Tips Mudah Budidaya Jahe Merah Agar Sukses dan Menguntungkan

Jahe Merah
Cara Budidaya Jahe Merah

Distributor Waring Sayur Mulyana High Quality – Lim Corporation

Jahe merah sudah dikenal mempunyai banyak manfaat dan khasiat. Salah satu tanaman rempah sekaligus tanaman herbal, jahe merah dipercaya bisa menyembuhkan sekaligus meredakan berbagai jenis penyakit.

Mulai dari gejala flu, demam ringan, batuk sampai mampu menjaga kondisi jantung dan menurunkan berat badan. Sejak dulu jahe merah sudah dipercaya sebagai tanaman yang kaya akan manfaat, jadi kehadirannya selalu ditanam sebagai tanaman toga atau tanaman obat keluarga di rumah.

Permintaan jahe merah dipasaran juga tak pernah menurun. Bahkan cenderung mengalami peningkatan seiring dengan kepedulian masyarakat akan obat-obatan herbal. Hal ini disebabkan karena semakin populernya makanan atau minuman hangat yang berbahan jahe seperti sekoteng dan bajigur.

Cara Menanam Jahe Merah di Tanah

Oleh sebab itu, budidaya jahe merah dinilai paling tepat dilakukan. Apalagi Anda yang mempunyai lahan luas yang tak terpakai. Anda bisa mencoba 5 cara budidaya jahe merah di tanah paling gampang dan menguntungkan ini.

1. Menyiapkan Lahan Tanam

Tahapan awal saat budidaya jahe merah yaitu menyiapkan lahan tanam. Lahan tanam yang dibutuhkan harus berupa lahan tanah yang subur dan gembur. Oleh sebab itu, pastinya Anda memerlukan pengolahan lahan. Berikut langkah yang digunakan untuk menyiapkan lahan tanam.

* Gemburkan lahan tanam dengan cara mencangkul lahan atau anda juga bisa membajak area tanam.
* Kemudian buat bedengan dengan ukuran lebar 1 m dan panjang disesuaikan luas lahan.
* Tinggi bedengan dibuat 25-30 cm.
* Kemudian jarak antar bedengan sekitar 50 cm.
* Setelah itu taburkan pupuk kandang dengan dosis 10 kg untuk bedengan dengan luas 10 m.
* Buatlah lubang tanam dengan jarak 25×25 cm.
* Kedalaman lubang tanam 25-30 cm.
* Selanjutnya isi pupuk kandang kedalam lubang tanam sebanyak 0,5 kg.
* Biarkan selama seminggu baru kemudian bedengan bisa ditanami.

BACA JUGA:
Ingat! Hal-hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mulai Hobi Berkebun
Yuk Kepoin Perbedaan Antara Benih Tomat OP dan Hibrida
Mengenal Bonnotte, Tanaman Kentang Rasa Rumput Laut
Ternyata, Ini Dampak Positif Berkebun Terhadap Kesehatan Mental

2. Memilih Benih Tanaman

Setelah lahan tanam siap, maka tahapan selanjutnya yaitu menyiapkan benih tanaman. Benih tanaman yang harus disiapakan ialah berupa rumpang benih jahe merah. Untuk mendapatkannya dengan mudah Anda bisa membelinya di pasar tradisional. Meski begitu, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan benih kualitas baik, antara lain sebagai berikut:
* Pilih rimpang dengan ukuran yang besar.
* Kondisi rimpang masih segar, dengan kadar air yang banyak serta tak keriput.
* Rimpang dalam kondisi sehat, utuh dan tak cacat.
* Selain itu warna rimpang haruslah merah cerah menyala.
* Letakkan rimpang di ruangan yang sejuk.
* Kemudian siram menggunakan air secukupnya, setelah itu biarkan sampai rimpang mengeluarkan tunas atau mata tunas.
* Sembari menunggu maka siram dan lakukan pemeliharaan, jika ada rimpang yang busuk sebaiknya buang dan jauhkan.
* Setelah rimpang mulai bertunas, selanjutnya anda bisa langsung melakukan penanaman.

3. Menanam Jahe Merah

Setelah lahan tanam dan bibit siap, maka tahapan selanjutnya yaitu melakukan penanaman pada lahan. Disarankan agar penanaman dilakukan ketika selesai musim penghujan dan memasuki musin kemarau. Sebab curah air yang berlimpah dapat menyebabkan benih membusuk dan tak bisa tumbuh. Oleh sebab itu, penanaman dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
* Masukkan rimpang jahe merah kesetiap lubang tanam.
* Kemudian tutup kembali lubang tanam sampai rata.
* Namun, jangan sampai menutup bagian tunas tanaman.
* Dan berikan furadan untuk menanggulangi serangan jamur pada rimpang.
* Setelah itu siram bibit menggunakan air secukupnya.
* Amati dan tunggu selama satu minggu, bila tunas tak tumbuh maka periksa bibit.
* Sebab bisa jadi bibit busuk jadi perlu di ganti dengan bibit baru.
* Proses penyulaman ini dikerjakan agar tanaman bisa tumbuh seragam dan bisa dipanen secara bersamaan.
* Setelah di tanam tentunya sangat penting untuk dilakukan perawatan dan pemeliharaan agar tanaman dapat menghasilkan umbi yang berkualitas.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

4. Perawatan dan Pemeliharaan

Proses ini dalam budidaya jahe merah terbilang cukup sederhana. Berikut beberapa tahapan dalam perawatan dan pemeliharaan tanaman jahe merah.

Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari terutama ketika awal tanam. Dengan catatan bahwa masa tanam yang anda lakukan bertepatan dengan musim kering atau musim kemarau. Namun, sebaiknya tanam ketika akhir memasuki musim penghujan dan memasuki musim kemarau. Dengan begitu anda tak perlu terlalu sering menyiram tanaman. Apabila anda terlalu sering menyiram maka akan membuat umbi membusuk.

Oleh sebab itu, untuk pengairan sendiri anda bisa kerjakan secukupnya saja. Apabila kondisi lahan memang benar-benar kering maka anda bisa menyiramnya sedikit demi sedikit. Anda bisa menggunakan penyiram air seperti sprayer. Lakukan penyiraman minimal 3-4 hari sekali. Selain itu, penyiraman juga bisa mempermudah proses panen. Anda bisa menyiram tanaman 3 hari sebelum dilakukan panen agar mempermudah proses pengambilan umbi.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan ketika awal masa tanam memakai pupuk organik atau pupuk kandang. Disarankan hanya memakai pupuk kandang atau pupuk organik saja. Sebetulnya tanpa diberi pupuk tanaman jahe merah sudah bisa tumbuh baik. Namun untuk memperbaiki kualitas umbi anda perlu melakukan pemupukan tambahan. Pemupukan dilakukan minimal 3 kali sampai dengan masa panen tiba.

Pemupukan pertama ketika tanaman berumur 1 bulas setelah tanam. Selanjutnya ketika tanaman berumur 2 bulan setelah tanam. Dan pemupukan terakhir ketika tanaman berumur 3 bulan setelah tanam. Pemupukan dikerjakan dengan cara memberikan pupuk langsung ke bedengan. Usahakan pupuk yang diberikan sudah dikeringkan dan dalam kondisi benar-benar kering. Sebab jika basah dikhawatirkan malah dapat merusak umbi jahe merah.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan setiap 2-3 minggu sekali. Dengan cara membersihkan gulma dan rumput yang tumbuh di sekitar tanaman. Tak hanya itu, rumput di sekitar bedengan harus dibersihkan. Sebab jika tak dilakukan penyiangan di khawatirkan pertumbuhan tanaman akan terganggu serta juga menjadi sarang dari pertumbuhan hama dan penyakit. Oleh sebab itu, maka penyiangan harus di lakukan secara rutin sebagai upaya pencegahan hama dan penyakit. Dan juga memberikan pertumbuhan optimal bagi tanaman untuk menyerap hara yang diberikan melalui pemupukan.

5. Panen Jahe Merah

Panen bisa dilakukan sejak umur 3-4 bulan. Pada akhir masa tanam panen dapat dilakukan dengan mencabut batang tanaman berserta umbinya. Kemudian memotong bagian pangkal batang. Serta meletakkannya pada wadah bersih untuk tetap menjaga kesegarannya. Dan pisahkan antara umbi jahe merah yang sehat dan tidak. Usaha kan gemburkan tanah agar Anda tak kesulitan saat memanen.

Demikian pembahasan artikel tentang “Tips Mudah Budidaya Jahe Merah Agar Sukses dan Menguntungkan”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Ingat! Hal-hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mulai Hobi Berkebun

Hobi Berkebun
Ingat! Hal-hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mulai Hobi Berkebun

Bertanam atau berkebun merupakan salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan untuk dilaksanakan di sela-sela kesibukan. Untuk melaksanakan kegiatan yang satu ini, tentunya dibutuhkan peralatan berkebun yang bisa mendukung segala kebutuhan. Pasalnya, berkebun merupakan proses yang sangat panjang dan harus dilaksanakan dengan teliti.

Salah satu manfaat berkebun adalah membantu melepaskan stres. Adapun satu penelitian di Belanda menunjukkan bahwa mereka yang hobi berkebun mempunyai suasana hati yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang membaca. Mereka juga mempunyai kadar hormon stres kortisol yang lebih rendah. Kortisol yang rendah membantu tubuh meningkatkan sistem kekebalan, mencerna makanan yang lebih baik, meningkatkan ingatan dan mencegah penyakit jantung.

Berkebun bisa dilakukan oleh semua orang. Akan tetapi, supaya tanaman tumbuh subur dan bertahan lama, Anda perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini sebelum mulai hobi berkebun.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Tentukan Ide Tanaman yang Akan Dikembangkan
Ada banyak jenis tanaman yang bisa Anda tanam. Ada baiknya, Anda mulai dengan memilih tanaman yang tepat. Misalnya, tanaman sayur untuk dikembangkan supaya bisa memenuhi cadangan makanan harian Anda dan keluarga. Selain itu, tanaman obat-obatan juga bisa menjadi pilihan sebagai apotek hidup.

Lebih Baik Mulai dengan Skala Kecil
Memulai sesuatu selalu dari yang kecil, termasuk berkebun. Saat Anda baru mengatakan ini adalah hobi baru, tidak ada salahnya memulai dengan dua atau tiga pot. Bahkan, tidak ada salahnya juga memulai dengan jenis tanaman yang sama.

Jumlah tanaman yang sedikit akan membuat Anda memiliki waktu banyak untuk mempelajari tanaman tersebut. Mungkin Anda tahu berapa kali tanaman itu harus disiram dan seberapa banyak sinar matahari yang dibutuhkannya.

BACA JUGA:
Yuk Kepoin Perbedaan Antara Benih Tomat OP dan Hibrida
Mengenal Bonnotte, Tanaman Kentang Rasa Rumput Laut
Ternyata, Ini Dampak Positif Berkebun Terhadap Kesehatan Mental
Hasil Panen Kurang Optimal? Coba Terapkan Cara Ini Saat Pengolahannya

Tempat dengan Cahaya Matahari Cukup
Tempat memiliki peran penting selain jenis tanaman. Pot berukuran kecil bisa dibilang mudah untuk dipindah-pindahkan ke tempat yang banyak mendapatkan cahaya matahari. Selain itu, ketika malam atau hujan besar, tanaman pun bisa dipindahkan ke tempat yang terlindungi.

Kalau memang Anda memilih untuk berkebun di pekarangan rumah, pastikan di sekitarnya mendapat cahaya matahari yang cukup. Tempat tersebut pun harus mudah dijangkau.

Buat Tanah Lebih Subur
Anda harus membuat tanah subur dengan memupuknya sebelum memasukkan bibit tanaman ke dalamnya. Namun, bukan berarti tanah itu akan subur selamanya. Anda harus menjaganya setiap saat. Pastikan tanah di sekitar tanaman juga mendapatkan air yang cukup, tidak kurang atau berlebihan. Anda juga wajib memberikan pupuk dalam kurun waktu tertentu.

Mulai Berkebun Berarti Mulai Belajar
Masalah tanaman bukan hanya sekadar tanah, pupuk, dan air. Ada banyak hal yang wajib Anda perhatikan dan pelajari, mulai dari pencahayaan sampai tanaman yang bisa ditanam di sekitarnya. Jangan takut, Anda bisa mencari informasi dengan mudah di buku atau internet tentang tanaman yang sedang Anda kembangkan.

Demikian artikel pembahasan tentang “Ingat! Hal-hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mulai Hobi Berkebun”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3