang harus diperhatikan adalah tanaman cabai bisa dilakukan pada saat tanaman berusia 90 hingga 120 hari setelah masa tanam. dan yang perlu diperhatikan adalah persentase masak tanaman atau cabai adalah berkisar antara 80-90 persen masak.

jual-waring-sayur-unt-lain-lain-1508602

Untuk memudahkan pengepakan dan pengangkutan dan mencegah agar cabai tidak mudah busuk/rusak sebaiknya gunakan karung jaring (waring sayur). Untuk kebutuhan waring sayur (waring merah dan waring kuning) silahkan hubungi kami sms/call: 08123.258.4950 – 0877.0282.1277 – 0852.3392.5564.
Baca juga Jual Waring Sayur Harga Murah.

Pengertian Waring

Waring adalah merupakan anyaman yang dibuat dari bahan plastik. Secara umum berdasarkan penggunaannya waring dibedakan menjadi dua macam, yakni waring sayur & waring ikan.

jual-waring-sayur-unt-lain-lain-1508602

1. WARING SAYUR

Sesuai namanya waring sayur ini digunakan untuk membungkus/mengepak sayur atau hasil pertanian & perkebunan, misalnya kol, cabai (lombok), wortel, tomat, dll. Mengapa menggunakan waring sayur, kok tidak menggunakan karung seperti beras? Karena waring sayur memiliki kerapatan anyaman yang sangat longgar, pori-porinya lebar, sirkulasi udara bisa terjaga dengan baik. Sehingga sayur yang dikemas dalam waring bisa lebih awet, tahan lama, dan tidak mudah membusuk.

Ada beberapa pilihan warna waring sayur di pasaran, yakni waring kuning, waring merah, waring ungu, waring orange, dan waring hijau. Warna waring sayur disesuaikan dengan warna jenis sayurnya, misalnya waring untuk cabai biasanya warna merah, waring untuk kol biasanya warna hijau, dst.

Berikut beberapa ukuran waring sayur yang tersedia pada kami:
Ukuran waring sayur yang tersedia saat ini:
Waring Sayur Warna Kuning
– 46×72 cm
– 50×80 cm
– 60×100 cm

Waring Sayur Warna Merah
– 50×75 cm
– 55×80 cm
– 55×85 cm
– 55×95 cm
– 60×90 cm
– 60×100 cm
– 80×120 cm
– 90×120 cm

Waring Sayur Warna Ungu
– 60×100 cm

Catatan:
*** Waring sayur merk MULYANA
*** Minimal order waring sayur sebanyak 5.000 lembar (5 ball, 1 ball = 1000 lembar)

2. WARING IKAN

Waring ikan biasa digunakan untuk keramba ikan atau sebagai pagar pada tambak ikan, yang berfungsi agar ikan tidak melompat/keluar dari area tambak. Waring ikan biasanya berwarna hitam, ada anyaman yang tersususn dari satu benang (single) & ada juga waring ikan dengan benang ganda (double).
Waring ini juga sering digunakan sebagai pagar di bidang pertanian dan juga perkebunan sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman agar tidak bisa masuk ke lahan.

waring ikan merk arwana (2)

Tersedia waring ikan merk ARWANA dengan spesifikasi sebagai berikut:
– ukuran 120 cm x 100 meter
– benang satu (single)
– berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya
– 1 ball = 10 roll
– berat sekitar 80 kg/ball
– minimal order 1 ball (10 roll)

Untuk informasi harga waring sayur & harga waring ikan silahkan hubungi kami:
– SMS / Call: 0812 3258 4950 | 0852 3392 5564 | 0877 0282 1277
– Email: limcorporation2009@gmail.com
– Phone: 031-8830487

 

Cara Budidaya Ikan Nila Dengan Menggunakan Waring Ikan

1. Kolam
Jenis kolam yang umum dipergunakan untuk budidaya ikan nila antara lain seperti :
Kolam pemeliharaan induk. Kolam ini berfungsi sebagai kolam pemijahan. Kolam sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 20-22 derajat C, kedalaman air 40-60 cm, dasar kolam sebaiknya berpasir.

Kolam pemeliharaan benih atau kolam pendederan. Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan atau ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.

Kolam pembesaran. Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Ada kalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, seperti:

Kolam pembesaran tahap pertama berfungsi untuk memelihara benih ikan selepas dari kolam pendederan. Kolam ini sebaiknya berjumlah antara 2-4 buah dengan luas maksimum 250-500 meter persegi/kolam. Pembesaran tahap pertama ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab benih ukuran ini memerlukan ruang yang luas. Setelah benih menjadi gelondongan kecil maka benih memasuki pembesaran tahap kedua atau langsung dijual kepada pera Petani.

Kolam pembesaran tahap kedua berfungsi untuk memelihara benih gelondongan besar. Kolam dapat berupa kolam tanah atau sawah. Keramba apung juga dapat digunakan dengan mata jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran pembesaran tahap kedua sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.

Kolam pembesaran tahap ketiga berfungsi untuk membesarkan benih. Diperlukan kolam tanah antara 80-100 cm dengan luas 500-2.000 meter persegi.

Pembesaran ikan nila dapat pula dilakukan di jaring apung, berupa Hapa berukuran 1 x 2 m sampai 2 x 3 m dengan kedalaman 75-100 cm. Ukuran hapa dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain itu sawah yang sedang diberokan dapat dipergunakan pula untuk pemijahan dan pemeliharaan benih ikan nila. Sebelum digunakan petak sawah diperdalam dahulu agar dapat menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1- 1,5 m dengan kedalaman 60-75 cm.

2. Peralatan

Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan nila diantaranya adalah: jala, waring ikan, hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg),cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan nila antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segi empat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).

3. Persiapan Media

Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dan lain sebagainya. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan yaitu :

Pengeringan kolam selama beberapa hari. Lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi.

Pemupukan dengan Pupuk Organik Nasa yang berupa TON + Pupuk makro, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi.

B. Pembibitan

1. Pemilihan Bibit dan Induk

Ciri-ciri induk bibit nila yang unggul adalah sebagai berikut :
1. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.
2. Pertumbuhannya sangat cepat.
3. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
4. Resisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
5. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.

Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 120-180 gram lebih per ekor dan berumur sekitar 4-5 bulan. Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:

a. Betina
– Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
– Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
– Warna perut lebih putih.
– Warna dagu putih.

Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.

b. Jantan
– Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
– Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
– Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.
– Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.
– Jika perut distriping mengeluarkan cairan.

Ikan nila sangat mudah kawin silang dan bertelur secara liar. Akibatnya, kepadatan kolam meningkat. Disamping itu, ikan nila yang sedang beranak lambat pertumbuhan sehingga diperlukan waktu yang lebih lama agar dicapai ukuran untuk dikonsumsi yang diharapkan. Untuk mengatasi kekurangan ikan nila di atas, maka dikembang metode kultur tunggal kelamin (monoseks). Dalam metode ini benih jantan saja yang dipelihara karena ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat daripada ikan nila betina.

Ada beberapa cara untuk memproduksi benih ikan nila jantan yaitu :
1. Secara manual (dipilih)
2. Sistem hibridisasi antarjenis tertentu
3. Merangsang perubahan seks dengan hormon
4. Teknik penggunaan hormon seks jantan ada dua cara.
5. Perendaman
6. Perlakuan hormon melalui pakan

2. Pembenihan dan Pemeliharaan Benih

Pada usaha pembenihan, kegiatan yang dilakukan adalah :

– Memelihara dan memijahkan induk ikan untuk menghasilkan anak ikan.
– Memelihara anak ikan (mendeder) untuk menghasilkan benih ikan yang lebih besar.

Usaha pembenihan biasanya menghasilkan benih yang berbeda-beda ukurannya. Hal ini berkaitan dengan lamanya pemeliharaan benih. Benih ikan nila yang baru lepas dan mulut induknya disebut “benih kebul”. Benih yang berumur 2-3 minggu setelah menetas disebut benih kecil, yang disebut juga putihan (Jawa Barat). Ukurannya 3-5 cm. Selanjutnya benih kecil dipelihara di kolam lain atau di sawah. Setelah dipelihara selama 3-1 minggu akan dihasilkan benih berukuran 6 cm dengan berat 8-10 gram/ekor. Benih ini disebut gelondongan kecil. Benih nila merah. Berumur 2-3 minggu, ukurannya ± 5 cm. Gelondongan kecil dipelihara di tempat lain lagi selama 1- 1,5 bulan. Pada umur ini panjang benih telah mencapai 10-12 cm dengan berat 15-20 gram. Benih ini disebut gelondongan besar.

3. Pemeliharaan Pembesaran

Dua minggu sebelum dipergunakan kolam harus dipersiapkan. Dasar kolam dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan dan dicangkul sambil diratakan. Tanggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai terjadi kebocoran. Saluran air diperbaiki agar jalan air lancar. Dipasang saringan pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Dan untuk selanjutnya adalah :

a. Pemupukan

Pemupukan dengan jenis pupuk organik, anorganik (Urea dan TSP), serta kapur. Cara pemupukan dan dosis yang diterapkan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh dinas perikanan daerah setempat, sesuai dengan tingkat kesuburan di tiap daerah. Beberapa hari sebelum penebaran benih ikan, kolam harus dipersiapkan dahulu. Pematang dan pintu air kolam diperbaiki, kemudian dasar kolam dicangkul dan diratakan. Setelah itu, dasar kolam ditaburi kapur sebanyak 100-150 kg/ha. Pengapuran berfungsi untuk menaikkan nilai pH kolam menjadi 7,0-8,0 dan juga dapat mencegah serangan penyakit.

Selanjutnya kolam diberi pupuk organik Nasa yang berupa TON dengan di tambahkan Pupuk Urea dan TSP juga diberikan sebanyak 50 kg/ha. Urea dan TSP diberikan dengan dicampur terlebih dahulu dengan TON tadi lalu ditebarkan merata di dasar kolam. Selesai pemupukan kalam diairi sedalam 10 cm dan dibiarkan 3-4 hari agar terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan kapur dengan tanah. Han kelima air kolam ditambah sampai menjadi sedalam 50 cm, lalu masukkan Produk Nasa yang berupa POC NASA kedalam kolam dan diamkan selama 2 hari 2 malam . Setelah itu, air kolam tersebut ditebari benih ikan nila. Pada saat itu fitoplankton mulai tumbuh yang ditandai dengan perubahan warna air kolam menjadi kuning kehijauan. Di dasar kolam juga mulai banyak terdapat organisme renik yang berupa kutu air, jentik-jentik serangga, cacing, anak-anak siput dan sebagainya. Selama pemeliharaan ikan, air kolam diatur sedalam 75- 100 cm.

b. Pemberian Pakan

Pemupukan kolam telah merangsang tumbuhnya fitoplankton, zooplankton, maupun binatang yang hidup di dasar, seperti cacing, siput, jentik-jentik nyamuk dan chironomus (cuk). Semua itu dapat menjadi makanan ikan nila. Untuk pakan tambahan bisa juga di tambahkan pakan buatan yang berupa pelet dengan ukuran kecil yang bisa di makan oleh bibit ikan tersebut.Jangan lupa di campurkan dengan produk nasa yang berupa Viterna + POC Nasa + Hormonik ke dalam pelet tersebut. Boleh juga diberi makan tumbuhan air seperti ganggeng (Hydrilla) dlsb.

c. Pemeliharaan Kolam/Tambak

Sistem dan intensitas pemeliharaan ikan nila tergantung pada tempat pemeliharaan dan input yang tersedia.Target produksi harus disesuaikan dengan permintaan pasar. Biasanya konsumen menghendaki jumlah dan ukuran ikan yang berbeda-beda. Intensitas usaha dibagi dalam tiga tingkat, yaitu :

a) Sistem ekstensif (teknologi sederhana)

Sistem ekstensif merupakan sistem pemeliharaan ikan yang belum berkembang. Input produksinya sangat sederhana. Biasanya dilakukan di kolam air tawar. Dapat pula dilakukan di sawah. Pengairan tergantung kepada musim hujan. Kolam yang digunakan biasanya kolam pekarangan yang sempit. Hasil ikannya hanya untuk konsumsi keluarga sendiri. Sistem pemeliharaannya secara polikultur. Sistem ini telah dipopulerkan di wilayah desa miskin.

Pemupukan tidak diterapkan secara khusus. Ikan diberi pakan berupa bahan makanan yang terbuang, seperti sisa-sisa dapur, limbah pertanian (dedak, bungkil kelapa dll.).

Perkiraan pemanenan tidak tentu. Ikan yang sudah agak besar dapat dipanen sewaktu-waktu. Hasil pemeliharaan sistem ekstensif sebenar cukup lumayan, karena pemanenannya bertahap. Untuk kolam herukuran 2 x 1 x 1 m ditebarkan benih ikan nila sebanyak 20 ruang berukuran 30 ekor. Setelah 2 bulan diambil 10 ekor, dipelihara 3 bulan kemudian beranak, demikian seterus. Total produksi sistem ini dapat mencapai 1.000 kg/ha/tahun 2 bln. Penggantian air kolam menggunakan air sumur. Penggantian dilakukan seminggu sekali.

b) Sistem semi-Intensif (teknologi madya)

Pemeliharaan semi-intensif dapat dilakukan di kolam, di tambak, di sawah, dan di jaring apung. Pemeliharaan ini biasanya digunakan untuk pendederan. Dalam sistem ini sudah dilakukan pemupukan dan pemberian pakan tambahan yang teratur.

Prasarana berupa saluran irigasi cukup baik sehingga kolam dapat berproduksi 2-3 kali per tahun. Selain itu, penggantian air juga dapat dilakukan secara rutin. Pemeliharaan ikan di sawah hanya membutuhkan waktu 2-2,5 bulan karena bersamaan dengan tanaman padi atau sebagai penyelang. OIeh karena itu, hasil ikan dan sawah ukurannya tak lebih dari 50 gr. Itu pun kalau benih yang dipelihara sudah berupa benih gelondongan besar.

Budi daya ikan nila secara semi-intensif di kolam dapat dilakukan secara monokultur maupun secara polikultur. Pada monokultur sebaiknya dipakai sistem tunggal kelamin. Hal mi karena nila jantan lebih cepat tumbuh dan ikan nila betina.

Usaha tani kangkung, genjer dan sayuran lainnya juga dapat dipelihara bersama ikan nila. Limbah sayuran menjadi pupuk dan pakan tambahan bagi ikan. Sedangkan lumpur yang kotor dan kolam ikan dapat menjadi pupuk bagi kebun sayuran.

c. Sistem intensif (teknologi maju)

Sistem pemeliharaan intensif adalah sistem pemeliharaan ikan paling modern. Produksi ikan tinggi sampai sangat tinggi disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Pemeliharaan dapat dilakukan di kolam atau tambak air payau dan pengairan yang baik. Pergantian air dapat dilakukan sesering mungkin sesuai dengan tingkat kepadatan ikan. Volume air yang diganti setiap hari sebanyak 20% atau bahkan lebih.

Pada usaha intensif, benih ikan nila yang dipelihara harus tunggal dain jantan saja. Pakan yang diberikan juga harus bermutu.

4. Pemanenan
Setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bulan, Ikan Nila dapat dipanen. Pada saat panen total ukuran ikan bervariasi di atas 50 gram/ ekor.

Sistem pemanenan dapat juga dilakukan secara bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Teknik memanen yang paling mudah dan murah dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.

Selama panen air segar perlu dialirkan ke dalam kolam untuk mencegah agar ikan tidak banyak yang mati. Ikan akan berkumpul di bak-bak (kubangan) penangkapan atau dalam saluran, kemudian diserok/ditangkap. Setelah panen selesai, kolam pemeliharaan dikeringkan dan dilakukan persiapan kembali untuk pemeliharaan berikutnya.

Kami (LIM CORPORATION) menjual WARING IKAN. WARING IKAN sering dipakai dalam keramba ikan atau ada yang menggunakannya sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman masuk.

Tersedia WARING IKAN benang single merk Arwana ukuran 120 cm x 100 m, dan WARING IKAN benang double RK ukuran 120 cm x 100 m. WARING IKAN ini berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya.

Dan untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami (LIM CORPORATION) :
– SMS / Call : 0877 0282 1277