Langkah Tepat Budidaya Wortel Supaya Hasil Panen Melimpah

fgggsdfgdfh

Siapa yang tidak mengenal wortel?? Wortel (Daucus carrota L.) merupakan
tumbuhan jenis sayuran yang dimanfaatkan umbinya. wortel memiliki umbi yang
berwarna jingga atau oranye terang. Wortel memiliki rasa yang gurih, renyah
serta agak manis. Wortel juga merupakan sumber vitamin A, vitamin B, Serta
vitamin C yang baik untuk kesehatan tubuh.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan wortel seperti tanah, suhu, curah hujan,
kelembaban, dan intensitas penyinaran matahari. Tanah yang cocok untuk
budidaya wortel merupakan tanah yang gembur yang memiliki banyak kandungan
unsur hara serta mempunyai kadar pH tanah berkisar antara 5.5 – 6.5.
Suhu yang optimal untuk pertumbuhan wortel adalah 15.6 – 21.1 °C dengan
Kelembaban udara yang cocok bagi pertumbuhan wortel ialah 80 -90 %. Hal – hal yang perlu dilakukan dalam budidaya tanaman wortel ialah:

*Baca Juga : Cara Paling Jitu Meningkatkan Produktivitas Tanaman Padi

Memilih Benih
Bibit wortel yang akan dipilih harus memenuhi syarat seperti tanaman tumbuh
subur dan kuat, berasal dari varietas unggul, murni dengan daya kecambahnya
tinggi ,berasal dari jenis yang berumur pendek, bentuknya seragam, bebas dari
hama dan penyakit (sehat), dan berproduksi tinggi.
Gosok benih wortel dengan kedua telapak tangan agar benih satu dan lainnya
tidak saling menempel.
Kemudian rendam benih wortel dalam air dingin selama 12 -24 jam atau dalam
air hangat (60 °C) selama 15 menit. Untuk mempercepat proses perkecambahannya.

Persiapan Lahan Budidaya Wortel
Lahan untuk menanam wortel harus dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih
40 cm terlebih dahulu. Kedalaman ini sangat penting mengingat tanaman wortel
akan dipanen umbinya. Tanah yang didigunakan untuk menanam wortel harus
gembur agar wortel tumbuh dengan sempurna.
Setelah tanah digemburkan, selanjutnya buat bedengan dengan ukuran lebar 120
-150 cm, tinggi 30-40 cm, sedangkan jarak antar bedengan adalah 50-60 cm
serta panjang tergantung pada keadaan lahan.
Saat membuat bedengan, campurkan pula pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai
pupuk dasar. Dosis pemberian pupuk sebanyak 15-20 ton per hektar. Jumlah
tepatnya sesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.
Buat larikan pada permukaan bedengan untuk menaburkan benih. Jarak antar
larikan 20 cm dengan kedalaman sekitar 5 cm.

Penanaman benih
Benih wortel dapat ditanam secara langsung, tanpa tahap penyemaian terlebih dahulu. Kebutuhan benih untuk budidaya wortel kurang lebih sebanyak 3-5 kg per hektar.
Benih wortel berasal dari biji, bentuknya kecil-kecil serta cenderung menempel
karena mempunyai serabut seperti bulu pada permukaannya. Maka dari itu
sebelum ditaburkan gosok-gosokkan terlebih dahulu dengan telapak tangan agar
benih tidak saling menempel. Atau, campurkan abu pada benih tersebut.
Taburkan benih diatas larikan kemudian tutup dengan tanah. Apabila tanahnya
kering, maka siram sedikit untuk menjaga kelembabannya. Tanaman wortel akan tumbuh setelah 10 hari.

Pemeliharaan Tanaman
Tanaman wortel memerlukan air yang memadai pada fase awal pertumbuhannya, sehingga perlu disiram  secara konsisten yaitu 1 -2 kali sehari, terutama pada musim kemarau. Jenis pupuk yang digunakan pada pemupukan susulan ialah jenis urea atau ZA. Dosis pupuk yang digunakan adalah urea 100 kg/ha atau ZA 200 kg/ha. Waktu pemberian pupuk susulan dapat dilakukan pada saat tanaman wortel berumur 1 bulan. Cara pemupukan yang baik yaitu dengan menyebarkan secara merata dalam alur-alur atau dimasukkan ke dalam lubang pupuk (tugal) sedalam 5-10 cm dari batang wortel, kemudian tutup dengan tanah serta disiram atau diairi hingga agak basah.
Lakukan penyiangan dengan membersihkan gulma atau tanaman penggangu di
sekitar tanaman wortel.

*Baca Juga : Langkah Tepat Budidaya Bawang Merah Agar Hasil Lebih Optimal

Hama dan Penyakit Tanaman
Hama yang sering menyerang tanaman wortel ialah Ulat tanah (Agrotis ipsilon
Hufn.), Kutu daun (Aphid, Aphis spp.), Lalat atau magot (Psila rosae).
Sedangkan Penyakit yang sering menyerang tanaman wortel merupakan Bercak daun
Cercospora, Nematoda bintil akar, Busuk alternaria. Pengendalian secara
kimiawi bisa dilakukan menggunakan insektisida Furadan 3 G atau Indofuran 3 G
pada waktu tanam atau disemprot dengan menggunakan Hostathion 40 EC dan
lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

Panen
Wortel dapat dipanen setelah berumur 100 hari tergantung dari varietasnya. Pemanenan tidak boleh terlambat karena umbi akan semakin mengeras (berkayu) jika
melebihi masa panen. Cara pemanenan wortel yaitu dengan cara mencabut seluruh
tanaman beserta umbinya. Pemanenan wortel dapat dilakukan pagi hari agar
dapat segera dipasarkan. Saat memanen wortel usahakan tidak merusak kondisi
wortel, karena dapat menurunkan kualitas serta harga jualnya nanti.

Selamat mencoba….

Advertisements

Langkah Mudah Budidaya Ikan Nila Agar Hasil Panen Melimpah

waring

Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan ikan nila, ikan yang satu ini mempunyai ciri khas warna yang kehitaman atau keabuan dan memiliki pita gelap melintang (belang) yang makin mengabur pada ikan dewasa. Sekarang ini ikan nila merupakan salah satu komoditi usaha yang sangat menjanjikan untuk ditumbuh kembangkan. Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah ikan nila pada masa sekarang telah menjadi komoditas ekspor dan permintaan akan ikan nila tiap tahun semakin bertambah , apalagi konsumen kita secara umum menyukai masakan yang berasal dari ikan nila. Berdasarkan beberapa faktor inilah salah satu peluang usaha yang bisa Anda tumbuh kembangkan

Dalam berbisnis budidaya ikan nila, Anda harus memperhatikan tata cara pembudidayaan yang benar, agar usaha yang Anda kembangkan bisa menghasilkan keuntungan. Kami akan membahas tata cara pemeliharaan ikan nila step by step yang dapat dikerjakan dengan simple .

  • Potensi Budidaya Ikan Nila
    – Memiliki daya adaptasi yang tinggi ( dapat hidup di air tawar, payau, laut )
    – daya tahan yang tinggi terhadap perubahan lingkungan
    – Bersifat omnivora ( pemakan segala jenis makanan )
    – Bisa mencerna pakan secara efisien
    – Pertumbuhan cepat
    – Lebih tahan terhadap serangan penyakit, dibanding ikan lain sejenis

 

  • Kelebihan Budidaya Ikan Nila
    -Dapat Meningkatkan gizi
    – Cepat berkembang biak
    – Mudah dibudidayakan
    – Bisa di pelihara di berbagai kolam budidaya

  Langkah – langkah budidaya Ikan Nila : 

#1. Tempat pemeliharaan/kolam

kolam

 

Untuk kolam sendiri bisa di cocokkan dengan keadaan lingkungan tempat Anda tinggal, Anda dapat menggunakan berbagai macam jenis kolam, misalnya Anda bikin kolam di lokasi persawahan, tambak, kolam yang terbuat dari batu dan semen, atau bisa juga menggunakan media terpal sebagi tempat pemeliharaanya . media terpal lebih menghemat biaya dan cocok untuk Anda yang baru memulai usaha

*Baca Juga : Langkah Paling Mudah Budidaya Terong Belanda

#2. Pembuatan kolam

Untuk luas/ukuran kolam bias di cocokkan sesuai sama apa yang diinginkan serta keperluan anda, misal umpamanya : lebar 2m x luas 2m serta tinggi 2, 5 m (untuk persyaratan taraf kecil). dalam ukuran itu anda telah bisa memeilhara ikan lebih kurang sejumlah 1500 ekor ikan.
Sebelum Anda menaruh ikan nila ke kolam yang baru Anda buat, sebaiknya Anda memulai persiapan sebagai berikut :

– kolam yang baru di buat sebelum di penuhi air upayakan diberi pupuk organik (pupuk kandang yang telah terurai dengan benar) dengan ketebalan 2cm.
– Beri daun jerami atau bisa memakai daun yang telah kering dan lapuk setebal 2 cm.
– Tambahkan sedikit kapur dan garam serta taburkan ke seluruh permukaan kolam.
– Jika proses di atas sudah selesai, biarkan kolam selama 2 hari jangan dauhlu memasukkan air ke dalam kolam
– Sesudah kolam di isi air biarkan selama 7 hari, baru kemudian benih bibit ikan dimasukkan ke kolam, maksudya agar pupuk bisa terurai secara maksimal dan bisa dipakai sebagai makanan organik untuk bibit ikan itu.

#3. Bibit Ikan Nila

– Untuk bibit ikan nila bisa anda beli pada penyedia bibit ikan bila tidak ingin ribet.
– Pastikan bibit ikan yang sehat serta berkualitas, karena ini sangat berpengaruh pada hasil panen nanti.

#4. Perawatan ikan

Untuk perawatan ikan nila sangat mudah , berikut ini langkah-langkah perawatan ikan yang harus Anda lakukan :

– Berikan makanan ikan 2 kali sehari, pada waktu pagi dan sore hari
– Berikan vitamin untuk pertumbuhan dan kesehatan ikan sekali dalam sebulan
– Selalu jagalah kebersihan air di dalam kolam janganlah terlampau kotor, karena type ikan ini tidak menyukai air yang keruh, hal ini harus benar-benar anda cermati untuk menghindari ikan stres dan mati, serta berguna untuk keberlangsungan perkembangan ikan tersebut.
– Upayakan air kolam senantiasa mengalir agar perkembangan ikan bisa cepat, langkahnya anda bisa mengunakan pump air ( untuk kolam dari batu semen, terpal).

*Baca Juga : 7 Langkah Jitu Budidaya Ikan Gurame Yang Baik

#5. Penyakit pada Ikan Nila serta cara mengatasinya

– ikan stres
Bila ikan nila mengalami stres maka perkembangannya bisa terganggu, persoalan itu dapat di sebabkan oleh sebagian aspek seperti : Airnya kotor
Pemecahannya : Menguras kolam jika kolam telah mulai keruh.

– Ikan sakit karena bakteri jamur,
ciri – ciri penyakit ini umumnya muncul dikarenakan meningkatnya kandungan asam pada kolam dari hasil kotoran ikan tersebut.
cara mengatasi : pindahkan ikan yang sakit itu dan obati secara teratur, untuk obatnya bisa anda beli di toko ikan.

– Ikan kurang nafsu makan
Umumnya peristiwa ini muncul kaena keadaan ikan tengah stres
Pemecahannya : berikanlah obat penambah nafsu makan yang tersedia banyak di toko ikan, atau Anda bisa juga menggunakan rempah-rempah tradisional untuk mengatasinya.

#6. Panen

Umumnya pada saat panen ikan nila mebutuhkan waktu sepanjang 4 – 6 bulan, bergantung dari perawatan serta tempat pemeliharaanya, bila berat ikan berbeda-beda Anda bisa menyeleksi sesuai dengan yang diinginkan.

banner-fb-lim-corporation-1.jpg

WARING IKAN
Kami menyediakan waring ikan benang single maupun double, baik Uk. 1,2m x 100m atau Uk. 1,2m x 90m
Info harga waring ikan bisa anda klik Disini untuk pemesanan silahkan Hub. 087702821277 | 081232584950 | 085233925564
Waring ikan biasa digunakan sebagai keramba, tapi dapat juga dimanfaatkan layaknya paranet, yakni sebagai pengontrol sinar terik matahari siang.
Info selengkapnya tentang prodak bisa anda lihat di http://bit.do/djBKs
Dapatkan update info pertanian & perkebunan disini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Waring Sayur Warna Merah Dan Kuning

Waring Hijau-Kuning-Merah

Waring memiliki beberapa macam jenis menurut fungsinya. Berikut ini adalah beberapa macam jenis waring yang tersedia di tempat kami ( LIM CORPORATION ).

Waring Ikan (Water net)
Waring ikan adalah jaring yang terbuat dari bahan plastik berwarna hitam. Waring ikan biasa digunakan untuk pagar pembatas tambak. Permintaan waring hitam ini juga cukup banyak.

Waring Sayur dan Buah
Selain digunakan untuk packing sayuran dan buah – buahan, waring sayur yang berwarna cerah ini juga digunakan untuk pagar lahan pertanian oleh para petani.

Di tempat kami tersedia waring sayur dengan beberapa pilihan warna dan ukuran, antara lain :
– waring warna merah (50×75 cm & 60×100 cm)
– waring warna kuning (50×80 cm & 60x100cm)
– waring warna orange
– waring warna ungu
– waring warna hijau

Minimal order 5 ball, 5 ball = 5.000 lembar.
Untuk info harga waring dan info cara pemesanan waring silahkan hubungi kami :
– SMS / Call : 0812 3258 4950 / 0877 0282 1277
– Phone/Fax : 031-8830487

*Baca juga Panduan Budidaya Tanaman Tomat

Budidaya Bawang Merah

Bawang Merah merupakan salah satu komoditas rempah-rempah yang paling dicari dan dibutuhkan oleh semua masyarakat di Indonesia. Kebutuhan bawang merah tiap tahun semakin meningkat ditunjang dengan kebutuhan bawang merah untuk berbagai olahan makanan. Pada awal tahun 90an Indonesia merupakan salah satu pengekspor bawang merah, namun sekarang menjadi salah satu pengimpor bawang merah terbesar di dunia.

ciputranews_1403838143

Berikut kami jelaskan beberapa cara menanam bawang merah dengan benar di bawah ini :

• Persiapan Yang Harus Di Lakukan Dalam Budidaya Bawang Merah

– Benih Bawang Merah
Varietas benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak. Ada benih lokal untuk benih hibrida impor. Ada bentuk benih biji, ada juga bentuk umbi. Sebagian besar budidaya bawang merah di sentra menggunakan produksi bibit umbi.

– Pemilihan Benih
Biji bawang yang baik adalah benih yang telah disimpan selama 2-3 bulan. dan berasal dari tanaman yang dipanen pada umur 70-90 hari. Karena pada usia yang digunakan sebagai umbi bibit memiliki titik tumbuh akar. Umbi bibit juga akan berasal dari tanaman yang sehat dengan ciri-ciri, terlihat cerah, segar, tidak mengerut, dan tidak ada warna hitam adalah tanda dari penyakit yang disebabkan jamur.

Jangan menggunakan lampu yang terlalu kecil untuk benih. karena biji kecil akan membuat pertumbuhan tanaman yang jelek dan hasil sedikit. Umbinya juga harus ukuran seragam, tidak ada luka, atau tidak merobek kulit.
Sebelum ditanam, akhir potongan umbi pertama sekitar 1/3 % bagian panjang umbi. Kulit luar yang kering biji dan akar sisa-sisa dibuang.

Tujuannya agar pertumbuhan umbi merata, merangsang pertumbuhan tunas dan pertumbuhan tanaman itu sendiri. dan merangsang sisi pertumbuhan akar, dan mendorong pembentukan anakan. Untuk mencegah pembusukan, sebelum ditanam, memotong luka di umbi harus dikeringkan terlebih dahulu. Sedang untuk memperkirakan jumlah bibit, untuk satu hektar dibutuhkan sekitar 600-800 kg benih.

– Tahap Penanaman
Untuk menghasilkan umbi dengan baik kuantitas dan kualitas, teknik penanaman yang tepat diperlukan waktu tanam, pemilihan bibit, persiapan tanah, teknik penanaman, penyiraman, penyiangan, mengolah tanah, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

– Waktu Tanam
Waktu yang ideal untuk menanam bawang merah adalah di musim kemarau. Namun karena pertumbuhan membutuhkan banyak air, maka harus dilengkapi dengan sistem irigasi yang baik. sehingga tanaman tidak kekurangan air dan juga tidak becek.

Penanaman dilakukan ketika cuaca cerah, Penanaman tidak dilakukan selama masa transisi atau perubahan musim. karena sering terjadi angin saat kering. Dampak angin kering akan membuat daun tanaman rusak dan ujung daun terbakar. Pada saat berkabut juga tidak baik untuk pertumbuhan bawang merah. karena udara berkabut mungkin menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh janiur.

– Persiapan Dan Pengolahan Tanah
Tujuan pengolahan adalah untuk melonggarkan tanah atau menggemburkan tanah. menghilangkan gulma, dan menciptakan sistem penyerapan air. Pengolahan dilakukan sebelum proses penanaman. Caranya dengan melonggarkan atau menggemburkan tanah menggunakan cangkul, bajak, atau traktor jika lahan yang akan ditanam cukup luas.

Selanjutnya, membuat tempat saluran irigasi dengan menempatkan parit antara jarak tanggul atau bedengan. Fungsi parit adalah sebagai alat aliran air dan tempat untuk membuang air yang berlebihan. Lentang tanggul 100-120 cm lebar tanggul atau bedengan. parit berukuran sedang dengan kedalaman sekitar 30-35 cm lebar 30¬40 cm. Untuk bedengan panjang dan parit panjang tentu saja disesuaikan dengan luas lahan.

Menjelang penanaman, tepatnya seminggu sebelumnya. tanah persemaian harus diberikan pupuk dasar, yaitu pupuk kandang atau kompos dan diratakan. Tepat satu hari sebelum proses penanaman lahan irigasi cukup siap untuk tanam.

– Proses Penanaman Bawang Merah
Untuk menanam bawang merah, Tanggul yang telah disiapkan di lubangi kecil-kecil dengan kedalaman kurang lebih sama dengan bibit yang akan ditanam jarak sekitar 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. Selanjutnya, umbi bibit dimasukkan ke dalam lubang dengan menempatkan ujung di sisi atas.

Jangan menanam benih terlalu dalam, karena itu membuat kerusakan (membusuk). Ujung Umbi harus ditutup sedikit ke tanah, karena jika tanah penutup terlalu tebal akan dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah proses ini selesai penanaman disiram pada tiap jalur – jalur bedeng atau tanggul yang sudah di tanami.

– Penyiraman Dan Penyiangan Bawang
Tanaman bawang merah harus disiram setiap hari sampai daun pertama tumbuh. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu di pagi dan sore hari. Penyiraman baru bisa dilakukan sekali sehari jika tanaman bawang 50 hari.
Ketika menyiram tanaman bawang merah tidak boleh terlalu basah. karena hasilnya bisa menjadi tanah padat dan gangguan pertumbuhan tanaman. serta terjadinya pembusukan.

Bawang merah juga harus disiangi untuk menyingkirkan semua gulma. Penyiangan dan mencabut gulma dengan tangan atau alat-alat lain harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman bawang merah.

Selama pertumbuhan bawang merah. Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Penyiangan pertama saat tanaman masih berusia 2-4 minggu. menjadi penyiangan kedua dilakukan saat tanaman berumur 5-6 minggu. Untuk frekuensi penyiangan sendiri tergantung pada pertumbuhan gulma.

– Pemupukan
Pupuk untuk bawang dapat menggunakan pupuk alami atau buatan. Pemupukan dilakukan dalam dua tahap, yaitu sebelum tanam dan setelah penanaman. Pemupukan tahap pertama sering menggunakan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-15 ton per hektar.

Tujuan memberikan pupuk alami sebelum penanaman, sehingga struktur tanah tidak mudah mengembun. Selain itu, untuk menyuburkan tanah dan untuk meningkatkan kemampuan tanah untuk mengikat air. Sedang untuk pupuk tambahan diberikan dengan cara mengubur di tanah dengan jarak 10 cm dari tanaman atau tabur antara barisan tanaman.

– Pengendalian Hama Dan Penyakit
Jenis hama yang menyerang tanaman bawang merah adalah ngengat dan jamur. Tipe kedua hama ini menyebabkan ujung daun dipotong dan daun terkulai. Ulat media dapat merusak umbi disimpan di gudang. Pencegahan hama dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida Bayrusil 250 EC atau Azodrin 15 WSC. Dosis: 2 ml / I air.

Untuk penyakit yang menyerang tanaman bawang merah adalah tempat ungu yang disebabkan oleh jamur. Terlihat gejala penyakit ini adalah adanya bercak putih pada daun abu-abu yang kemudian berubah menjadi cokelat dan kering. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan penyemprotan tanaman bawang merah menggunakan Difolatan 4F.

– Proses Panen
Karakteristik tanaman bawang merah yang sudah layak untuk dipanen setelah batang lemah atau runtuh. Hal ini biasanya terjadi pada penanaman setelah 60 sampai 90 hari, tetapi itu semua tergantung pada bidang media. Kemudian karakteristik lainnya adalah bentuk bulat yang hampir sempurna, beberapa sudah terlihat di permukaan tanah. umbi sudah berwarna merah gelap atau keunguan bawang merah dan bau khasnya.

waring-sayur-bungkus-bawang-merah

Setelah di panen bawang merah harus di jemur dibawah sinar matahari selama seminggu atau dua minggu, sehingga buah tahan lama. Setelah bawang siap kemudian disimpan dalam karung jerat dengan suhu sekitar 30-33 ° C.

 

Baca juga Cara Budidaya Kentang 

 

 

Pemanfaatan Waring Dalam Peternakan Ikan Lele

Waring banyak digunakan dalam proses budidaya ikan lele. Beragam fungsi mulai dari penutup kolam, dasar kolam, sampai kepada fungsi yang digunakan saat melakukan panen.

Waring pada penggunaan seperti gambar di atas adalah waring yang berfungsi sebagai penahan hama, terutama hama dari atas (dari sampah pepohonan). Untuk mencapai ukuran yang seperti diinginkan, waring dengan lebar 1.2 meter harus di jahit sedemikian rupa hingga dapat menutupi area seperti yang diinginkan.

Ada juga jaring-jaring lain yang digunakan sebaga penahan hama, ini biasanya disebut dengan paranet. Ini bentuknya seperti samak (tikar tempat duduk) berbahan pelastik. Ini juga dapat digunakan sebagai penutup hama / sampah dari pepohonan atau apapun yang asalnya dari atas.

Waring atau jaring juga dapat digunakan sebagai jaring yang digunakan saat panen. Ini sangat membantu petani lele saat panen, karena sangat memudahkan dalam penangkapan. Tidak perlu nangkap satu-satu, sekali panen langsung angkat bersama-sama.

Begitu juga seperti gambar diatas ini, bagaimana ke-dua petani ini sedang melakukan panen lele, dengan cara mengangkat waringnya secara bersama-sama.

Kami (LIM CORPORATION) menjual WARING IKAN. WARING IKAN sering dipakai dalam keramba ikan atau ada yang menggunakannya sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman masuk.

Tersedia WARING IKAN benang single merk Arwana ukuran 120 cm x 100 m, dan WARING IKAN benang double RK ukuran 120 cm x 100 m. WARING IKAN ini berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya.

Dan untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami (LIM CORPORATION) :
– SMS / Call  : 0877 0282 1277

Budidaya Tanaman Wortel

cara-menanam-wortel-baik-bagus-benar.jpg

Budidaya & Trik Menanam Wortel – Wortel yang biasa ditemui sebagai sayuran pelengkap dalam menciptakan sop nyatanya sangat banyak manfaat yg terkandung didalamnya. Terkecuali Vitamin A yg baik buat kesehatan mata, wortel ini dapat juga mengurangi kadar kolesterol dalam darah & pula memperlancar buang air gede sebab kandungan serat dalam wortel akan menaikkan volume feses sampai 25%.

Wortel ini ialah tumbuhan biennial atau siklus hidup 12 – 24 bulan yang menaruh karbohidrat dalam jumlah yg banyak buat tumbuh berbunga terhadap tahun ke-2. Batang bunga bakal tumbuh setinggi kira kira 1 meter, dengan bunga berwarna putih. Wortel yaitu tanaman yg cuma bakal tumbuh kepada dataran tinggi. tanaman ini membutuhkan lingkungan tumbuh dengan suhu hawa yg dingin & lembab. Buat pertumbuhan & produksi umbi dibutuhkan suhu hawa optimal antara 15,6 sampai 21,1 derajat C. Suhu hawa yg terlampaui tinggi atau panas amat sering menyebabkan umbi kecil-kecil & berwarna pucat/kusam. kalau suhu hawa terlampaui rendah, sehingga umbi yg terbentuk jadi panjang mungil.

Petunjuk Teknis Budidaya Wortel & Trick Menanam Wortel
♦ Pembibitan
Wortel diperbanyak secara generatif bersama bijinya. Biji atau benih wortel ini akan dibeli ditoko-toko media produksi pertanian yg terdekat, namun dapat pula dgn membenihkan sendiri, terutama jenis/varietas wortel lokal & non hibrida.
Utk pembenihan wortel lokal mampu mengikuti tahapan berikut ini ;

a. Pilihlah tanaman wortel yg umurnya telah pass lanjut umur ± 3 bln, tumbuh subur & serta sehat. cabut tanaman wortel pilihannya tadi, kemudian amati umbi-nya, Umbi wortel yg baik & sehat jadikan pohon indukan, wujud umbi normal, tak cacat, warna kulit mengkilap kuning/jingga pun halus.
b. Potong terhadap ujung umbi wortel maksimal sepertiga bagiannya, pangkas serta tangkai daun dgn daunnya, sisakan 10 centi meter yg lekat terhadap umbi.
c. Siapkan lahan buat pembibitan tanaman wortel dalam wujud bedengan-bedengan yg diolah dengan cara sempurna dikasih pupuk kandang dengan cara optimal.
d. Buatkan lubang tanam dgn sarana bantu cangkul bersama jarak tanam 40-60 centimeter x 40-60 centimeter.
e. Tanamkan umbi wortel terhadap lubang sarana tanam yg telah dibuat, padatkan serta tanahnya dengan cara perlahan-lahan sampai menutup sektor leher batang.
f. Utk alur-alur dangkal disepanjang barisan tanaman wortel ± 5 senti meter dari batang.
g. Melaksanakan pemberian pupuk buatan berupa campuran ZA + SP + KCL (1 : 2 : 2) jumlahnya 10 gr/bibit tanaman, seterusnya pupuk tersebut ditutup dgn tanah tipis.
h. Pelihara bibit wortel selagi ± 3 bln, sampai membuahkan tangkai buah & biji dalam jumlah tidak sedikit.
i. Petiklah tangkai buah wortel yg telah sepuh atau kering, dulu jemur sampai kering buat diambil bijinya.

♦ Teknik Penyemaian Benih
Biji wortel ditaburkan dengan cara serta-merta di fasilitas tanam, akan jugga disebarkan dengan cara merata disetiap bedengan atau dgn dicicir memanjang dalam barisan. Jarak antara barisan paling tak 15 senti meter, setelah itu kalau telah tumbuh bakal dilakukan penjarangan maka tanaman wortel itu berjarak 3-5 centimeter satu sama yang lain. Keperluan benih atau bibit tiap-tiap are-nya antara 150-200 gr. Utk Biji wortel kebanyakan dapat sejak mulai berkecambah sesudah berusia 8-12 hri.

♦ Pengolahan Fasilitas Tanam
Perdana tanah dicangkul sedalam kurang lebih 40 senti meter, & dikasih pupuk kandang atau kompos sejumlah 15 ton tiap-tiap hektarnya. Setelah Itu dibuatkan bedengan-bedengan selebar 100 – 150 senti meter, tinggi 30-40 centimeter, jarak antar bedengan 50-60 centimeter & panjang tergantung terhadap kondisi lahan.

♦ Trick Menanam Wortel
tips penanaman benih wortel dgn lewat tahapan juga sebagai berikut :
a. Sebarkan (taburkan) benih wortel dengan cara merata dalam alur-alur/garitan-garitan yg sedia.
b. Tutup benih wortel bersama tanah slim sedalam nol,5-1 centimeter.
c. Untuk alur-alur dangkal sejauh 5 centi meter dari ruang benih arah barisan (memanjang) buat meletakkan pupuk basic. Type pupuk yg diberikan ialah campuran TSP ± 400 kg (± 200 kg P2 O5/ha) bersama KCl 150 kg (± 75 kg K2O/ha).
d. Sebarkan pupuk tersebut dengan cara merata, setelah itu tutup bersama tanah tidak tebal.
e. Tutup tiap garitan (alur) bersama dedaunan kering atau pelepah daun pisang selagi 7-10 hri utk mencegah hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran) air sekaligus berfungsi menjaga kestabilan kelembaban tanah. Sesudah benih wortel tumbuh di permukaan tanah, penutup tadi langsung di buka kembali.

♦ Pemeliharaan Tanaman Wortel
Jalankan penjarangan antara tanaman wortel yg satu bersama yang lain. ini dilakukan kepada dikala tanaman berusia 1 bln sesudah periode tanam. Tujuannya yakni utk meraih tanaman wortel segera tumbuh & subur, maka di inginkan hasil panen memuaskan. Melaksanakan pembersihan pada Rumput-rumput liar atau gulma yg tumbuh di sekitar tanaman. Rumput liar yg tumbuh dalam parit serta dibersihkan supaya tak jadi sarang hama ataupun penyakit. Tanah di kurang lebih barisan tanaman wortel digemburkan, seterusnya ditimbunkan kebagian pangkal batang wortel supaya nanti umbinya tertutup oleh tanah.

♦ Pemanenan Wortel
Ciri-ciri tanaman wortel telah bakal dipanen yakni juga sebagai berikut :
1. Tanaman wortel yg sudah berusia ± 3 bln sejak sebar benih atau tergantung varietasnya. Varietas Ideal dipanen terhadap usia 100 hingga 120 hri sesudah tanam.
2. Ukuran umbi sudah maksimal & tak terlampaui lanjut umur. Panen yg terlampaui sepuh atau terlambat panen ini bisa menyebabkan umbi jadi keras & berkatu, maka mutu wortel jadi rendah atau tak laku dijual. Begitu serta utk panen terlampaui awal cuma dapat membuahkan umbi berukuran mungil, maka produksi wortel jadi turun.

Utk Trick panen wortel ini relatif enteng, adalah dgn mencabut seluruhnya tanaman dgn umbi-umbinya. Tanaman yg baik & dipelihara dengan cara intensif akan membuahkan umbi antara 20-30 ton/hektar.

Budidaya Tanaman Cabai

PM 999-600x600

Seperti yang kita ketahui selama ini, cabai merah merupakan komoditi bernilai ekonomis yang tinggi, namun harus di barengi dengan pengetahuan yang tepat dalam menanam cabai merah ini, terutama dalam cara yang baik dalam budidaya. Pun juga harus cerdik dalam menyiasati pasar, agar pas panen harga tidak anjlok, yang membuat kita merugi.

Tanaman cabai pada dasarnya tanaman yang mudah tumbuh diberbagai daerah dan kondisi tanah seperti apapun namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Harus dipahami sebelum menanam cabai, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman cabai ini.

Apa Syarat Tumbuh Tanaman Cabai?
Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi syarat tumbuhnya tanaman cabai, antara lain:
1. Tanaman cabai harus ditanama pada tanah yang gembur dan subur, untuk itu lakukan pengolahan lahan dengan baik.
2. PH tanah harus berkisar antara 6,5 – 6,8.
3. Ketersedian air sangat dipentingkan, karena tumbuhan ini sangat membutuhkan air, baik sebagai pelarut unsur ahra ataupun digunakan dalam proses fotosintesis dan proses respirasi.
4. Tanaman ini cocok ditanam pada daerah yang memiliki curah hujan yang cukup. artinya tidak berlebih dan tidak kurang.

Proses Penanaman Cabai
Persiapan Lahan.
Siapkan lahan terlebih dahulu, kemudian lakukan proses pembajakan. Pembajakan bertujuan untuk menggemburkan tanah, sehingga proses pengolahan lahan selanjutnya bisa berjalan dengan baik. Selanjutnya buatlah bedengan, sedangkan ukurannya bisa menggunakan lebar 100 hingga 120 cm, tinggi bedengan berkisar antara 50 hingga 70 cm. Dan lebar parit bisa sekitar 40-50 cm.

Kemudian lakukan pupuk dasar dengan pemberian pupuk kompos organik sebanyak 40-50 ton/ha dengan bertujuan untuk memenuhi unsur hara dalam tanah sebelum tanam. Penggunaan mulsa tidaklah diwajibkan, namun sangat disarankan, karena dengan menggunakan mulsa hitam perak dapat menguntungkan dalam berbagai hal. Info selengkapnya tentang manfaat mulsa plastik hitam perak untuk budidaya tanaman silahkan klik disini.

Pembibitan dan Penanaman Cabai
Buatlah media semai dengan komposisi 21 liter tanah dengan 10-15 pupuk kandang, gunakan polybag kecil sebagai wadah media, lakukan penyemaian pada media tersebut. Pemeliharaan bibit dilakukan dengan membungka sungkup ditiap pagi jam 07.00 hingga jam 10.00, kemudian ditutup lagi hingga sore hari sekitar jam 15.00 hingga 17.00. Ketika bibit berumur 5 hari buka sungkup sepenuhnya.

Penyiraman dilakukan seminimal mungkin dan jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi, gunakan pestisida nabati untuk melakukan Pengendalian kemungkinan ada hama di umur muda itu.
Lakukan Pemindahan bibit semai ketika sudah keluar daun sejati sebanyak 4 helai, pindahkan secara hati-hati.

Pemeliharaan Tanaman Cabai
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan hingga umur tanaman cabai mencapai 3 minggu, jangan lakukan penyulaman hingga terlalu tua, hal ini akan menyebabkan tanaman tidak sama atau tidak seragam.

2. Pengikatan Tanaman
Pengikatan tanaman bertujuan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman kuat dan kekar ketika diterpa angin, selain itu ini juga dilakukan untuk menjaga kelembaban saat tanaman tumbuh dewasa. Dilakukan hingga cabang utama terbentuk yang ditandai dengan munculnya bunga pertama. Untuk mengikat tanaman biasa menggunakan rafia, atau lebih baik menggunakan tali gawar atau tali salaran. Karena dengan menggunakan tali salaran akan lebih menghemat biaya, tali tidak mudah rusak, lebih ulet dan awet dalam segala cuaca.
Informasi selengkapnya tentang tali gawar/tali salaran silahkan klik disini.

3. Sanitasi Lahan
Sanitasi lahan dilakukan dengan beberapa tahap, diantaranya adalah, pengendalian hama/gulma, melakukan pengendalian air ketika musim hujan tiba sehingga genangan air dapat dialirkan, ketika tanaman cabai terkena penyakit maka lakukan sanitasi dan kendalikan hama sedetil mungkin.

4. Pengairan
Pengairan diberikan secara teratur dan terukur, dengan dilakukan penggenangan atau pengeleban hanya seminggu sekali jika tidak adahujan. Dan yang perlu menjadi catatan penggenangan dilakukan hanya 1/3 dari dalamnya bedengan.

Pemupukan Tanaman Cabai
1. Pupuk Akar
Dilakukan dengan cara pengocoran dengan beberapa aplikasi, diantaranya :
Umur 15 hari setelah tanam (HST) dengan menggunakan pupuk organik dengan dosis disesuaikan dengan jenis pupuk organik yang digunakan. Kemudian pupuk juga diberikan pada umur 46 hari setelah masa tanam dengan menggandakan dosis yang diberikkan pada tahap awal.
Dan setelah itu, pada umur 76 hari setelah masa tanam, dengan menambah dosis pupuk pada tahap kedua.

2. Pupuk Daun
Pupuk daun pada tanaman cabai bisa menggunakan POC atau pupuk organik cair, Pupuk ini langsung disemprotkan ke daun, Pupuk ini bertujuan untuk menyuburkan daun, dan mempermudah proses fotosintetis jika daun tanaman subur dan rindang.

Pengendalian Hama Pada Tanaman Cabai
Pengendalian hama dilakukan dengan cara PHT, yang paling penting adalah mengenali jenis Hama dan Penyakit yang terjadi pada tanaman, dan lakukan tindakan yang cepat dengan melakukan pengendalian terkontrol

Proses Pemanenan Tanaman Cabai
Proses pemanenan tanamanam cabai merah sangat mudah sekali, namun yang harus diperhatikan adalah tanaman cabai bisa dilakukan pada saat tanaman berusia 90 hingga 120 hari setelah masa tanam. dan yang perlu diperhatikan adalah persentase masak tanaman atau cabai adalah berkisar antara 80-90 persen masak.

jual-waring-sayur-unt-lain-lain-1508602

Untuk memudahkan pengepakan dan pengangkutan dan mencegah agar cabai tidak mudah busuk/rusak sebaiknya gunakan karung jaring (waring sayur). Untuk kebutuhan waring sayur (waring merah dan waring kuning) silahkan hubungi kami sms/call: 08123.258.4950 – 0877.0282.1277 – 0852.3392.5564.
Baca juga Jual Waring Sayur Harga Murah.

Pengertian Waring

Waring adalah merupakan anyaman yang dibuat dari bahan plastik. Secara umum berdasarkan penggunaannya waring dibedakan menjadi dua macam, yakni waring sayur & waring ikan.

jual-waring-sayur-unt-lain-lain-1508602

1. WARING SAYUR

Sesuai namanya waring sayur ini digunakan untuk membungkus/mengepak sayur atau hasil pertanian & perkebunan, misalnya kol, cabai (lombok), wortel, tomat, dll. Mengapa menggunakan waring sayur, kok tidak menggunakan karung seperti beras? Karena waring sayur memiliki kerapatan anyaman yang sangat longgar, pori-porinya lebar, sirkulasi udara bisa terjaga dengan baik. Sehingga sayur yang dikemas dalam waring bisa lebih awet, tahan lama, dan tidak mudah membusuk.

Ada beberapa pilihan warna waring sayur di pasaran, yakni waring kuning, waring merah, waring ungu, waring orange, dan waring hijau. Warna waring sayur disesuaikan dengan warna jenis sayurnya, misalnya waring untuk cabai biasanya warna merah, waring untuk kol biasanya warna hijau, dst.

Berikut beberapa ukuran waring sayur yang tersedia pada kami:
Ukuran waring sayur yang tersedia saat ini:
Waring Sayur Warna Kuning
– 46×72 cm
– 50×80 cm
– 60×100 cm

Waring Sayur Warna Merah
– 50×75 cm
– 55×80 cm
– 55×85 cm
– 55×95 cm
– 60×90 cm
– 60×100 cm
– 80×120 cm
– 90×120 cm

Waring Sayur Warna Ungu
– 60×100 cm

Catatan:
*** Waring sayur merk MULYANA
*** Minimal order waring sayur sebanyak 5.000 lembar (5 ball, 1 ball = 1000 lembar)

2. WARING IKAN

Waring ikan biasa digunakan untuk keramba ikan atau sebagai pagar pada tambak ikan, yang berfungsi agar ikan tidak melompat/keluar dari area tambak. Waring ikan biasanya berwarna hitam, ada anyaman yang tersususn dari satu benang (single) & ada juga waring ikan dengan benang ganda (double).
Waring ini juga sering digunakan sebagai pagar di bidang pertanian dan juga perkebunan sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman agar tidak bisa masuk ke lahan.

waring ikan merk arwana (2)

Tersedia waring ikan merk ARWANA dengan spesifikasi sebagai berikut:
– ukuran 120 cm x 100 meter
– benang satu (single)
– berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya
– 1 ball = 10 roll
– berat sekitar 80 kg/ball
– minimal order 1 ball (10 roll)

Untuk informasi harga waring sayur & harga waring ikan silahkan hubungi kami:
– SMS / Call: 0812 3258 4950 | 0852 3392 5564 | 0877 0282 1277
– Email: limcorporation2009@gmail.com
– Phone: 031-8830487

 

Cara Budidaya Ikan Nila Dengan Menggunakan Waring Ikan

1. Kolam
Jenis kolam yang umum dipergunakan untuk budidaya ikan nila antara lain seperti :
Kolam pemeliharaan induk. Kolam ini berfungsi sebagai kolam pemijahan. Kolam sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 20-22 derajat C, kedalaman air 40-60 cm, dasar kolam sebaiknya berpasir.

Kolam pemeliharaan benih atau kolam pendederan. Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan atau ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.

Kolam pembesaran. Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Ada kalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, seperti:

Kolam pembesaran tahap pertama berfungsi untuk memelihara benih ikan selepas dari kolam pendederan. Kolam ini sebaiknya berjumlah antara 2-4 buah dengan luas maksimum 250-500 meter persegi/kolam. Pembesaran tahap pertama ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab benih ukuran ini memerlukan ruang yang luas. Setelah benih menjadi gelondongan kecil maka benih memasuki pembesaran tahap kedua atau langsung dijual kepada pera Petani.

Kolam pembesaran tahap kedua berfungsi untuk memelihara benih gelondongan besar. Kolam dapat berupa kolam tanah atau sawah. Keramba apung juga dapat digunakan dengan mata jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran pembesaran tahap kedua sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.

Kolam pembesaran tahap ketiga berfungsi untuk membesarkan benih. Diperlukan kolam tanah antara 80-100 cm dengan luas 500-2.000 meter persegi.

Pembesaran ikan nila dapat pula dilakukan di jaring apung, berupa Hapa berukuran 1 x 2 m sampai 2 x 3 m dengan kedalaman 75-100 cm. Ukuran hapa dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain itu sawah yang sedang diberokan dapat dipergunakan pula untuk pemijahan dan pemeliharaan benih ikan nila. Sebelum digunakan petak sawah diperdalam dahulu agar dapat menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1- 1,5 m dengan kedalaman 60-75 cm.

2. Peralatan

Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan nila diantaranya adalah: jala, waring ikan, hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg),cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan nila antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segi empat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).

3. Persiapan Media

Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dan lain sebagainya. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan yaitu :

Pengeringan kolam selama beberapa hari. Lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi.

Pemupukan dengan Pupuk Organik Nasa yang berupa TON + Pupuk makro, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi.

B. Pembibitan

1. Pemilihan Bibit dan Induk

Ciri-ciri induk bibit nila yang unggul adalah sebagai berikut :
1. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.
2. Pertumbuhannya sangat cepat.
3. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
4. Resisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
5. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.

Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 120-180 gram lebih per ekor dan berumur sekitar 4-5 bulan. Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:

a. Betina
– Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
– Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
– Warna perut lebih putih.
– Warna dagu putih.

Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.

b. Jantan
– Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
– Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
– Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.
– Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.
– Jika perut distriping mengeluarkan cairan.

Ikan nila sangat mudah kawin silang dan bertelur secara liar. Akibatnya, kepadatan kolam meningkat. Disamping itu, ikan nila yang sedang beranak lambat pertumbuhan sehingga diperlukan waktu yang lebih lama agar dicapai ukuran untuk dikonsumsi yang diharapkan. Untuk mengatasi kekurangan ikan nila di atas, maka dikembang metode kultur tunggal kelamin (monoseks). Dalam metode ini benih jantan saja yang dipelihara karena ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat daripada ikan nila betina.

Ada beberapa cara untuk memproduksi benih ikan nila jantan yaitu :
1. Secara manual (dipilih)
2. Sistem hibridisasi antarjenis tertentu
3. Merangsang perubahan seks dengan hormon
4. Teknik penggunaan hormon seks jantan ada dua cara.
5. Perendaman
6. Perlakuan hormon melalui pakan

2. Pembenihan dan Pemeliharaan Benih

Pada usaha pembenihan, kegiatan yang dilakukan adalah :

– Memelihara dan memijahkan induk ikan untuk menghasilkan anak ikan.
– Memelihara anak ikan (mendeder) untuk menghasilkan benih ikan yang lebih besar.

Usaha pembenihan biasanya menghasilkan benih yang berbeda-beda ukurannya. Hal ini berkaitan dengan lamanya pemeliharaan benih. Benih ikan nila yang baru lepas dan mulut induknya disebut “benih kebul”. Benih yang berumur 2-3 minggu setelah menetas disebut benih kecil, yang disebut juga putihan (Jawa Barat). Ukurannya 3-5 cm. Selanjutnya benih kecil dipelihara di kolam lain atau di sawah. Setelah dipelihara selama 3-1 minggu akan dihasilkan benih berukuran 6 cm dengan berat 8-10 gram/ekor. Benih ini disebut gelondongan kecil. Benih nila merah. Berumur 2-3 minggu, ukurannya ± 5 cm. Gelondongan kecil dipelihara di tempat lain lagi selama 1- 1,5 bulan. Pada umur ini panjang benih telah mencapai 10-12 cm dengan berat 15-20 gram. Benih ini disebut gelondongan besar.

3. Pemeliharaan Pembesaran

Dua minggu sebelum dipergunakan kolam harus dipersiapkan. Dasar kolam dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan dan dicangkul sambil diratakan. Tanggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai terjadi kebocoran. Saluran air diperbaiki agar jalan air lancar. Dipasang saringan pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Dan untuk selanjutnya adalah :

a. Pemupukan

Pemupukan dengan jenis pupuk organik, anorganik (Urea dan TSP), serta kapur. Cara pemupukan dan dosis yang diterapkan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh dinas perikanan daerah setempat, sesuai dengan tingkat kesuburan di tiap daerah. Beberapa hari sebelum penebaran benih ikan, kolam harus dipersiapkan dahulu. Pematang dan pintu air kolam diperbaiki, kemudian dasar kolam dicangkul dan diratakan. Setelah itu, dasar kolam ditaburi kapur sebanyak 100-150 kg/ha. Pengapuran berfungsi untuk menaikkan nilai pH kolam menjadi 7,0-8,0 dan juga dapat mencegah serangan penyakit.

Selanjutnya kolam diberi pupuk organik Nasa yang berupa TON dengan di tambahkan Pupuk Urea dan TSP juga diberikan sebanyak 50 kg/ha. Urea dan TSP diberikan dengan dicampur terlebih dahulu dengan TON tadi lalu ditebarkan merata di dasar kolam. Selesai pemupukan kalam diairi sedalam 10 cm dan dibiarkan 3-4 hari agar terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan kapur dengan tanah. Han kelima air kolam ditambah sampai menjadi sedalam 50 cm, lalu masukkan Produk Nasa yang berupa POC NASA kedalam kolam dan diamkan selama 2 hari 2 malam . Setelah itu, air kolam tersebut ditebari benih ikan nila. Pada saat itu fitoplankton mulai tumbuh yang ditandai dengan perubahan warna air kolam menjadi kuning kehijauan. Di dasar kolam juga mulai banyak terdapat organisme renik yang berupa kutu air, jentik-jentik serangga, cacing, anak-anak siput dan sebagainya. Selama pemeliharaan ikan, air kolam diatur sedalam 75- 100 cm.

b. Pemberian Pakan

Pemupukan kolam telah merangsang tumbuhnya fitoplankton, zooplankton, maupun binatang yang hidup di dasar, seperti cacing, siput, jentik-jentik nyamuk dan chironomus (cuk). Semua itu dapat menjadi makanan ikan nila. Untuk pakan tambahan bisa juga di tambahkan pakan buatan yang berupa pelet dengan ukuran kecil yang bisa di makan oleh bibit ikan tersebut.Jangan lupa di campurkan dengan produk nasa yang berupa Viterna + POC Nasa + Hormonik ke dalam pelet tersebut. Boleh juga diberi makan tumbuhan air seperti ganggeng (Hydrilla) dlsb.

c. Pemeliharaan Kolam/Tambak

Sistem dan intensitas pemeliharaan ikan nila tergantung pada tempat pemeliharaan dan input yang tersedia.Target produksi harus disesuaikan dengan permintaan pasar. Biasanya konsumen menghendaki jumlah dan ukuran ikan yang berbeda-beda. Intensitas usaha dibagi dalam tiga tingkat, yaitu :

a) Sistem ekstensif (teknologi sederhana)

Sistem ekstensif merupakan sistem pemeliharaan ikan yang belum berkembang. Input produksinya sangat sederhana. Biasanya dilakukan di kolam air tawar. Dapat pula dilakukan di sawah. Pengairan tergantung kepada musim hujan. Kolam yang digunakan biasanya kolam pekarangan yang sempit. Hasil ikannya hanya untuk konsumsi keluarga sendiri. Sistem pemeliharaannya secara polikultur. Sistem ini telah dipopulerkan di wilayah desa miskin.

Pemupukan tidak diterapkan secara khusus. Ikan diberi pakan berupa bahan makanan yang terbuang, seperti sisa-sisa dapur, limbah pertanian (dedak, bungkil kelapa dll.).

Perkiraan pemanenan tidak tentu. Ikan yang sudah agak besar dapat dipanen sewaktu-waktu. Hasil pemeliharaan sistem ekstensif sebenar cukup lumayan, karena pemanenannya bertahap. Untuk kolam herukuran 2 x 1 x 1 m ditebarkan benih ikan nila sebanyak 20 ruang berukuran 30 ekor. Setelah 2 bulan diambil 10 ekor, dipelihara 3 bulan kemudian beranak, demikian seterus. Total produksi sistem ini dapat mencapai 1.000 kg/ha/tahun 2 bln. Penggantian air kolam menggunakan air sumur. Penggantian dilakukan seminggu sekali.

b) Sistem semi-Intensif (teknologi madya)

Pemeliharaan semi-intensif dapat dilakukan di kolam, di tambak, di sawah, dan di jaring apung. Pemeliharaan ini biasanya digunakan untuk pendederan. Dalam sistem ini sudah dilakukan pemupukan dan pemberian pakan tambahan yang teratur.

Prasarana berupa saluran irigasi cukup baik sehingga kolam dapat berproduksi 2-3 kali per tahun. Selain itu, penggantian air juga dapat dilakukan secara rutin. Pemeliharaan ikan di sawah hanya membutuhkan waktu 2-2,5 bulan karena bersamaan dengan tanaman padi atau sebagai penyelang. OIeh karena itu, hasil ikan dan sawah ukurannya tak lebih dari 50 gr. Itu pun kalau benih yang dipelihara sudah berupa benih gelondongan besar.

Budi daya ikan nila secara semi-intensif di kolam dapat dilakukan secara monokultur maupun secara polikultur. Pada monokultur sebaiknya dipakai sistem tunggal kelamin. Hal mi karena nila jantan lebih cepat tumbuh dan ikan nila betina.

Usaha tani kangkung, genjer dan sayuran lainnya juga dapat dipelihara bersama ikan nila. Limbah sayuran menjadi pupuk dan pakan tambahan bagi ikan. Sedangkan lumpur yang kotor dan kolam ikan dapat menjadi pupuk bagi kebun sayuran.

c. Sistem intensif (teknologi maju)

Sistem pemeliharaan intensif adalah sistem pemeliharaan ikan paling modern. Produksi ikan tinggi sampai sangat tinggi disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Pemeliharaan dapat dilakukan di kolam atau tambak air payau dan pengairan yang baik. Pergantian air dapat dilakukan sesering mungkin sesuai dengan tingkat kepadatan ikan. Volume air yang diganti setiap hari sebanyak 20% atau bahkan lebih.

Pada usaha intensif, benih ikan nila yang dipelihara harus tunggal dain jantan saja. Pakan yang diberikan juga harus bermutu.

4. Pemanenan
Setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bulan, Ikan Nila dapat dipanen. Pada saat panen total ukuran ikan bervariasi di atas 50 gram/ ekor.

Sistem pemanenan dapat juga dilakukan secara bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Teknik memanen yang paling mudah dan murah dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.

Selama panen air segar perlu dialirkan ke dalam kolam untuk mencegah agar ikan tidak banyak yang mati. Ikan akan berkumpul di bak-bak (kubangan) penangkapan atau dalam saluran, kemudian diserok/ditangkap. Setelah panen selesai, kolam pemeliharaan dikeringkan dan dilakukan persiapan kembali untuk pemeliharaan berikutnya.

Kami (LIM CORPORATION) menjual WARING IKAN. WARING IKAN sering dipakai dalam keramba ikan atau ada yang menggunakannya sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman masuk.

Tersedia WARING IKAN benang single merk Arwana ukuran 120 cm x 100 m, dan WARING IKAN benang double RK ukuran 120 cm x 100 m. WARING IKAN ini berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya.

Dan untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami (LIM CORPORATION) :
– SMS / Call : 0877 0282 1277

Jual Waring Ikan

waring ikan merk arwana (2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Waring ikan kerap dipakai dalam budidaya ikan dalam keramba. Untuk keperluan waring ikan sekarang ini di pulau Jawa paling banyak di daerah : Lamongan, Tulungagung, dan lain-lain. Namun waring ikan ini saat ini banyak juga digunakan untuk pagar tanaman, supaya hewan liar tak menggangu tanaman.

Manfaat lain dari waring ikan saat ini banyak pula dipakai untuk menjemur hasil pertanian, krupuk, dan lain-lain. Umumnya waring ikan digunakan untuk alas pada jemuran. Maksudnya supaya barang yang dijemur dapat kering dengan cara berbarengan, baik sisi atas ataupun sisi bawah. Ini semakin lebih menghemat saat supaya cepat kering.

Terdapat banyak pilihan kualitas & merk waring ikan, antara lain:
a. Waring Ikan Merk ARWANA
– benang single (bukanlah double)
– ukuran 1, 2m x 100m.

b. Waring Ikan Merk PANCING
– benang single
– ukuran 1, 2m x 90m

c. Waring Ikan Merk RK
– benang double
– ukuran 1, 2m x 100m.
Minimum order waring ikan 10 roll (1 ball) per merk.
Informasi harga waring ikan silakan sms/call di 0877. 0282. 1277 – 0852. 3392. 5564 – 08123. 258. 4950.

Baca juga Pabrik Waring Sayur Warna Merah dan Kuning.