Cara Budidaya Nanas Dengan Baik Dan Benar

  • Syarat Tumbuh

    Tanaman nanas dapat tumbuh pada kondisi iklim basah atau kering. Secara umum, tanaman nanas toleran kekeringan serta memiliki berbagai macam curah hujan yang sekitar 1000-1500 mm/tahun.Tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari rata-rata 33-71% kontinuitas maksimal, dengan tingkat tahunan rata-rata 2.000 jam. Sesuai dengan suhu budidaya nanas adalah 23-32°Celcius. Nanas lebih cocok dibudidayakan di dataran rendah dibanding di dataran

  • Media Tanam

    Jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tanaman nanas. Namun, lebih cocok dengan jenis tanah yang mengandung pasir, subur, subur dan tinggi bahan organik dan kadar kapur yang rendah.Kadar keasaman adalah pH 4,5-6,5. Air diperlukan untuk pertumbuhan tanaman nanas dalam Untuk penyerapan nutrisi yang dapat larut di dalamnya. Namun, kadar air tanah dalam tidak terlalu banyak, tidak becek (menggenang). Hal yang perlu menjadi perhatian adalah aerasi dan drainase harus baik, karena tanaman terendam akan sangat rentan membusuk.

budidayaa nanasss

Tahap-Tahap Budidaya Nanas

  • Pembibitan

Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. Cara vegetatif digunakan ialah tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah dan stek batang. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian, (jarang digunakan). Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal, mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi, bebas hama dan penyakit, mudah diperoleh dalam jumlah banyak, pertumbuhan relatif seragam serta mudah dalam pengangkutan terutama untuk bibit stek batang. Tunas batang dan stek batang. Artikel ini akan membahas bagaimana mendapat bibit dari tunas batang.

  • Penyiapan Bibit tunas batang

Pilih tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah/setelah panen. Tunas batang yang baik memiliki panjang 30-35 cm. Daun dekat pangkal pohon dipotong untuk mengurangi penguapan serta mempermudah pengangkutan bibit, setelah itu semai bibit dalam polybag serta biarkan di tempat teduh. Jika bibit sudah tumbuh, maka siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam.

  • Pengolahan Media Tanam

Penanaman nanas dapat dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau. Sedangkan pengolahan tanah dapat dilakukan pada awal musim hujan. Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan karena tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5,5. Jumlah bibit yang diperlukan untuk suatu lahan tergantung dari jenis nanas, tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhannya. Kemudian buang serta bersihkan batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. Tanah kemudian dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm hingga gembur. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari agar tanah benar-benar matang dan siap ditanami.

Pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah, lalu di sekelilingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air. Buat bedengan dengan lebar 80-120 cm, jarak antar bedengan 90-150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam. Tinggi petakan atau bedengan ialah antara 30-40 cm.

gudd

  • Pemupukan

Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar. Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam. Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan urea. Nitrogen (N) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, fosfor diperlukan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diperlukan untuk perkembangan buah, khususnya nanas. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pertumbuhan bunga.

 

  • Cara Penanaman

Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan.
Langkah-langkah yang dilakukan :

  • Buat lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. Ukuran lubang tanam ialah 30 x 30 x 30 cm.
  • Gunakan bibit nanas sehat dan baik serta menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam
  • Penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam, 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah.
  • Tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh serta akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah.
  • Lakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah.

nanasss

  • Pemeliharaan Tanaman Nanas

– Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan, sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit.

– Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun, namun untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan.

– Pembubunan diperlukan dalam penanaman nanas, dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan, agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam, sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat.

Baca Juga :
Bisnis Tak Pernah Mati : Ternak Lele Sankurian
Fungsi Jaring Kerambah Yang Tidak Diketahui
Distributor Jaring Kerambah, Hub. 0877 0282 1277
Jual Jaring Untuk Kerambah Ikan

– Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah. Cara pemberian pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas, kemudian tutup dengan tanah. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gram Urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar.

– Pengairan Dan Penyiraman dapat dilakukan walaupun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca. Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pertumbuhan bunga serta pembuahan secara optimal. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot.

  • Panen

Nanas dapat dipanen setelah berumur 12-24 bulan, tergantung dari jenis bibit yg digunakan. Ciri-ciri nanas yg siap dipanen yaitu
Mahkota buah terbuka., Tangkai ubah mengkerut, Mata buah lebih mendatar, besar & bentuknya bulat, Warna bagian dasar buah kuning, Timbul aroma nanas yg harum & khas. Cara memanen buah nanas yaitu dengan memilih buah nanas yg menunjukkan tanda-tanda siap panen. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar/miring menggunakan pisau tajam & steril. Pemanenan dilakukan secara hati-hati supaya tidak rusak & memar.

Advertisements

Simak Cara Menanam Buah Blewah Yang Baik Dan Benar

Blewah adalah salah satu tanaman yang menghasilkan buah sejenis dengan buah melon.
Blewah biasanya dijadikan pelengkap untuk membuat minuman yang segar. Dari fisiknya, buah blewah memiliki bentuk yang serupa dengan labu yang berwarna kuning diluar.
Blewah kaya akan manfaat bagi kesehatan diantaranya: menurunkan bobot badan, menurunkan tingkat tekanan darah, menurunkan kolesterol serta mencegah penyakit jantung dan juga mencegah risiko penyakit kanker.

blewahhh

Langkah 1: Mempersiapkan Bibit Tanaman Blewah
Bibit blewah biasanya dapat diperoleh di kios-kios pertanian. Syarat perkembangan dari blewah harus sesuai dengan kondisi di daerah tempat blewah tersebut akan ditanam.
Bibit blewah bisa disemai terlebih dahulu lalu ditanam. Tetapi agar lebih praktis sebaiknya biji blewah ditanam langsung di lahan tanam permanen.

Langkah 2: Menyiapkan Lahan Tanaman Blewah
Pertama-tama lahan tanam digemburkan dahulu menggunakan mesin pembajak atau menggunakan cangkul.Kemudian bentuklah tanah dengan ukuran kurang lebih lebar 80cm – 120cm dan ketinggian 40 cm. kemudian sebarkan pupuk kandang secara merata.Jika tidak ada jerami sisa panen padi, pupuk dapat juga ditebarkan di atas tegalan.
Jika ingin mengurangi tumbuhnya rumput-rumput di area tanam buah blewah, maka dapat dipasang pelatik mulsa. Diamkan lahan tanam tersebut selama kurang lebih satu minggu sebelum mulai ditanami.

Baca Juga :
Bisnis Tak Pernah Mati : Ternak Lele Sankurian
Fungsi Jaring Kerambah Yang Tidak Diketahui
Budidaya Rumput Laut Bagi Pemula
Jual Jaring Untuk Kerambah Ikan

Langkah 3: Menanam Biji Tanaman Blewah
Biji buah blewah juga ditanam menggunakan bantuan kayu yang diruncingkan seperti ketika menanam jagung atau padi di sawah.Langkahnya yaitu membuat lubang dengan cara menusukkan kayu runcing tersebut ke dalam tanah dengan jarak 70 cm x 70cm antar lubang tanam.
Jika lahan tanam dilengkapi dengan pelastik mulsa, sebaiknya sebelum membuat lubang tanam terlebih dahulu membuat lubang pada mulsa dengan memakai besi bulat yang telah dipanaskan.
Kemudian masukkan 2-3 biji buah blewah ke dalam lubang tanam, dan tutuplah lubang tersebut dengan cara menekan tanah yang ada disekitar lubang dengan perlahan-lahan.
Biji buah blewah akan mulai tumbuh dan memunculkan tunas pada sekitar 7 sampai 10 hari setelah ditanam.
Alangkah baiknya penyiraman dilakukan secara rutin pada pagi dan juga sore hari, terutama pada musim kemarau. Jika dalam musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan.

Langkah 4: Perawatan Pada Tanaman Blewah
Untuk langkah perawatan pada tanaman blewah, dapat dilakukan penyulaman jika ada biji yang tidak tumbuh.Kemudian bersihkan rumput-rumput yang tumbuh di sekitar tanaman buah blewah.
Lakukan pemupukan secara rutin menggunakan pupuk kandang sekitar umur 3 minggu. Pemupukan dengan pupuk kimia NPK dapat dilakukan jika dibutuhkan.

panennn

Langkah 5: Pemanenan Buah Blewah
Umumnya tanaman buah blewah akan menghasilkan buah yang siap panen pada umur sekitar 3 bulan dari masa penanaman.
Pemanenan atau pemetikan dapat dilakukan dengan cara memotong tangkai buah blewah dengan menggunakan pisau ataupun gunting.
Itulah beberapa langkah dalam menanam tanaman blewah yang mudah bagi pemula. Tanaman blewah dapat ditanam di kebun ataupun di rumah. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

 

Budidaya Rumput Laut Bagi Pemula

Rumput laut adalah salah satu aset atau pendapatan dari laut yang dapat dikembangkan serta dapat menjadi komoditi yang memiliki nilai jual tinggi.Oleh karena itu cara budidaya rumput laut & cara pengolahannya menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kemajuan budidaya rumput laut serta membantu para petani agar mendapatkan ketrampilan teknik budidaya rumput laut yang baik guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Manfaat Rumput Laut
1. Mencegah Penyakit Kanker
2. Menurunkan Berat Badan
3. Mengatur Fungsi Hormonal
4. Menurunkan Gula Darah dan Kolesterol
5. Mengeluarkan Racun di Dalam Tubuh
6. Menjaga Kesehatan Kulit
7. Menjaga Kesehatan Tulang
8. Mempercepat Penyembuhan Luka
9. Meningkatkan Sistem Imun
10. Membuat Tubuh Menjadi Sehat

a. Pembentukan dan Pemilihan Bibit Rumput Laut
Pembentukan bibit rumput laut dapat dilakukan dengan cara vegetatif maupun generatif. Bibit yang digunakan untuk budidaya merupakan bibit yang berasal dari stek tanaman rumput laut yang sudah dibudidayakan berkualitas unggul (memiliki banyak cabang) yang masih muda, bersih dan segar dan memiliki angka pertumbuhan harian yang baik.

b. Penanaman
Ada beberapa teknik dalam tanam rumput laut, diantaranya teknik lepas dasar, rakit apung dan teknik lepas dasar atau tali gantung.

1. teknik Lepas Dasar
Penanaman dengan teknik ini, bibit diikatkan dengan batu-batu karang kemudian batuan karang tersebut disebarkan di dasar perairan. teknik ini cocok dilakukan pada perairan yang memiliki dasaran yang rata dan tidak ditumbuhi karang dan juga tidak berpasir. teknik ini mudah dan hanya memerlukan peralatan yang sederhana, namun teknik ini jarang dilakukan karena keberhasilannya belum diyakini dan mengingat pula persyaratan yang perlu dipenuhi yaitu lahan yang terbuka dengan terdapat potongan batu karang yang kedudukannya sebagai substrat yang kokoh dan tidak mudah terbawa arus. Selain sulitnya mendapatkan lahan budidaya seperti itu, kelemahan lain teknik ini adalah nantinya akan ada banyak bibit yang hilang terbawa ombak, tidak dapat dilakukan di perairan yang berpasir, banyak mendapat gangguan dari bulubabi yang akan memiliki produksi yang rendah.

rumput laut 2
Rumput Laut

2. Metoda Rakit Apung
Penanaman dengan teknik ini, rakit apung yang digunakan terbuat dari bambu berukuran antara sekitar 2,5 x 2,5 meter persegi hingga 7 x 7 meter persegi bergantung pada ketersediaan bambu. Ikat rakit apung pada patok kayu yang telah ditancapkan di dasar laut atau gunakan jangkar sebagai penahanan agar rakit aoung tidak terbawa arus.
Dalam memasang tali dan juga patok harus memperhitungkan faktor ombak, arus dan pasang surut air. teknik rakit apung ini cocok dilakukan pada lokasi budidaya yang memiliki kedalaman sekitar 60 cm. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk budidaya dengan teknik ini adalah bibit, potongan bambu yang memiliki diameter sekitar 10 cm, potongan kayu penyiku yang memiliki diameter sekitar 5 cm, tali rafia, tali ris dengan diameter sekitar 4 mm dan 12 cm, serta jangkar besi, bongkah batu ataupun adukan semen pasir. Berikut adalah tahapan penanaman dengan teknik ini :

Susun potongan bambu dan kayu, kemudian ikatkan pada jangkar pemberat dengan tali 12 mm.
Thallus dengan berat sekitar 100 gram diikatkan pada tali ris dengan menggunakan tali rafia lalu diberi jarak sekitar 20 cm – 25 cm
Panjang tali ris disesuaikan dengan panjang rakit apung yang digunakan sedangkan jarak antara tali ris yaitu sekitar 50 cm.
Tali ris yang telah berisi tanaman diikatkan pada rakit. Untuk titik tanam juga disesuaikan dengan ukuran rakit apung. Untuk rakit apung yang memiliki ukuran 7 Meter x 7 meter maka ditanami sekitar 500 titik tanam rumput laut.

3.Metode lepas dasar atau tali gantung
Penanaman rumput laut dengan teknik lepas dasar atau tali gantung, tali ris yang sudah berisi ikatan tanaman direntangkan pada tali ris utama. Pengikatan tali ris pada tali ris utama dilakukan dengan benar agar nantinya mudah dibuka kembali. Tali ris utama yang terbuat dari bahan polyetilendengan diameter sekitar 8 mm dibentangkan pada patok. Beri jarak tiap tali ris dengan tali ris utama dengan jarak sekitar 20 cm. Patok terbuat dari kayu dengan diameter sekitar 5 cm adan panjang sekitar 2 m. Jarak patok untuk membentangkan tali ris utama adalah sekitar 2,5 m.

c. Pemeliharaan Tanaman Rumput Laut
Usahakan selalu mengontrol dan bersihkan kotoran yang menempel pada rumput laut secara rutin dan apabila terjadi kerusakan pada sarana budidaya rumput laut maka harus segera diperbaiki.

Perlu pula dilakukan pemupukan apabila budidaya dilakukan di tambak (biasanya rumput laut jenis gracilaria sp) dengan menggunkan pupuk urea, TSP dan ZA, selain itu bila budidaya dilakukan di tambak maka perlu juga dilakukan pergantian air setiap 15 hari sekali saat bulan baru dan bulan purnama.

rumput laut

d. Pemanenan Rumput Laut
Rumput laut dapat mulai dipanen setelah berumur sekitar 6 minggu- 2 bulan setelah tanam atau telah memiliki berat per ikatan sekitar 800 gram.
Cara memanen rumput laut pada saat air surut dapat dilakukan secara langsung di lokasi budidaya, sedangkan pada saat air pasang adalah dengan cara mengangkat seluruh rumput laut ke darat kemudian tali rafia pengikat dipotong.

Demikian Pembahasan Artikel Tentang ” cara Mudah Budidaya Kentang “. Terima kasih Telah Berkunjung Di Blog Kami. Semoga Bermanfaat…

 

Rasakan Keuntungan “Tiada Matinya” Dengan Ternak Lele Sankurian

Usaha ternak lele begitu meyakinkan karena lele banyak dibutuhkan oleh warung-warung tenda yang menjajahkan masakan lele. Belum lagi permintaan yang datang dari restoran dan rumah tangga, lele juga kerap dimasak menjadi produk olahan lain yang menggugah selera. Maka dari itu bisnis budidaya ikan lele juga menguntungkan

Bisnis Ikan Lele Tak Ada Matinya

Terbukanya pasar lele yang luas juga masih diikuti oleh teknologi budidaya lele yang tidak susah. Dengan hanya menggunakan kolam tanah, kolam terpal, atau kolam beton, lele sudah bisa dibesarkan.

Dengan ditemukannya lele jenis sangkurian, waktu pembesaran lele juga dapat dipersingkat. Untuk lele jenis sangkurian ini memang beda hanya dibutuhkan waktu 50 hari pemanenannya berbeda dengan lele biasanya yang membutuhkan waktu 5 bulan untuk panen

Dengan menebar lele ukuran 7-10 cm kurang dari 2 bulan kemudian, benih tersebut telah tumbuh mencapai 9-10 ekor/kg. Ukuran tersebut itulah yang paling banyak dicari oleh pedagang lele.

 

Keuntungan Usaha Ikan Lele Sankurian

  • Keuntungan Bisnis Ikan Lele
    Permintaan yang semakin meningkat karena banyak pedagang kaki lima yang menyuguhkan hidangan lele menjadikan bisnis pembesaran lele tidak pernah surut. Pembudidaya ikan lele tidak perlu ragu untuk memproduksi lebih banyak lagi. Sejumlah pembudidaya ternak lele bahkan menyampaikan bahwa berapapun produksi lele, pasar mampu menyerapnya dengan cepat.

 

  • Alasan Memilih Bisnis Ternak Lele
    Ada banyak alasan mengapa bisnis ikan lele tidak pernah surut, terutama bisnis pembesaran. Namun, dari sekian banyak alasan tersebut, minimal ada 5 hal yang menjadikan banyak orang terjun dalam bisnis ini, mulai dari sekadar usaha sampingan, investasi masa depan, hingga sebagai sumber pendapatan utama keluarga.

lele pyton

Kelebihan Melakukan Bisnis Ikan Lele

  • Permintaannya Tinggi
    permintaan lele cukup tinggi dan cenderung terus menignkat. Hal ini sangat wajar karena lele adalah bahan makanan yang setiap hari dikonsumsi. Hampir disetiap sudut kota-mulai dari kota besar sampai kota kecil-sangat mudah ditemukan warung-warung penjual lele. Berdasarkan sejumlah informasi, kebutuhan lele di daerah jabodetabek misalnya, tak kurang dari 40 ton sehari. Itupun masih didatagakn dari lyar daerah tersebut. Sementara di daerah yogjakarta dan sekitarnya berkisar 8 – 10 ton perhari.

 

  • Bisnis Ikan Lele – Mudah Diusahakan
    Pembesaran lele sebenarnya tidak teralu sulit diusahakan. Bahkan, bagi pemula pun bisa dengan cepat mempelajarinya. Kunci dalam pembesaran lele adalah penggunaan benih yang berkualitas, menjaga kualitas air pemeliharaan, dan pemberian pakan yang tepat.

 

  • Waktu Pemeliharaan Bisa Dipercepat
    Untuk memanen ikan lele, pemanenan ikan lele bisa diatur waktunya. Tergantung ukuran benih yang ditebar dan intensitas pemeliharaan. Sebagai contoh, dengan menebar benih ukuran 7-9 cm, bisa dipanen dalam waktu kurang dari 2 bulan, yaitu 50 hari.
  • Bisnis Ikan Lele – Modal Kecil, Untung Besar
    Memulai usaha pembesaran ikan lele tidak harus dengan modal besar. Menebar benih sekitar 5.000 ekor, dibutuhkan modal awal sekitar Rp. 5 – 7 juta. Dengan waktu pemeliharaan kurang dari 2 bulan, pembudidaya dapat memperoleh keuntungan sekitar 15% dari biaya yang dikeluarkannya.

 

  • Bisa Dipelihara di Berbagai Wadah dan Diusahakan di Lahan Sempit
    Bisnis ikan lele khususnya pemeliharaan ini dapat Anda sediakan di berbagai wadah seperti tong, kolam taman, kolam tanah, kolam terpal, kolam tembok, dan kolam jaring apung.

lele sangkurian

Cara Merawat Ikan Lele agar Cepat Besar

  • Lele Ukuran Super Paling Banyak Dicari
    Maraknya bisnis ikan lele pasca panen seperti olahan lele dan menjamurnya usaha warung pecel lele membuat banyak pemula yang ingin terjun dalam usaha pembesaran lele. Sayangnya, semangat tersebut sering sekali tidak disertai dengan pengetahuan yang cukup. Agar dapat sukses dalam usaha dan bisnis ikan lele terutama masa pemeliharaan maka sebaiknya maka sebaiknya memahami hal-hal yang bersifat teknis dan non teknis budidaya. Sebagai contohnya, karakteristik pasar lele adalah hanya ikan lele dengan ukuran tertentu yang diterima oleh pedagang dengan harga tinggi, yaitu ukuran 8-10 ekor per kg (lele ukuran super). Jika ukuran diluar itu, biasanya harganya akan lebih murah dengan selisih Rp.1.000 – 2000 per kg.

Budidaya Buah Bit Dengan Baik Dan Benar

Seperti buah lainnya, buah bit (Beta vulgaris) juga memiliki banyak varian. Sejauh ini ada dua varian buah bit yang biasa ditemukan di pasaran, yakni varian dengan nama latin Beta vulgaris L.var rubra L atau buah bit merah dan varian Beta vulgaris L. var cicla L atau buah bit putih.

Bit merah banyak ditanam di daerah dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan bit putih ditanam pada ketinggian 500 mdpl.

Mochammad Wahyudi, petani buah bit di kota Batu, Malang, Jawa Timur, mengatakan, budidaya buah bit tergolong mudah. “Sama seperti tanaman lain,” ujar pria yang akrab disapa Yudi.

Buah bit bisa dikembangkan dari biji atau dengan sistem stek. Yudi sendiri memilih mengembangkan buah bit dengan biji. “Biji buah bit banyak dijual,” katanya.

bitttt

Biji buah bit bisa ditanam langsung di tanah dengan kedalaman 30 sentimeter (cm). Setelah lubang siap, berikan pupuk organik secukupnya. Adapun jarak antar tanaman sekitar 20 cm. Untuk satu hektare tanah diperlukan 8 kilogram (kg) bibit.

Pada saat baru ditanam, harus rutin lakukan penyiraman setiap pagi dan sore. Penyiraman harus memakai alat halus supaya tidak merusak tanaman.
“Tidak boleh air terlalu banyak. Tidak boleh ada genangan,” ujar Yudi.

Biasanya, biji buah bit sudah mulai keluar tunas ketika usia tanam seminggu. Nah, ketika sudah berumur tiga atau empat minggu lakukan seleksi untuk tunas yang baik pertumbuhannya. “Tunas yang lemah dicabut saja,” katanya.

Baca Juga :
Bisnis Tak Pernah Mati : Ternak Lele Sankurian
Simak Cara Menanam Buah Blewah Yang Baik Dan Benar
Budidaya Rumput Laut Bagi Pemula
Jual Jaring Untuk Kerambah Ikan

Lalu jika ada biji yang tumbuhnya menjadi dua atau tiga tunas harus disisakan satu tunas. Pilih tunas yang baik. Menurut Yudi, tanaman bit sudah dipanen dalam waktu satu bulan sejak ditanam.

Namun, bukan berarti dia dapat memanen selama 12 kali dalam setahun. “Karena tergantung dari musim dan cuaca juga,” ujar Yudi. Cuaca yang terlampau panas atau hujan yang terlalu banyak akan menurunkan kualitas pertumbuhan buah bit.

Saat panen, pencabutan umbi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak umbi. Kandungan gula dan vitamin C dari buah bit akan semakin tinggi seiring bertambahnya usia. Namun jika terlalu tua, umbi tersebut akan menjadi keras.

Pembudidaya buah bit lainnya, Aris Kidjo dari Dieng, Jawa Tengah, menambahkan, selama pemeliharaan cukup lakukan sekali pemupukan. Ia menyarankan untuk menggunakan pupuk kandang ketimbang pupuk kimia.

Tanaman bit tidak memerlukan pemeliharaan khusus. Pemeliharaan rutin cukup dengan membersihkan rumput yang mengganggu di sekitar tanaman bit.

Pembudidayaan Ikan Nila Yang Menyenangkan

panen-ikan-nila-merah-superikan2bnila

Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi yang hidup di air tawar. Ikan nila ini sangat mudah di kembangbiakkan serta sangat mudah dipasarkan karena merupakan salah satu jenis iklan yang paling sering dikonsumsi sehari-hari. Dengan teknik dan cara budidaya ikan nila yang sangat mudah, serta pemasarannya yang cukup luas, menjadikan budidaya ikan nila ini sebagai peluang usaha yang bagus untuk dilakukan.
Budidaya ikan nila ditambak terbukti dapat membawa keuntungan dalam berbisnis.

 

budidaya-ikan-nila-cara-mudah-budidaya-ikan-nila
Cara budidaya ikan nila berikut ini meliputi kegiatan pembenihan ikan nila dan pembesaran ikan nila.

A. Penyiapan Sarana dan Peralatan

1. Kolam

Jenis kolam yang biasa digunakan dalam budidaya ikan nila antara lain:

Kolam pemeliharaan induk/kolam pemijahan. Kolam sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 20-22 derajat C, kedalaman air 40-60 cm, dasar kolam sebaiknya berpasir.

Kolam pemeliharaan benih atau kolam pendederan. Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan atau ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.

Kolam pembesaran. Kolam pembesaran berfungsi untuk tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Ada kalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, yaitu:

– Kolam pembesaran tahap pertama berfungsi untuk memelihara benih ikan selepas dari kolam pendederan. Kolam ini sebaiknya berjumlah antara 2-4 buah dengan luas maksimum 250-500 meter persegi/kolam. Pembesaran tahap pertama ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab benih ukuran ini memerlukan ruang yang luas. Setelah benih menjadi gelondongan kecil maka benih memasuki pembesaran tahap kedua atau langsung dijual kepada pera Petani.
– Kolam pembesaran tahap kedua berfungsi untuk memelihara benih gelondongan besar. Kolam dapat berupa kolam tanah atau sawah. Keramba apung juga dapat digunakan dengan mata jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran pembesaran tahap kedua sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.
– Kolam pembesaran tahap ketiga berfungsi untuk membesarkan benih. Diperlukan kolam tanah antara 80-100 cm dengan luas 500-2.000 meter persegi.
– Pembesaran ikan nila dapat pula dilakukan di jaring apung, berupa Hapa berukuran 1 x 2 m sampai 2 x 3 m dengan kedalaman 75-100 cm. Ukuran hapa dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain itu sawah yang sedang diberokan dapat dipergunakan pula untuk pemijahan dan pemeliharaan benih ikan nila. Sebelum digunakan petak sawah diperdalam dahulu agar dapat menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1- 1,5 m dengan kedalaman 60-75 cm.

2. Alat

Alat-alat yang biasa digunakan yaitu jala, waring ikan, hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg),cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.

3. Persiapan Media

a. Mengeringkan kolam selama beberapa hari. Lalu melakukan pengapuran agar dapat mengilangkan hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi.
b. Pemberian pupuk Organik dengan dosis 50-700 gram/meter persegi.

B. Pembibitan

Ikan nila sangat mudah kawin silang dan bertelur secara liar. Akibatnya, kepadatan kolam meningkat. Disamping itu, ikan nila yang sedang beranak lambat pertumbuhan sehingga diperlukan waktu yang lebih lama agar dicapai ukuran untuk dikonsumsi yang diharapkan. Untuk mengatasi kekurangan ikan nila di atas, maka dikembang metode kultur tunggal kelamin (monoseks). Dalam metode ini benih jantan saja yang dipelihara karena ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat daripada ikan nila betina.

C. Pembenihan

Usaha pembenihan biasanya menghasilkan benih yang berbeda-beda ukurannya. Ini karena tergantung lamanya pemeliharaan benih. Benih ikan nila yang baru lepas dari mulut induknya disebut “benih kebul”. Benih yang berumur 2-3 minggu setelah menetas disebut benih kecil, yang disebut juga putihan (Jawa Barat). Ukurannya sekitar 3-5 cm. Selanjutnya benih kecil dipelihara di kolam lain atau di sawah. Setelah dipelihara selama 3-1 minggu akan dihasilkan benih berukuran 6 cm dengan berat 8-10 gram/ekor. Benih ini disebut gelondongan kecil. Benih nila merah. Berumur 2-3 minggu, ukurannya ± 5 cm. Gelondongan kecil dipelihara di tempat lain lagi selama 1- 1,5 bulan. Pada umur ini panjang benih telah mencapai 10-12 cm dengan berat 15-20 gram. Benih ini disebut gelondongan besar.

Dua minggu sebelum dan dipergunakan kolam harus dipersiapkan. Dasar kolam dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan dan dicangkul sambil diratakan. Tanggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai teriadi kebocoran. Saluran air diperbaiki agar jalan air lancar. Dipasang saringan pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Dan untuk selanjutnya adalah :
a. Pemberian Pupuk
b. Pemberian Pakan
c. Pemeliharaan Kolam/Tambak

D. Pemanenan

Setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bulan, Ikan Nila dapat dipanen. Pada saat panen total ukuran ikan bervariasi di atas 50 gram/ ekor.

Sistem pemanenan dapat juga dilakukan secara bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Teknik memanen yang paling mudah dan murah dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.

Selama panen air segar perlu dialirkan ke dalam kolam untuk mencegah agar ikan tidak banyak yang mati. Ikan akan berkumpul di bak-bak (kubangan) penangkapan atau dalam saluran, kemudian diserok/ditangkap.

Setelah panen selesai, kolam pemeliharaan dikeringkan dan dipersiapkan untuk pemeliharaan berikutnya.

Kami juga menyediakan waring ikan dengan harga terjangkau dan kualitas juga bagus. Ada beberapa jenis waring yang kami jual. Untuk info selengkapnya bisa menghubungi nomor kami di 0812 3258 4950 – 0877 0282 1277 – 0852 3392 5564 atau selengkapnya di Jual Waring Ikan

Cara Budidaya Ikan Nila Dengan Menggunakan Waring Ikan

1. Kolam
Jenis kolam yang umum dipergunakan untuk budidaya ikan nila antara lain seperti :
Kolam pemeliharaan induk. Kolam ini berfungsi sebagai kolam pemijahan. Kolam sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 20-22 derajat C, kedalaman air 40-60 cm, dasar kolam sebaiknya berpasir.

Kolam pemeliharaan benih atau kolam pendederan. Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan atau ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.

Kolam pembesaran. Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Ada kalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, seperti:

Kolam pembesaran tahap pertama berfungsi untuk memelihara benih ikan selepas dari kolam pendederan. Kolam ini sebaiknya berjumlah antara 2-4 buah dengan luas maksimum 250-500 meter persegi/kolam. Pembesaran tahap pertama ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab benih ukuran ini memerlukan ruang yang luas. Setelah benih menjadi gelondongan kecil maka benih memasuki pembesaran tahap kedua atau langsung dijual kepada pera Petani.

Kolam pembesaran tahap kedua berfungsi untuk memelihara benih gelondongan besar. Kolam dapat berupa kolam tanah atau sawah. Keramba apung juga dapat digunakan dengan mata jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran pembesaran tahap kedua sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.

Kolam pembesaran tahap ketiga berfungsi untuk membesarkan benih. Diperlukan kolam tanah antara 80-100 cm dengan luas 500-2.000 meter persegi.

Pembesaran ikan nila dapat pula dilakukan di jaring apung, berupa Hapa berukuran 1 x 2 m sampai 2 x 3 m dengan kedalaman 75-100 cm. Ukuran hapa dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain itu sawah yang sedang diberokan dapat dipergunakan pula untuk pemijahan dan pemeliharaan benih ikan nila. Sebelum digunakan petak sawah diperdalam dahulu agar dapat menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1- 1,5 m dengan kedalaman 60-75 cm.

2. Peralatan

Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan nila diantaranya adalah: jala, waring ikan, hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg),cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan nila antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segi empat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).

3. Persiapan Media

Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dan lain sebagainya. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan yaitu :

Pengeringan kolam selama beberapa hari. Lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi.

Pemupukan dengan Pupuk Organik Nasa yang berupa TON + Pupuk makro, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi.

B. Pembibitan

1. Pemilihan Bibit dan Induk

Ciri-ciri induk bibit nila yang unggul adalah sebagai berikut :
1. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.
2. Pertumbuhannya sangat cepat.
3. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
4. Resisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
5. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.

Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 120-180 gram lebih per ekor dan berumur sekitar 4-5 bulan. Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:

a. Betina
– Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
– Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
– Warna perut lebih putih.
– Warna dagu putih.

Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.

b. Jantan
– Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
– Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
– Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.
– Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.
– Jika perut distriping mengeluarkan cairan.

Ikan nila sangat mudah kawin silang dan bertelur secara liar. Akibatnya, kepadatan kolam meningkat. Disamping itu, ikan nila yang sedang beranak lambat pertumbuhan sehingga diperlukan waktu yang lebih lama agar dicapai ukuran untuk dikonsumsi yang diharapkan. Untuk mengatasi kekurangan ikan nila di atas, maka dikembang metode kultur tunggal kelamin (monoseks). Dalam metode ini benih jantan saja yang dipelihara karena ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat daripada ikan nila betina.

Ada beberapa cara untuk memproduksi benih ikan nila jantan yaitu :
1. Secara manual (dipilih)
2. Sistem hibridisasi antarjenis tertentu
3. Merangsang perubahan seks dengan hormon
4. Teknik penggunaan hormon seks jantan ada dua cara.
5. Perendaman
6. Perlakuan hormon melalui pakan

2. Pembenihan dan Pemeliharaan Benih

Pada usaha pembenihan, kegiatan yang dilakukan adalah :

– Memelihara dan memijahkan induk ikan untuk menghasilkan anak ikan.
– Memelihara anak ikan (mendeder) untuk menghasilkan benih ikan yang lebih besar.

Usaha pembenihan biasanya menghasilkan benih yang berbeda-beda ukurannya. Hal ini berkaitan dengan lamanya pemeliharaan benih. Benih ikan nila yang baru lepas dan mulut induknya disebut “benih kebul”. Benih yang berumur 2-3 minggu setelah menetas disebut benih kecil, yang disebut juga putihan (Jawa Barat). Ukurannya 3-5 cm. Selanjutnya benih kecil dipelihara di kolam lain atau di sawah. Setelah dipelihara selama 3-1 minggu akan dihasilkan benih berukuran 6 cm dengan berat 8-10 gram/ekor. Benih ini disebut gelondongan kecil. Benih nila merah. Berumur 2-3 minggu, ukurannya ± 5 cm. Gelondongan kecil dipelihara di tempat lain lagi selama 1- 1,5 bulan. Pada umur ini panjang benih telah mencapai 10-12 cm dengan berat 15-20 gram. Benih ini disebut gelondongan besar.

3. Pemeliharaan Pembesaran

Dua minggu sebelum dipergunakan kolam harus dipersiapkan. Dasar kolam dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan dan dicangkul sambil diratakan. Tanggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai terjadi kebocoran. Saluran air diperbaiki agar jalan air lancar. Dipasang saringan pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Dan untuk selanjutnya adalah :

a. Pemupukan

Pemupukan dengan jenis pupuk organik, anorganik (Urea dan TSP), serta kapur. Cara pemupukan dan dosis yang diterapkan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh dinas perikanan daerah setempat, sesuai dengan tingkat kesuburan di tiap daerah. Beberapa hari sebelum penebaran benih ikan, kolam harus dipersiapkan dahulu. Pematang dan pintu air kolam diperbaiki, kemudian dasar kolam dicangkul dan diratakan. Setelah itu, dasar kolam ditaburi kapur sebanyak 100-150 kg/ha. Pengapuran berfungsi untuk menaikkan nilai pH kolam menjadi 7,0-8,0 dan juga dapat mencegah serangan penyakit.

Selanjutnya kolam diberi pupuk organik Nasa yang berupa TON dengan di tambahkan Pupuk Urea dan TSP juga diberikan sebanyak 50 kg/ha. Urea dan TSP diberikan dengan dicampur terlebih dahulu dengan TON tadi lalu ditebarkan merata di dasar kolam. Selesai pemupukan kalam diairi sedalam 10 cm dan dibiarkan 3-4 hari agar terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan kapur dengan tanah. Han kelima air kolam ditambah sampai menjadi sedalam 50 cm, lalu masukkan Produk Nasa yang berupa POC NASA kedalam kolam dan diamkan selama 2 hari 2 malam . Setelah itu, air kolam tersebut ditebari benih ikan nila. Pada saat itu fitoplankton mulai tumbuh yang ditandai dengan perubahan warna air kolam menjadi kuning kehijauan. Di dasar kolam juga mulai banyak terdapat organisme renik yang berupa kutu air, jentik-jentik serangga, cacing, anak-anak siput dan sebagainya. Selama pemeliharaan ikan, air kolam diatur sedalam 75- 100 cm.

b. Pemberian Pakan

Pemupukan kolam telah merangsang tumbuhnya fitoplankton, zooplankton, maupun binatang yang hidup di dasar, seperti cacing, siput, jentik-jentik nyamuk dan chironomus (cuk). Semua itu dapat menjadi makanan ikan nila. Untuk pakan tambahan bisa juga di tambahkan pakan buatan yang berupa pelet dengan ukuran kecil yang bisa di makan oleh bibit ikan tersebut.Jangan lupa di campurkan dengan produk nasa yang berupa Viterna + POC Nasa + Hormonik ke dalam pelet tersebut. Boleh juga diberi makan tumbuhan air seperti ganggeng (Hydrilla) dlsb.

c. Pemeliharaan Kolam/Tambak

Sistem dan intensitas pemeliharaan ikan nila tergantung pada tempat pemeliharaan dan input yang tersedia.Target produksi harus disesuaikan dengan permintaan pasar. Biasanya konsumen menghendaki jumlah dan ukuran ikan yang berbeda-beda. Intensitas usaha dibagi dalam tiga tingkat, yaitu :

a) Sistem ekstensif (teknologi sederhana)

Sistem ekstensif merupakan sistem pemeliharaan ikan yang belum berkembang. Input produksinya sangat sederhana. Biasanya dilakukan di kolam air tawar. Dapat pula dilakukan di sawah. Pengairan tergantung kepada musim hujan. Kolam yang digunakan biasanya kolam pekarangan yang sempit. Hasil ikannya hanya untuk konsumsi keluarga sendiri. Sistem pemeliharaannya secara polikultur. Sistem ini telah dipopulerkan di wilayah desa miskin.

Pemupukan tidak diterapkan secara khusus. Ikan diberi pakan berupa bahan makanan yang terbuang, seperti sisa-sisa dapur, limbah pertanian (dedak, bungkil kelapa dll.).

Perkiraan pemanenan tidak tentu. Ikan yang sudah agak besar dapat dipanen sewaktu-waktu. Hasil pemeliharaan sistem ekstensif sebenar cukup lumayan, karena pemanenannya bertahap. Untuk kolam herukuran 2 x 1 x 1 m ditebarkan benih ikan nila sebanyak 20 ruang berukuran 30 ekor. Setelah 2 bulan diambil 10 ekor, dipelihara 3 bulan kemudian beranak, demikian seterus. Total produksi sistem ini dapat mencapai 1.000 kg/ha/tahun 2 bln. Penggantian air kolam menggunakan air sumur. Penggantian dilakukan seminggu sekali.

b) Sistem semi-Intensif (teknologi madya)

Pemeliharaan semi-intensif dapat dilakukan di kolam, di tambak, di sawah, dan di jaring apung. Pemeliharaan ini biasanya digunakan untuk pendederan. Dalam sistem ini sudah dilakukan pemupukan dan pemberian pakan tambahan yang teratur.

Prasarana berupa saluran irigasi cukup baik sehingga kolam dapat berproduksi 2-3 kali per tahun. Selain itu, penggantian air juga dapat dilakukan secara rutin. Pemeliharaan ikan di sawah hanya membutuhkan waktu 2-2,5 bulan karena bersamaan dengan tanaman padi atau sebagai penyelang. OIeh karena itu, hasil ikan dan sawah ukurannya tak lebih dari 50 gr. Itu pun kalau benih yang dipelihara sudah berupa benih gelondongan besar.

Budi daya ikan nila secara semi-intensif di kolam dapat dilakukan secara monokultur maupun secara polikultur. Pada monokultur sebaiknya dipakai sistem tunggal kelamin. Hal mi karena nila jantan lebih cepat tumbuh dan ikan nila betina.

Usaha tani kangkung, genjer dan sayuran lainnya juga dapat dipelihara bersama ikan nila. Limbah sayuran menjadi pupuk dan pakan tambahan bagi ikan. Sedangkan lumpur yang kotor dan kolam ikan dapat menjadi pupuk bagi kebun sayuran.

c. Sistem intensif (teknologi maju)

Sistem pemeliharaan intensif adalah sistem pemeliharaan ikan paling modern. Produksi ikan tinggi sampai sangat tinggi disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Pemeliharaan dapat dilakukan di kolam atau tambak air payau dan pengairan yang baik. Pergantian air dapat dilakukan sesering mungkin sesuai dengan tingkat kepadatan ikan. Volume air yang diganti setiap hari sebanyak 20% atau bahkan lebih.

Pada usaha intensif, benih ikan nila yang dipelihara harus tunggal dain jantan saja. Pakan yang diberikan juga harus bermutu.

4. Pemanenan
Setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bulan, Ikan Nila dapat dipanen. Pada saat panen total ukuran ikan bervariasi di atas 50 gram/ ekor.

Sistem pemanenan dapat juga dilakukan secara bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Teknik memanen yang paling mudah dan murah dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.

Selama panen air segar perlu dialirkan ke dalam kolam untuk mencegah agar ikan tidak banyak yang mati. Ikan akan berkumpul di bak-bak (kubangan) penangkapan atau dalam saluran, kemudian diserok/ditangkap. Setelah panen selesai, kolam pemeliharaan dikeringkan dan dilakukan persiapan kembali untuk pemeliharaan berikutnya.

Kami (LIM CORPORATION) menjual WARING IKAN. WARING IKAN sering dipakai dalam keramba ikan atau ada yang menggunakannya sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman masuk.

Tersedia WARING IKAN benang single merk Arwana ukuran 120 cm x 100 m, dan WARING IKAN benang double RK ukuran 120 cm x 100 m. WARING IKAN ini berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya.

Dan untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami (LIM CORPORATION) :
– SMS / Call : 0877 0282 1277

Jual Waring Ikan

waring ikan merk arwana (2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Waring ikan kerap dipakai dalam budidaya ikan dalam keramba. Untuk keperluan waring ikan sekarang ini di pulau Jawa paling banyak di daerah : Lamongan, Tulungagung, dan lain-lain. Namun waring ikan ini saat ini banyak juga digunakan untuk pagar tanaman, supaya hewan liar tak menggangu tanaman.

Manfaat lain dari waring ikan saat ini banyak pula dipakai untuk menjemur hasil pertanian, krupuk, dan lain-lain. Umumnya waring ikan digunakan untuk alas pada jemuran. Maksudnya supaya barang yang dijemur dapat kering dengan cara berbarengan, baik sisi atas ataupun sisi bawah. Ini semakin lebih menghemat saat supaya cepat kering.

Terdapat banyak pilihan kualitas & merk waring ikan, antara lain:
a. Waring Ikan Merk ARWANA
– benang single (bukanlah double)
– ukuran 1, 2m x 100m.

b. Waring Ikan Merk PANCING
– benang single
– ukuran 1, 2m x 90m

c. Waring Ikan Merk RK
– benang double
– ukuran 1, 2m x 100m.
Minimum order waring ikan 10 roll (1 ball) per merk.
Informasi harga waring ikan silakan sms/call di 0877. 0282. 1277 – 0852. 3392. 5564 – 08123. 258. 4950.

Baca juga Pabrik Waring Sayur Warna Merah dan Kuning.