4 Trik Ampuh Untuk Mengatasi Hama Siput, Salah Satunya Menggunakan Waring Ikan

pagar tanaman

Jual Waring Ikan Untuk Pagar Tanaman – Lim Corporation

Semakin banyaknya orang melaksanakan gaya hidup sehat belakangan ini, banyak orang yang mulai memilih untuk mengubah pola makannya dengan memperbanyak makan sayuran dan buah setiap harinya. Maka, mulai banyak kesadaran masyarakat untuk budidaya sendiri di rumah. Jadi hasil sayuran dan buah yang dipanen bisa langsung dikonsumsi. Dengan berbudidaya sendiri, Anda akan bisa mengatur jenis sayuran dan buah apa yang akan ditanam, pemakaian pupuk organik ataukah non organik, jenis perawatan tanaman yang dibutuhkan, dan lain sebagainya. Jadi hasil panennya pun lebih terjamin kualitasnya untuk Anda konsumsi bersama dengan keluarga.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Jika Anda ingin berkebun sendiri, maka salah satu hal yang perlu Anda perhatikan yaitu pengendalian hama tanaman yang sangat mengganggu. Bukan karena hama saja tetapi produksi kebun Anda bisa menurun akibat terserang penyakit ataupun pengaruh cuaca. Maka Anda harus lebih waspada karena adanya hama pengganggu yang bisa merusak dan memakan tanaman. Contoh hama yang banyak ditemui oleh pemilik perkebunan yaitu hama siput tak bercangkang. Hewan gastropoda ini banyak berkeliaran di malam hari dan memakan tanaman sayur atau buah dari bermacam jenis. Sangat mengganggu dan hama siput ini yaitu salah satu jenis hama yang sangat sulit diatasi. umumnya tukang kebun memakai bermacam cara untuk bisa menghalangi siput ini merusak lahan. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi hama siput.

Baca Juga :

1. Memakai Jebakan

Cara yang pertama yaitu memakai jebakan untuk bisa menangkap siput, menghalangi siput masuk ke lahan, memakai pemangsa untuk memakan siput, atau dengan memakai pestisida yang bisa mematikan siput. Memakai jebakan untuk menangkap siput sebetulnya cukup merepotkan karena bermacam jebakan harus dipersiapkan terlebih dulu, termasuk bermacam-macam perlengkapan supaya siput bisa tertangkap. Contohnya seperti menyiapkan beberapa botol kaca, campuran bir dan susu, tepung jagung, dan lain sebagainya.

2. Menggunakan Hewan Pemangsa atau Predator

Teknik untuk mengatasi yang kedua yaitu dengan memakai pemangsa atau predator untuk memakan siput, seperti cacing parasit atau burung. Tetapi kadang cara ini kurang efektif sebab burung sulit untuk menemukan siput pada malam hari, dimana malam hari yaitu waktu dimana siput itu banyak menyerbu lahan. Walaupun sudah memakai cacing parasit, bisa juga menjadi kesalahan karena cacing parasit ini juga bisa menghilang begitu saja dari kebun Anda dan bahkan mengakibatkan hama siput lebih banyak. Oleh karena itu Anda harus rajin membeli cacing parasit ini untuk untuk memangsa hama siput di kebun Anda.

3. Menggunakan Cairan Pestisida

Kemudian teknik yang selanjutnya yaitu dengan memakai pestisida atau bahan kima untuk menghalau siput. Pestisida yang bisa dipakai yaitu seperti amonia, butiran besi fosfat, atau metaldehyde. Tetapi siput bisa mengeluarkan lendir dari tubuhnya untuk mengatasi bermacam ancaman pestisida ini, jadi beberapa bahan pestisida menjadi kurang efektif. Tak hanya itu, kekurangan dari pemakaian bahan kimia ini yaitu juga bisa mempengaruhi hasil kebun Anda nantinya. Bahkan untuk metaldehyde akan sangat berbahaya jika Anda juga mempunyai hewan peliharaan, karena kandungan meteldehyde bisa membunuh hewan peliharaan Anda juga.

4. Menggunakan Waring Ikan / Waring Pagar

Nah, bagaimana jika memakai waring ikan, waring hitam atau waring pagar? Waring ikan ternyata sudah teruji bisa dipakai untuk menghalangi siput masuk ke dalam lahan Anda. Waring Ikan atau waring pagar ini ada berbagai macam jenisnya, yang paling umum yaitu waring jenis RK atau benang double dan waring jenis TL atau benang single. Waring jenis RK umumnya dipakai untuk keramba, sebab benangnya double, jadi lebih kuat. Sedangkan waring ikan jenis TL banyak dipakai untuk pagar tanaman, jadi banyak yang menyebutnya waring pagar.

Memakai waring ikan ini sangat gampang, karena Anda hanya cukup membeli waring seluas lahan kebun di rumah Anda, kemudian menutupi tanaman sayur dan buah Anda dengan memakai waring tersebut. Selain menghalangi siput, waring juga akan bisa menghalangi lahan Anda dari hewan pengganggu yang lain, seperti burung hantu. Sesudah kebun Anda tertutupi dengan waring hitam, Anda bisa tetap mengelola kebun Anda seperti biasanya, termasuk memberi pupuk organik ataupun pestisida alami untuk tambahan penghalang siput yang merusak tanaman Anda.

* Info selengkapnya mengenai harga Waring Ikan klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan atau Ingin Menggunakan Waring Ikan untuk budidaya ikan atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Whatsapp: Admin 1 / Admin 2 / Admin 3

Catatan:
– Minimal order 10 roll
– harga netto (tdk termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Advertisements

Pagar Kabut : Cara Pengumpul Air Di Musim Kemarau

Kabut adalah uap air yang melayang-layang di udara dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan namun perbedaannya, awan tidak menyentuh permukaan bumi, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi. Biasanya kabut bisa dilihat di daerah yang dingin atau daerah yang tinggi.. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100%.

** Ada beberapa macam kabut yaitu :
1. Kabut Advection
Kabut advection terbentuk dari aliran udara, yang melalui suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Contoh dari kabut ini adalah kabut Laut
 2. Kabut Frontal
Kabut frontal terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua masa udara yang berbeda temperaturnya. Ketika hujan turun dari masa udara yang hangat ke dalam masa udara yang dingin tempat uap air menguap disitulah kabut ini terbentuk.
 3. Kabut Radiasi
Kabut radiasi terbentuk pada malam yang tenang dan bersih, ketika tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Dan kerap muncul dari jurang yang dalam, satu lapis kabut terbentuk di seluruh permukaan tanah, dan secara bertahap bertambah menjadi tebal.
4. Kabut Gunung
Kabut gunung terbentuk kala uap air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung. Udara dingin bergerak ke atas lereng sampai tidak sanggup menahan uap air. Titik-titik kabut kemudian terbentuk di sepanjang lereng gunung.

Baca Juga : Cara Budidaya Mawar Dengan Benar

Untuk menangkap dan mengumpulkan air dari kabut yang penuh maka kita harus mendirikan jaringan saringannya di daerah pegunungan dan pesisir dan tidak lupa pakai jaring saringan dari polipropilen. Saringan ini didirikan tegak lurus menghadap angin yang bertiup. Saringan menangkap tetesan air kecil (1-40 μm), yang mengalir perlahan ke talang pengumpul atau parit dan selokan menuju serangkaian tangki.
Pada umumnya yang memiliki air kualitas baik adalah kabut yang terhdang, namun dapat dipengaruhi polusi udara, debu di atap atau karat di lembaran logam. Jika berbagai langkah dilakukan untuk mencegah aliran air pertama yang tercemar memasuki tangki penyimpanan, maka airnya layak untuk diminum dan digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya dengan sedikit atau tanpa penanganan lainnya.
Kondisi yang Sesuai

Lokasi yang sering mengalami periode kabut ialah tempat yang sesuai untuk pengumpulan kabut. Daerah dataran tinggi tempat kabut dihasilkan oleh adveksi awan di atas tanah atau tempat awan dipaksa menaiki gunung adalah tempat yang paling cocok, di daerah yang kecepatan anginnya antara 3-12 meter/detik dan tidak ada hambatan terhadap aliran angin. Kabut terbentuk di permukaan samudra, atau kabut radiasi panas malam di dataran rendah yang biasanya tidak memiliki kandungan air dalam bentuk cair yang cukup atau kecepatan angin yang mencukupi untuk pengumpulan air yang memadai.

beberapa penilaian dari geografis dan meteorologis penting untuk dilakukan dalam memilih tempat: arah angin yang mendominasi (adanya angin terus-menerus dari satu penjuru itu ideal), awan yang terbentuk di bawah ketinggian permukaan tanah maksimum, ruang yang cukup untuk pengumpulan kabut, dan tidak ada rintangan utama di darat. Dalam kasus adanya barisan awan pesisir, pegununestinya berjarak 5 atau 10 kilometer dari pesisir.

** Keuntungan dari pengumpul air dari kabut :   
– Biaya proyek yang rendah
– Teknologi dan perawatan sederhana
– Airnya berkualitas baik
– Tidak terpengaruh musim kering

** Kerugian dari pengumpul air dari kabut :
– Biaya proyek yang rendah
– Teknologi dan perawatan sederhana
– Airnya berkualitas baik
– Tidak terpengaruh musim kering
– Air yang dapat dipanen jumlahnya relatif kecil
– Sulit menemukan saringan polipropilen di beberapa daerah
– Efek dari kerusakan akibat badai karena lokasi dan kerapuhan jaring jika tidak dirawat
– Membutuhkan sering adanya kabut
– Pengrusakan dan kurangnya perawatan, disebabkan karena jarak antara bangunan dengan tempat yang berpenduduk

** Construction, operation & maintenance
Begitu jaring polipropilen diperoleh, gunakan jaring dengan tepat dalam lapisan ganda. Ini biasanya terbuat dari polipropilen atau polietilen, terlindungi dari ultraviolet, dengan koefisien keteduhan 35%, anyaman saringan Raschel, dan ukuran serat 1 mm. Kemampuannya akan meningkat apabila ukuran saringan lebih halus dan lebih kecilnya lebar serat.

Luas permukaan harus cukup besar untuk dapat mengumpulkan jumlah air yang diperlukan. Ukuran biasa per jaring mungkin panjangnya 12 meter x tinggi 4 meter (48 m persegi). Kecepatan pengumpulan air bervariasi tergantung situs namun tampaknya rata-rata antara 2 sampai 5 liter per meter persegi per hari, dengan pengumpulan maksimum mencapai 10 liter per meter persegi per hari.

Beri celah antara jaring dalam sepanjang 5 meter (horizontal) dan dalam jarak yang setara atau lebih besar dari 60 kali tinggi pengumpulan kabut di arah angin menaiki/menuruni lereng. Ini memungkinkan pengumpulan kabut yang paling efisien. Ini juga berarti bahwa kerusakan oleh angin lebih sedikit dibanding pengumpul yang disambung menjadi satu. Pada umumnya, unit datar ini cocok untuk kecepatan angin sampai dengan 20 m/detik. Untuk mencegah kabel menimbulkan erosi pada konstruksi maka kabel harus terlindung dalam selang taman.

Banyak air yang didapat dari pengumpul kabut yaitu sekitarb 120-750 liter air per hari. Pengumpulan air dari kabut dapat meningkat apabila kecepatan anggin lebih tinggi, tetesan kabut lebih besar, serat pengumpulan atau diameter lubang saringan lebih sempit dan memiliki sifat drainase yang baik.

Baca Juga : Cara Menanam Kedondong Agar Cepat Berbuah

** Pemeliharaan
Saringan polipropilen memiliki umur pakai sekitar sepuluh tahun. Pengoperasian dan perawatan di Nepal sangat sulit lantaran tidak tersedianya suku cadang (terutama saringan polipropilen). Sebab itu, menyimpan stok saringan dan suku cadang lainnya sangat dianjurkan. Pada saat angin berhembus kencang, jaring biasanya diturunkan sebagai bagian dari pengoperasian dan pemeliharaan yang biasa. Untuk tempat pengumpul kabut terpencil para peneliti masih merancang apa yang dapat meningkatkan ketahanan alat ini.

** Biaya

Biaya bervariasi tergantung ukuran penangkap kabut, kualitas dan tersedianya bahan, tenaga kerja, dan lokasi situs.

Alat untuk menangkap kabut harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air. Alat ini terbuat dari bahan Polyethiline dan harus dalam bentuk jaring-jaring kecil atau KANVAS, karna berfungsi untuk menangkap kabut yang bertebaran. Alat ini kita sebut sebagai PAGAR KABUT. Waring yang bisa digunakan bisa Waring TL ataupun Waring RK.  Kanvas ini juga dapat dibuat dari Waring yang mudah kita dapat di Toko-toko Pertanian atau Perikanan.

Demikian Pembahasan Artikel Tentang ” Pagar Kabut : Cara Pengumpul Air Di Musim Kemarau “. Terima kasih Telah Berkunjung Di Blog Kami. Semoga Bermanfaat :)…