Budidaya Dengan Sistem Total Akuakultur, Untung Berlimpah

IMG_3149

Permintaan konsumen ikan semakin meningkat. Ini terbukti dari data produksi ikan mas yang diperkirakan mencapai 4.000 ton setiap bulannya. Demikian juga dengan jenis ikan konsumsi lainnya seperti nila serta bawal, yang mencapai sekitar 1.000—2.000 ton setiap bulannya.

Sayangnya, permintaan yang tinggi belum tercukupi karena sistem pembudidayaan masih banyak yang mengandalkan kondisi alam. Padahal, ini bisa diakal dengan memakai sistem total akuakultur. Apa itu total akuakultur?

Istilah total akuakultur pertama kali disebarluaskan oleh Guru Besar Institut Pertanian Bogor. Kata ‘total’ mengacu pada teknik permainan tim nasional Belanda, Total Football. Pada teknik tersebut semua bagian dikerahkan bersamaan, baik pada saat melaksanakan serangan maupun bertahan.

Total akuakultur mempunyai arti yaitu menerapkan seluruh unsur yang memengaruhi produktivitas budidaya secara simultan dan sebaik mungkin. Dengan begitu, jika timbul masalah yang bisa mengurangi produktivitas atau bahkan kegagalan, bisa diatasi lebih dini.

Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi produktivitas antara lain air, kondisi ikan, dan faktor pendukung lainnya. Faktor pendukung ini co0ntohnya teknologi pakan, pemacu pertumbuhan dan peningkatan daya tahan, serta skala usaha.

Budidaya ikan dengan sistem total akuakultur sudah banyak diterapkan pada budidaya skala industri, terutama di luar negeri. Salah satu contohnya, budidaya ikan salmon. Pengaplikasian sistem total akuakultur ini mengontrol berbagai hal. Mulai dari kualitas air kolam hingga penggunaan probiotik serta vitamin. Produksi yang dihasilkan pun sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan.

Baca Juga :

Ini Tips Agar Sukses Budidaya Mangga Alpukat Dengan Pot
Ini Dia Trik Jitu Budidaya Terong Di Musim Kemarau
Menguntungkan, 4 Trik Budidaya Buah Kiwi

Sistem total akuakultur menjamin kelangsungan usaha budidaya ikan. Berdasarkan praktik lapangan, sistem ini mampu meningkatkan hasil budidaya ikan.

Aplikasi budidaya sistem total akuakultur lebih efektif diterapkan pada budidaya ikan air tawar. Adapun budidaya ikan air laut belum bisa berhasil dengan baik. Ini karena lingkungan laut belum bisa dikontrol dengan baik, demikian pula dengan ketersediaan benih unggul untuk komoditas air laut.

Dari ulasan tadi, ada beberapa kelebihan budidaya ikan dengan sistem total akuakultur, yaitu :

  • Tak perlu lahan luas : pembesaran lele di kolam terpal berdiameter 3 m, mampu menampung 3.000 ekor.
  • Mudah untuk dikerjakan : penerapan total akuakultur cocok pada segmen pembesaran.
  • Modal lebih sedikt : biaya yang dikeluarkan untuk pembesaran benih lele sebanyak 3.000 ekor yaitu Rp4 juta dengan volume kolam terpal bulat 3 m3.
  • Panen lebih cepat : dengan ukuran benih 7—9cm akan bisa dipanen dalam waktu 2 bulan.

Jika Anda membutuhkan atau ingin budidaya dengan Waring Ikan ataupun untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Advertisements