Keramba Terbuat Dari Waring Ikan, Lebih Awet Dan Kuat

Keramba_apung_Hapa_jaring_ikan_ukuran_6_X_35_X_15_mtr_P_X_L_

1. Bahan Karamba

Bahan yang digunakan untuk pembuatan karamba terdiri dari balok kayu tahan air, besi, bambu, jaring/waring serta pelampung.

2. Teknik Pembuatan Karamba

Balok kayu atau besi berfungsi sebagai rangka, sedangkan jaring/waring, kayu atau bambu dapat digunakan sebagai dinding karamba. Dinding karamba yang terbuat dari jaring/waring terdiri dari 2 lapis jaring dengan dinding paling luar terbuat dari bahan polyethilene minimal D9 dan ukuran mata jaring maksimal 2,5 cm, sedangkan jaring bagian dalam terbuat dari bahan waring.

Dinding karamba yang terbuat dari kayu/bambu jarak antar kisi 1,5 cm. Bentuk karamba adalah persegi empat, ukuran karamba minimal panjang 4 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. Pada bagian tengah penutup karamba dibuatkan lubang terbuka berukuran 0,5 x 0,5 meter yang fungsinya sebagai tempat pemberian pakan dan pengontrolan ikan.

3. Penempatan karamba

Sebelum menempatkan karamba perlu dilakukan survei lokasi untuk menghindari faktor-faktor dari lingkungan perairan yang tidak sesuai. Karamba dapat diletakkan pada sungai, waduk, situ, danau dan saluran irigasi dengan 2/3 bagian berada di dalam air dan 1/3 bagian di atas permukaan air dengan jarak antara dasar perairan dengan dasar karamba 50 cm.

Pada umumnya karamba diletakkan di pinggir sungai secara berkelompok dan setiap kelompok terdapat 20 /40 karamba. Penempatannya secara berpasangan dan diantara pasangan karamba ditempatkan bambu bulat yang berfungsi sebagai tempat pengikat, sekaligus sebagai pelampung karamba. Diantara setiap karamba dibuat jalan penghubung dari papan kayu. Kedua ujung bambu tersebut di ikat pada tiang yang ditancapkan ke dasar sungai untuk penahan supaya karamba tidak terbawa arus air. Untuk setiap kelompok, diatas bambu pelampung dibuat pondok ukuran 1,5 x 1,5 x 1,5 meter sebagai tempat berteduh bagi petugas jaga dengan rangka pondok terbuat dari bambu dan kayu, lantai dari bambu dan atap dari daun rumbia atau nipah.

Baca Juga :

5 Cara Jitu Budidaya Buah Naga Dengan Polybag
Budidaya Cabai Sangat Menguntungkan Dengan Mulsa Plastik
Plastik UV Untuk Budidaya Ikan, Lebih Untung Dan Menjanjikan!!

banner-waring-ikan-4

Namun, keranjang ikan di keramba dengan bilah bambu biasanya tidak praktis karena memerlukan proses pembuatan yang cukup lama dan perlu keahlian khusus. Jarak antar bilah bambu pun harus disesuaikan dengan sama dengan ukuran ikan dan sirkulasi air yang diperlukan. Selain itu, keranjang dengan bilah bambu tidak terlalu tahan lama karena akan mengalami pelapukan setelah beberapa lama pemakaian. Keranjang dengan waring dapat mengatasi masalah tersebut. Waring terbuat dari plastik khsusus yang tahan lapuk oleh air. Keramba dapat diletakan tenggelam, terapung, dan melayang sesuai kebutuhan. Waring mempunyai lubang dengan ukuran tertentu untuk mempermudah sirkulasi air, sehingga kotoran ikan tidak akan mengendap di dasar keramba, sehingga tidak perlu melakukan pengurasan. Selain itu, sirkulasi air juga bermanfaat supaya ikan selalu mendapatkan oksigen yang cukup. Lubang ini juga akan membantu ikan mendapatkan makanannya yang terbawa oleh arus air. Ukuran lubang ini perlu disesuaikan dengan ukuran ikan yang akan dibudidayakan.

Ketika pemanenan, waring ikan sangat membantu dalam proses bongkar dan memuat ikan yang dipanen karena tinggal mengangkat waring tersebut dengan alat pengait atau sebagainya. Waring juga membantu mempermudah menyortir hasil panen ikan, sehingga kualitas dari masing-masing hasil panen dapat didistribusikan sesuai dengan kapasitas dan permintaannya. Pemantauan perkembangan ikan juga lebih mudah dipantau dibandingkan di kolam biasa.

Keunggulan keramba dengan waring ini juga bebas banjir, karena kolam apung ini ketinggiannya akan selalu mengikuti tinggi permukaan air. Terhindar dari hama ular dan burung pemakan ikan karena biasanya bagian atas keramba juga ditutup dengan waring ikan.

Jika anda membutuhkan Waring Ikan untuk Keramba dengan harga yang lebih murah, silahkan hubungi kami melalui sms/call pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564.

Advertisements

Cara Mudah Budidaya Kentang Dengan Hasil Maksimal

budidaya kentang

Kentang atau (Solanum tuberosum L) merupakan tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dikonsumsi serta disebut “kentang”. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa meskipun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.Kentang cocok ditanam daerah tropis khususnya di dataran tinggi.Untuk mendapat panen yang banyak hasilnya, berikut adalah cara penanaman kentang yang baik.

*Baca Juga : Tips jitu Agar Tanaman Cepat Berbuah Lebat 

Syarat pertumbuhan Kentang                                                                                                          -Sangat cocok tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian antara 1.600 hingga 3.000 meter diatas permukaan laut.
-Ph tanah harus netral berkisar antara 5 hingga 6 jika kurang dari 5, maka tanah harus dilakukan pengapuran.
– Iklim
Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90%.
– Media tanam
Tanah harus gembur, banyak mengandung bahan organik.serta tidak tercemar.

Pembibitan Kentang
– Umbi bibit dapat berasal dari umbi produksi yang berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, serta varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas serta hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.
– Jika membeli bibit (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu dengan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

Pengolahan lahan tanaman Kentang
-Cangkul tanah pada lahan yang akan di tanami kentang agar tanah menjadi gembur.
-Buat bedengan dengan tinggi 30 cm dan lebar 70 cm,panjang di di sesuaikan dengan lahan.
-Beri jarak antar bedengan kurang lebih 40 cm.
-Buat lubang tanam di atas bedengan dengan jarak antar lubang kira-kira 20 cm hingga 25 cm.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan 20 hari sekali.Pemupukan bisa menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dan pupuk anorganik yang dapat anda peroleh seperti urea(200 kg/ha), SP 36(200 kg/ha) serta KCT(75 kg/ha).

*Baca Juga : Budidaya Selada Di Pekarangan Rumah Ternyata Mudah

Penyiangan
Yaitu membersihkan sekitar lahan tanaman kentang dari gulma dan rumput liar.Penyiangan dilakukan 2 kali dalam masa penanaman.

Panen
Kentang bisa dipanen setelah berumur berkisar antara 150-190 hari.Kentang yang siap dipanen mempunyai ciri-ciri seperti:

– Biasanya daunnya berwarna kekuningan
– Batang tanaman juga kekuningan
– Kulit umbi akan lekat dengan daging umbi
– Kulit tidak cepat mengelupas

Itu tadi cara menanam kentang dan perawatan kentang agar hasil maksimal.Selamat mencoba…