Rasakan Keuntungan “Tiada Matinya” Dengan Ternak Lele Sankurian

Usaha ternak lele begitu meyakinkan karena lele banyak dibutuhkan oleh warung-warung tenda yang menjajahkan masakan lele. Belum lagi permintaan yang datang dari restoran dan rumah tangga, lele juga kerap dimasak menjadi produk olahan lain yang menggugah selera. Maka dari itu bisnis budidaya ikan lele juga menguntungkan

Bisnis Ikan Lele Tak Ada Matinya

Terbukanya pasar lele yang luas juga masih diikuti oleh teknologi budidaya lele yang tidak susah. Dengan hanya menggunakan kolam tanah, kolam terpal, atau kolam beton, lele sudah bisa dibesarkan.

Dengan ditemukannya lele jenis sangkurian, waktu pembesaran lele juga dapat dipersingkat. Untuk lele jenis sangkurian ini memang beda hanya dibutuhkan waktu 50 hari pemanenannya berbeda dengan lele biasanya yang membutuhkan waktu 5 bulan untuk panen

Dengan menebar lele ukuran 7-10 cm kurang dari 2 bulan kemudian, benih tersebut telah tumbuh mencapai 9-10 ekor/kg. Ukuran tersebut itulah yang paling banyak dicari oleh pedagang lele.

 

Keuntungan Usaha Ikan Lele Sankurian

  • Keuntungan Bisnis Ikan Lele
    Permintaan yang semakin meningkat karena banyak pedagang kaki lima yang menyuguhkan hidangan lele menjadikan bisnis pembesaran lele tidak pernah surut. Pembudidaya ikan lele tidak perlu ragu untuk memproduksi lebih banyak lagi. Sejumlah pembudidaya ternak lele bahkan menyampaikan bahwa berapapun produksi lele, pasar mampu menyerapnya dengan cepat.

 

  • Alasan Memilih Bisnis Ternak Lele
    Ada banyak alasan mengapa bisnis ikan lele tidak pernah surut, terutama bisnis pembesaran. Namun, dari sekian banyak alasan tersebut, minimal ada 5 hal yang menjadikan banyak orang terjun dalam bisnis ini, mulai dari sekadar usaha sampingan, investasi masa depan, hingga sebagai sumber pendapatan utama keluarga.

lele pyton

Kelebihan Melakukan Bisnis Ikan Lele

  • Permintaannya Tinggi
    permintaan lele cukup tinggi dan cenderung terus menignkat. Hal ini sangat wajar karena lele adalah bahan makanan yang setiap hari dikonsumsi. Hampir disetiap sudut kota-mulai dari kota besar sampai kota kecil-sangat mudah ditemukan warung-warung penjual lele. Berdasarkan sejumlah informasi, kebutuhan lele di daerah jabodetabek misalnya, tak kurang dari 40 ton sehari. Itupun masih didatagakn dari lyar daerah tersebut. Sementara di daerah yogjakarta dan sekitarnya berkisar 8 – 10 ton perhari.

 

  • Bisnis Ikan Lele – Mudah Diusahakan
    Pembesaran lele sebenarnya tidak teralu sulit diusahakan. Bahkan, bagi pemula pun bisa dengan cepat mempelajarinya. Kunci dalam pembesaran lele adalah penggunaan benih yang berkualitas, menjaga kualitas air pemeliharaan, dan pemberian pakan yang tepat.

 

  • Waktu Pemeliharaan Bisa Dipercepat
    Untuk memanen ikan lele, pemanenan ikan lele bisa diatur waktunya. Tergantung ukuran benih yang ditebar dan intensitas pemeliharaan. Sebagai contoh, dengan menebar benih ukuran 7-9 cm, bisa dipanen dalam waktu kurang dari 2 bulan, yaitu 50 hari.
  • Bisnis Ikan Lele – Modal Kecil, Untung Besar
    Memulai usaha pembesaran ikan lele tidak harus dengan modal besar. Menebar benih sekitar 5.000 ekor, dibutuhkan modal awal sekitar Rp. 5 – 7 juta. Dengan waktu pemeliharaan kurang dari 2 bulan, pembudidaya dapat memperoleh keuntungan sekitar 15% dari biaya yang dikeluarkannya.

 

  • Bisa Dipelihara di Berbagai Wadah dan Diusahakan di Lahan Sempit
    Bisnis ikan lele khususnya pemeliharaan ini dapat Anda sediakan di berbagai wadah seperti tong, kolam taman, kolam tanah, kolam terpal, kolam tembok, dan kolam jaring apung.

lele sangkurian

Cara Merawat Ikan Lele agar Cepat Besar

  • Lele Ukuran Super Paling Banyak Dicari
    Maraknya bisnis ikan lele pasca panen seperti olahan lele dan menjamurnya usaha warung pecel lele membuat banyak pemula yang ingin terjun dalam usaha pembesaran lele. Sayangnya, semangat tersebut sering sekali tidak disertai dengan pengetahuan yang cukup. Agar dapat sukses dalam usaha dan bisnis ikan lele terutama masa pemeliharaan maka sebaiknya maka sebaiknya memahami hal-hal yang bersifat teknis dan non teknis budidaya. Sebagai contohnya, karakteristik pasar lele adalah hanya ikan lele dengan ukuran tertentu yang diterima oleh pedagang dengan harga tinggi, yaitu ukuran 8-10 ekor per kg (lele ukuran super). Jika ukuran diluar itu, biasanya harganya akan lebih murah dengan selisih Rp.1.000 – 2000 per kg.
Advertisements