Teknik Pemasaran Sayur Organik Ala Milenial, Harus Dicoba Nih!

Sayuran Organik

Banyak orang tertarik tren urban farming. Bahkan, bukan hanya untuk skala konsumsi, melainkan sudah mulai tertarik untuk mengembangkannya menjadi bisnis. Namun, tidak jarang banyak yang belum tahu bagaimana cara pemasaran sayur organik yang mereka hasilkan. Simak penjelasan berikut agar Anda tidak kebingungan untuk melakukan pemasaran.

Pada umumnya hasil sayuran yang didapatkan dari bertanam secara organik dengan sistem hidroponik, akuaponik, ataupun vertikultur akan memiliki harga jual tinggi. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi yang terkandung lebih baik jika dibandingkan dengan sayuran yang dihasilkan dari perkebunan konvensional.

Harga jual tinggi tidak akan menghasilkan pendapatan apabila sayuran dan ikan tidak dipasarkan dengan baik. Sebagian masyarakat masih ragu untuk memulai usaha berbisnis sayuran organik karena tidak tahu akan dipasarkan ke mana sayuran tersebut.

Sebelum melakukan pemasaran sayur organik, Anda harus sudah mengenal dengan baik sayuran organik tersebut. Ciptakan kualitas yang baik serta lakukan pemasaran yang menarik sehingga konsumen atau pelanggan jatuh hati pada produk Anda. Ketika konsumen sudah jatuh hati, mereka akan mempromosikan produk Anda. Berikut ini beberapa cara pemasaran yang dapat Anda lakukan.

Baca Juga:
Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!
Ternyata, Ini Alasan Mengapa Pembudidaya Lele Harus Gunakan Metode Bioflok!
Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!

Media Sosial

Media sosial merupakan wadah paling mudah untuk melakukan pemasaran yang efektif untuk menjangkau konsumen dari segala penjuru. Anda dapat gunakan media sosial atau website. Sudah banyak website atau media sosial yang digunakan oleh petani milenial sukses untuk memasarkan produknya.

Dijual Langsung dari Garasi Rumah

Jika sayuran yang Anda hasilkan banyak, Anda dapat melakukan pemasaran dengan cara yang amat mudah. Cukup sediakan lapak kecil di garasi rumah untuk memajang hasil sayuran Anda. Anda dapat melakukan berbagai teknik pengiklanan yang menarik dengan menuliskan kelebihan produk.

Ikut Serta Pada Acara Pameran dan Bazar

Melalui pameran, Anda dapat melakukan ekspansi pasar lebih luas lagi. Pengunjung pameran dan bazar akan berasal dari berbagai daerah. Bahkan, tidak jarang pengunjung pameran atau bazar merupakan orang berpengaruh atau seorang influencer. Jadi, siapkan produk yang terbaik.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pemasaran ke Swalayan

Harga sayuran organik memang terbilang lebih mahal sehingga target pembeli sudah pasti mereka yang memiliki kemampuan lebih. Anda dapat memasarkan produk melalui kerja sama dengan toko swalayan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Teknik Pemasaran Sayur Organik Ala Milenial, Harus Dicoba Nih!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!

Plastik Penutup Tanaman

Pasar umumnya menolak sayuran yang kondisi daunnya retak. Dan bahkan, ada daun sayuran bisa robek di beberapa bagian. Retak daun memang bisa timbul ketika masih masa penanaman. Yang awalnya retakan halus, sampai akhirnya sesudah sekitar 4—5 hari daun akan patah. Akibatnya ketika proses penyortiran, daun tersebut tak bisa digunakan. Solusi mengatasi retak daun bisa dilaksanakan proses penyungkupan.

Retak yang terjadi di daun bisa diakibatkan oleh banyak faktor. Salah satunya yaitu tindakan pemupukan unsur nitrogen yang berlebihan. Faktor tanah juga bisa menjadi pendukung retak pada daun menjadi parah. Salah satunya, kondisi tanah yang memiliki tingkat kelembapan terlalu tinggi akibat terlalu berlebihan ketika melaksanakan proses penyiraman.

Oleh sebab itu, penting memberikan pupuk dengan unsur antara nitrogen, fosfor, dan kalium yang berimbang. Bukan hanya itu, penting untuk memahami teknik penyiraman yang tepat. Penyiraman yang tepat harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca serta suhu yang sedang terjadi.

Baca Juga:
Ternyata, Ini Alasan Mengapa Pembudidaya Lele Harus Gunakan Metode Bioflok!
Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!
Pahami Faktor Penting Ini Sebelum Melakukan Budidaya Gurami

Pada saat musim hujan, penyiraman tak perlu dilaksanakan setiap hari. Akan tetapi, pada musim kemarau penyiraman bisa dilaksanakan sebanyak dua kali sehari. Penyiraman yang terlalu banyak mengakibatkan daun menyerap air secara berlebih sehingga kandungan air di dalam daun menjadi banyak. Dengan begitu, ketika suhu udara tinggi, terjadi penguapan yang tinggi dan memicu timbulnya retak di permukaan daun.

Sungkup merupakan teknik melindungi tanaman dari terpaan air hujan secara langsung dan sekaligus mencegah embun menempel pada daun. Daun yang sudah retak bisa mengundang cendawan sehingga mempercepat proses pembusukan pada tanaman.

Pemakaian sungkup sudah terbukti mampu mengurangi kegagalan panen. Hal ini bisa dilihat dari penanaman sayuran di dataran tinggi yang mempunyai suhu tinggi mampu ditekan angka retak daun karena menyungkupkan tanaman.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Sungkup bisa dibuat dari plastik ataupun jaring serangga. Kedua bahan ini mampu menahan laju air hujan yang menerpa tanaman dan sekaligus menghindari tanaman dari terpaan sinar matahari secara langsung.

Sungkup bisa dipasang ketika bibit berumur 7 hari dengan tinggi 5cm—6cm dan terdapat 2—3 helai daun, kemudian dipindahkan ke bedengan untuk dibesarkan. Saat itu sungkup dipasang di atas bedengan dengan memakai kerangka bambu untuk menopang sungkup.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Atasi Retak Daun Saat Proses Tanam dengan Cara Jitu Ini, Mau Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ternyata, Ini Alasan Mengapa Pembudidaya Lele Harus Gunakan Metode Bioflok!

Budidaya Lele Sistem Bioflok

Hadirnya teknologi bioflok menjadi solusi untuk budidaya ikan lele yang lebih higienis dan menghasilkan daging yang lebih kenyal dan bersih. Bioflok merupakan kumpulan beberapa organisme hidup seperti bakteri, jamur, alga, protozoa, dan lainnya yang bermanfaat untuk media budidaya.

Proses kerja bioflok yaitu dengan memanipulasi aktivitas mikroba untuk mengontrol kualitas air dengan cara mentransformasikan amonium menjadi protein mikrobial yang mampu mengurangi sisa pakan dan residu yang ada di dalam air kolam.

Tidak semua pakan yang diberikan akan dimakan oleh ikan yang ada di kolam. Sebagian yang tak termakan akan mengendap di dalam kolam. Ikan lele merupakan ikan karnivora yang memerlukan asupan protein yang tinggi untuk mendukung pertumbuhannya. Sementara, tak semua kandungan protein terserap di dalam tubuh ikan. Kandungan protein yang tak terserap akan terakumulasi ke air dalam bentuk feses dan air urine.

Sisa pakan yang mempunyai kandungan protein tinggi dan dekomposisi metabolit akan menghasilkan produk, yaitu amonia dalam bentuk Total Ammonia Nitrogen (TAN). Amonia bisa menurunkan kualitas air karena bersifat toksik, dan bahkan dapat membunuh ikan.

Baca Juga:
Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!
Pahami Faktor Penting Ini Sebelum Melakukan Budidaya Gurami
Ingin Buat Aquascape, Ini 4 Jenis Tanaman yang Cocok!

Pengendalian amonia dilaksanakan supaya ekosistem air kolam tetap stabil dan kegiatan budidaya berhasil. Metode yang sering dipakai adalah penggantian air secara berkala. Akan tetapi, cara ini membutuhkan air dalam jumlah besar. Tak hanya itu, air limbah ikan cukup berbahaya apabila dilepas ke lingkungan tanpa adanya proses filtrasi.

Proses kerja bioflok cukup sederhana, yaitu hanya mengubah limbah nitrogen yang berpotensi menjadi racun menjadi bakteri yang bisa bermanfaat untuk ikan lele. Bakteri pembentuk flok biopolymer polihidroksil alkanoat akan mengikat senyawa organik dan anorganik yang mengandung senyawa karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N) menjadi massa lumpur (sludge) berupa bioflok.

Sistem bioflok memerlukan pengaerasian dan pengadukan yang kuat untuk menjaga suspensi limbah organik yang berada di kolom air untuk dicerna oleh bakteri. Bakteri heterotof aerobik akan mengolonisasi partikel limbah organik dan menyerap nitrogen, fosfor, dan nutrien lain yang berada di air kolam.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Proses yang dilaksanakan dalam teknologi bioflok berfungsi untuk memperbaiki kualitas air. Partikel flok akan digumpalkan dengan bantuan polisakarida yang dihasilkan oleh bakteri. Bahan-bahan yang tersuspensi di air akan diserap di atas flok bakteri yang terhidrolisis oleh enzim ekstraselulase bakteri. Jadi, bisa disimpulkan proses bioflok di dalam kolam air merupakan biofilter secara langsung tanpa memerlukan filtrasi eksternal.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Ternyata, Ini Alasan Mengapa Pembudidaya Lele Harus Gunakan Metode Bioflok!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Ikan untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!

Limbah Sawit

Pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan ternak belum banyak dilaksanakan. Padahal, sawit merupakan tanaman industri dengan limbah yang cukup banyak. Penambahan perkebunan sawit juga terus terjadi sepanjang tahun membuat bahan baku limbah sawit tersedia dengan sangat banyak.

Hasil samping pengolahan perkebunan sawit sangatlah beragam. Umumnya, limbah sawit yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan pakan merupakan pelepah sawit, lumpur sawit atau dikud decanter, bungkil inti sawit atau palm kernel cake, dan rumput liar yang tumbuh di sekitaran lahan sawit.

Sebagai perbandingan, pelepah sawit mengandung serat kasar sebanyak 50,94%, protein sebanyak 5,1%, dan lemak sebanyak 1%. Satu pelepah sawit berbobot rata-rata 5 kg. Dalam satu hektare lahan, Anda bisa memanen sampai 9 ton pelepah segar.

Pakan Ternak dari Limbah Sawit

Sebagai gambaran, sapi bali dewasa dengan berat 250 kg memerlukan pakan bahan kering sebanyak 8,75 kg per hari. Pelepah yang diperoleh dari satu hektare lahan sawit tersebut mampu menghasilkan setara 0,66 ton bahan kering.

Baca Juga:
Pahami Faktor Penting Ini Sebelum Melakukan Budidaya Gurami
Ingin Buat Aquascape, Ini 4 Jenis Tanaman yang Cocok!
Mengulik 5 Jenis Teh Termahal di Dunia, Mau Tau?

Sementara itu, lumpur sawit mengandung serat kasar yang lebih rendah yakni hanya 35,88%. Akan tetapi, lumpur sawit mengandung protein yang lebih tinggi, yaitu 14,4% dan lemak sebanyak 14,78%.

Lumpur sawit merupakan limbah yang paling disukai oleh ternak. Anda bisa memfermentasi lumpur ini terlebih dulu sebelum diberikan kepada ternak ataupun memberikannya dalam keadaan segar.

Bukan hanya pelepah dan lumpur sawit, bungkil inti sawit juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak berkualitas. Bungkil sawit mengandung serat kasar sebanyak 36,68% dengan kadar protein tertinggi di antara limbah yang lain yakni 18,15%. Bungkil inti sawit juga mengandung lemak sebanyak 6,49%.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Kandungan protein yang tinggi pada bungkil inti sawit ini membuatnya banyak diincar sebagai bahan baku pakan ternak. Hanya saja, nilai palatabilitas dari bungkil inti sawit juga rendah akibat kandungan seratnya lebih tinggi ketimbang jenis limbah sawit yang lainnya.

Anda bisa memberikan bungkil inti sawit kepada ternak milik Anda. Tetapi, sebaiknya pakan ini tidak diberikan secara tunggal. Akibat yang ditimbulkan apabila Anda mengerjakan hal tersebut bisa fatal, organ pencernaan sapi bisa terganggu. Campurlah bungkil inti sawit dengan jenis pakan lain supaya tetap bisa dicerna sapi dengan baik.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Selain Menghasilkan Minyak, Ternyata Limbah Sawit Juga Bermanfaat Loh!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Pahami Faktor Penting Ini Sebelum Melakukan Budidaya Gurami

Budidaya Ikan Gurame

Budidaya gurami sangat lumrah dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia. Ikan air tawar ini menjadi primadona sebab rasanya yang enak dan dagingnya yang tebal. Bukan hanya itu, harga jual ikan gurami juga cukup tinggi sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi para pembudidayanya. Supaya sukses berbisnis, Anda harus pahami hal-hal penting ini sebelum memulai budidaya gurami.

Apabila Anda ingin membudidayakan gurami, ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dulu. Dengan demikian, Anda juga bisa mempertimbangkan berbagai keuntungan dan hal-hal yang memengaruhi produktivitas gurami ini sendiri.

Untuk yang pertama, ikan gurami termasuk ikan dengan pertumbuhan yang cenderung cukup lambat. Jika dibandingkan dengan ikan jenis lain, ikan ini termasuk lambat. Akan tetapi, sekarang sudah banyak bibit ikan gurami unggul yang bisa dipanen dalam kurun waktu 3-4 bulan.

Jenis ikan gurami juga sangat beragam. Mulai dari gurami angsa atau soang, jepun, blue saphire, bastar, paris, kapas, porselin, sampai dengan gurami batu. Apabila Anda ingin melaksanakan budidaya gurami untuk dikonsumsi, pilihlah gurami dengan karakteristik produktivitas yang tinggi, mampu menghasilkan banyak telur, cepat besar, dan mempunyai daya jual tinggi.

Baca Juga:
Ingin Buat Aquascape, Ini 4 Jenis Tanaman yang Cocok!
Mengulik 5 Jenis Teh Termahal di Dunia, Mau Tau?
Panduan Lengkap Budidaya Buah Kawista yang Wajib Anda Tau!

Umumnya ikan gurami hidup di area sungai dan rawa. Budidaya gurami dilaksanakan di air tawar dengan ketinggian sekitar 50—600 mdpl. Akan tetapi, ikan ini mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi jadi pada daerah dengan tingkat keasinan sedikit tinggi masih bisa ditolerir oleh ikan gurami. Lebih baiknya, tetap menggunakan air tawar untuk hasil maksimal.

Ketika bertelur, induk gurami akan menyimpan dan melindungi telur-telurnya dalam sarang yang dibuat sendiri. Induk jantan ataupun betina akan membuat sarang ini bersama-sama dari potongan rumput, tanaman, atau serabut lain yang bisa dikumpulkan. Sarang ini berukuran berkisar 30—35 cm dan terdapat pada kedalaman 30 cm. Ikan gurami umumnya akan memijah pada musim kemarau.

Mengenai pakan, gurami merupakan hewan omnivora alias pemakan segala. Namun, benih gurami memiliki beberapa pakan kesukaan antara lain larva serangga, udang-udangan, zooplankton, dan cacing sutera.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Ikan gurami yang sudah besar cenderung menyukai pakan berupa daun-daunan yang tumbuh di air. Pakan ini masih bisa disesuaikan dengan lokasi hidupnya. Jika Anda memelihara gurami di kolam, Anda bisa memberi mereka pakan berupa pelet.

Lingkungan yang ideal untuk budidaya gurami adalah pada suhu 24—28 derajat Celcius. Kandungan oksigen terlarut antara 3—5 ppm dan keasaman berkisar pada pH 7—8. Gurami kurang peka pada keberadaan senyawa beracun. Oleh karena itu, keberadaan amoniak, amonium, ataupun asam sulfida tidak begitu berpengaruh pada hidup gurami.

Keunggulan lain dari ikan gurami adalah ia mampu bertahan pada lingkungan dengan jumlah oksigen yang kritis. Bahkan, gurami mampu bertahan pada air dengan kadar karbondioksida yang sangat tinggi hingga 100 ppm. Kelebihan ini ditunjang oleh adanya labirin pada insangnya.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Pahami Faktor Penting Ini Sebelum Melakukan Budidaya Gurami” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Ikan untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ingin Buat Aquascape, Ini 4 Jenis Tanaman yang Cocok!

Tanaman Aquascape

Terdapat banyak jenis tanaman aquascape yang dapat Anda pilih untuk membuat akuarium tampak lebih indah. Dari banyaknya jenis tanaman tersebut, paling tidak ada 4 tanaman aquascape yang cukup banyak dipilih.

Dwarf Baby Tears

Dwarf Baby Tears

Tanaman ini mempunyai nama Latin Hemianthus callitrichoides. Dwarf baby tears mulai populer sejak diperkenalkan pada 2000-an di Indonesia dari daerah asalnya di Kuba. Tak butuh waktu lama bagi tanaman ini untuk melejit karena dwarf baby tears memang mempunyai keunikan dan keindahan tersendiri.

Tanaman ini mempunyai bentuk daun yang kecil dan padat. Selain itu, dwarf baby tears ini memiliki tingkat pertumbuhan yang sedang dan ketinggiannya rendah. Tanaman ini butuh cahaya yang banyak, tetapi dapat tumbuh juga pada cahaya sedang.

Hygrophila Polyserma

Hygrophila Polyserma

Keunggulan Hygrophila polyserma adalah tanaman yang tidak mementingkan cahaya. Selama masih ada cahaya, dengan intensitas yang tinggi ataupun rendah, tanaman ini akan tetap tumbuh dengan baik. Jadi, apabila Anda pemula dalam bidang aquascape, Anda dapat memulainya dengan menanam Hygrophilla polyserma ini.

BACA JUGA:
Mengulik 5 Jenis Teh Termahal di Dunia, Mau Tau?
Panduan Lengkap Budidaya Buah Kawista yang Wajib Anda Tau!
Yuk Intip Inovasi & Teknologi Bidang Peternakan di Belanda

Windelov

Windelov

Tanaman windelov diambil dari nama seorang penemu tropica aquascape, yakni Holge Windelov. Nama Latin dari tanaman aquascape ini sendiri adalah Microsorum pteropus dan sudah banyak dibudidayakan oleh penikmat aquascape.

Ciri utama tanaman windelov adalah ujungnya yang bercabang dan berbentuk unik. Bentuk unik inlah yang menjadikannya salah satu tanaman aquascape paling diminati di dunia. Tinggi tanaman ini dapat mencapai 20 cm. Begitu pula lebar tanaman yang satu ini. Tidak hanya itu, keunggulan windelov juga terdapat dari segi perawatannya yang mudah.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Java Moss

Java Moss

Terakhir, ada jenis tanaman aquascape yang berasal dari Asia Tenggara. Nama ilmiah java moss adalah Taxiphyllum barbieri. Jenis tanaman ini juga termasuk mudah dari segi perawatannya. Tak heran, banyak pelaku aquascape yang menggunakan tanaman ini untuk mempercantik akuarium mereka.

Java moss tidak bisa tumbuh secara emersed, yaitu teknik menanam tanaman aquascape dengan cara kering (tidak didalam air). Dibanding jenis tanaman lain, tingkat pertumbuhannya tergolong lambat. Namun, java moss tidak memerlukan banyak karbon dioksida ataupun cahaya dengan intensitas yang tinggi.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Ingin Buat Aquascape, Ini 4 Jenis Tanaman yang Cocok! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Ikan untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengulik 5 Jenis Teh Termahal di Dunia, Mau Tau?

Tanaman Teh

Pernahkah terlintas di pikiran Anda teh termahal di dunia? Selama ini, masyarakat Indonesia mengonsumsi dan meyuguhkan minuman teh untuk tamu. Bukan hanya itu, teh sering sekali menjadi minuman pendamping makanan, terutama jika membeli makanan di luar.

Budaya minum teh konon asalnya dari daratan Cina. Tak heran apabila beberapa jenis teh termahal di dunia ini berasal dari negeri Tiongkok tersebut. Nah, berikut ini 5 jenis teh termahal di dunia yang sebaiknya Anda ketahui.

Da Hong Pao Tea

Teh ini dibandrol dengan harga US$1,2 juta atau setara dengan Rp15 miliar untuk satu kilogramnya. Dan teh ini sendiri sudah ada sejak Dinasti Ming.

Kepopuleran teh da hong pao ini dimulai dari kejadian ketika ibunda raja sakit kritis di masa Dinasti Ming. Diutuslah para prajurit untuk mencari teh sampai daerah Gunung Wu Yi. Kata da hong pao sendiri berarti ‘jubah merah’ yang menjelaskan prajurit berjubah merah yang mencari keberadaan teh yang sangat manjur ini.

BACA JUGA:
Panduan Lengkap Budidaya Buah Kawista yang Wajib Anda Tau!
Yuk Intip Inovasi & Teknologi Bidang Peternakan di Belanda
Panduan Lengkap Membuat Pupuk Bokashi Skala Industri, Mau Tau?

Panda Dung Tea

Sama seperti namanya, teh ini asalnya dari kotoran hewan Panda. Jangan salah paham dulu sebab yang dimaksud yaitu pemakaian pupuk dari kotoran panda sebagai penyubur tanaman teh. Oleh sebab itu, teh yang dihasilkan merupakan dark tea dengan aroma dan flavor khas dan lezat.

Teh panda dung ini bisa diperoleh dari daerah Pegunungan Szechuan di Cina Utara dengan harga mencapai US$ 70ribu atau Rp932 juta per kilogramnya.

Guanyin tea

Teh termahal di dunia nomor tiga merupakan guanyin tea. Teh ini dibanderol dengan harga US$3.000 atau Rp42 juta per kilogram teh. Teh Guanyin pertama kali ditanam di daerah Fujian, Cina. Jenis teh ini sendiri yaitu teh oolong, yakni teh yang diolah dengan setengah fermentasi. Keunggulan lainnya yaitu teh guanyin mampu diseduh sampai dengan 7 kali.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Tunas Yellow Gold

Harga dari teh Tunas Yellow Gold ini hampir sama dengan teh Guanyin, yakni US$3.000. Akan tetapi keistimewaan teh ini yaitu hanya ditanam di satu gunung, dipanen hanya satu hari dalam satu tahun, dan proses pemanenan dilaksanakan pada saat teh dalam keadaan kuncup. Dan teh ini dipercaya punya banyak manfaat kesehatan.

Taiwanese Insect Poop Tea

Dan yang terakhir, ada teh yang dijual dengan harga US$1.000 atau setara dengan Rp14 juta per kilogram. Adapun yang membedakan teh ini dengan teh lainnya yaitu Taiwanese Insect Poop tea dipanen dan ditumpuk dengan larva ulat sutera. Sangat unik bukan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mengulik 5 Jenis Teh Termahal di Dunia, Mau Tau? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Panduan Lengkap Budidaya Buah Kawista yang Wajib Anda Tau!

Budidaya Buah Kawista

Kawista merupakan tanaman buah dari famili Rutaceae yang asalnya dari India. Tanaman ini mempunyai kayu keras dan dengan pertumbuhan yang cukup lambat. Sebagai salah satu solusinya, maka harus memilih dari bibit unggul dari perbanyakan vegetatif.

Bibit inilah yang sering dimanfaatkan para pembudidaya untuk bisa memperoleh hasil buah yang lebih melimpah. Apabila ditanam melalui biji, maka akan butuh waktu lebih lama untuk berbuah. Jadi dilihat dari cara pembiakan yang lebih efektif untuk melaksanakan budidaya tanaman ini yaitu dengan metode vegetatif.

Memilih Bibit Unggul Buah Kawista

Tahap ini merupakan hal pertama yang harus dilaksanakan. Dengan memilih bibit unggul maka akan diperoleh tanaman yang unggul juga. Ciri tanaman ini yaitu tahan pada hama, pohon tak setinggi di alam liar jadi buah lebih gampang dipanen.

Bibit tersebut sering kali ditemui dari hasil perbanyakan vegetatif. Nah, inilah yang menjadi solusi bagi pembudidaya tanaman buah kawista ini. Tak hanya itu, buah juga akan berkualitas baik ukuran ataupun rasa manisnya sebab diperoleh dari bibit yang unggul juga.

Untuk memperoleh bibit buah ini ada satu cara lebih gampang dan praktis untuk diterapkan yaitu dengan membeli bibit langsung dari para penjual bibit unggul. Hal ini bisa dilaksanakan sesudah terlebih dulu menemukan toko bibit yang terpercaya. Dari sinilah akan diperoleh berbagai keunggulan. Pastinya semua itu akan lebih mempermudah proses budidaya.

BACA JUGA:
Yuk Intip Inovasi & Teknologi Bidang Peternakan di Belanda
Panduan Lengkap Membuat Pupuk Bokashi Skala Industri, Mau Tau?
Yuk Mengenal Jenis Alat Tulis yang Bisa Ditanam, Apa Itu?

Budidaya dengan Sistem Tabulampot

Buah kawista adalah tanaman yang banyak dijadikan model tanaman tabulampot. Dengan segala kemudahan yang diperoleh, maka metode ini banyak dipakai.

Khususnya bagi yang tak mempunyai lahan luas untuk budidaya tanaman, maka tabulampot menjadi pilihan yang utama. Bibit kawista memang mempunyai beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan jenis bibit buah lainnya jadi sangat cocok untuk dibudidayakan.

Bibit tanaman ini bersifat adaptif jadi sangat gampang tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Termasuk didalam media berupa pot, tanaman ini relatif gampang untuk dibudidayakan.

Dengan metode inilah, maka panen pertama bisa lebih cepat. Bibit pohon kawista bisa berbuah pada usia 3-4 tahun dengan perawatan rutin dan pemberian pupuk yang tepat.

Bila jenis buah lain bisa berbuah rata-rata setahun sekali, jenis buah yang satu ini mampu berbuah lebih dari dari sekali dalam setahun. Bisa dikatakan bahwa tanaman kawista bisa berbuah tanpa mengenal musim. Karena adanya beberapa kelebihan tersebut, membuat kawista sangat cocok untuk dibudidayakan.

Perawatan Tanaman Budidaya Kawista

Sama halnya budidaya tanaman lain, perawatan pohon buah jenis ini tak terlalu berbeda. Terutama untuk buah-buah tropis yang sangat baik ditanam di Indonesia, semuanya memerlukan perawatan mulai dari pemilihan media tanam sampai proses pemupukan yang tepat. Perawatan tanaman ini bisa terdiri dari:

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

* Penyediaan Unsur Hara Pada Media Tanam
Faktor ini sangat penting terutama di awal penananam bibit. Sebab, bibit harus ditanam di tanah yang gembur dan kaya unsur hara. Bila memungkinkan, bisa ditambah dengan pupuk organik untuk mengkondisikan tanah supaya lebih gembur.

* Penyiraman Media Tanam
Proses penyiraman bisa dilaksanakan setiap hari, tetapi jangan sampai memberikan efek berupa kelembaban yang berlebihan pada tanah. Sebab pada dasarnya, tanah kering merupakan yang paling cocok untuk budidaya tanaman ini.

* Pemupukan
Pemberian pupuk organik bisa menjadi pilihan untuk menyuburkan tanah. Bukan hanya itu, pemupukan yang teratur juga membantu proses pembentukan bunga dan buah pada tanaman ini. Berikan juga insektisida atau pestisida secukupnya ketika penyakit dan hama mulai menyerang tanaman buah.

* Pembasmian Gulma
Rumput liar yang tumbuh di sekeliling tanaman adalah salah satu bentuk gangguan pada pertumbuhan tanaman budidaya. Jadi pastikan untuk membersihkan tanaman pengganggu di sekitar media tanah, baik di pot ataupun di lahan, tanaman pengganggu harus dibuang. Hal ini memungkinkan pohon bisa menyerap dengan sempurna semua unsur hara di dalam tanah.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Panduan Lengkap Budidaya Buah Kawista yang Wajib Anda Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Intip Inovasi & Teknologi Bidang Peternakan di Belanda

Peternakan Apung

Apakah pernah terpikir di benak Anda akan adanya peternakan apung yang terletak di atas air? Sekarang, hal tersebut bukan mustahil dilaksanakan. Peternakan apung berhasil dilaksanakan untuk pertama kalinya di Pelabuhan Rotterdam, Belanda.

Minke Van Wingerden adalah seorang pebinis yang merupakan warga negara Belanda yang membuat peternakan apung pertama tersebut. Peternakan yang dimilikinya memang masih berskala kecil. Akan tetapi, teknologi yang dipakai untuk mengaturnya sudah termasuk canggih dan sekarang sedang diuji coba.

Motivasi Van Wingerden membuat peternakan apung ini cukup sederhana. Menurutnya, bagian terluas dari bumi yaitu air. Oleh sebab itu, ia ingin memanfaatkan perairan sebagai lahan untuk memproduksi makanan sehat dan segar. Lokasi yang dipilih juga terjangkau dengan akses masyarakat yang merupakan target konsumennya.

Jenis ternak yang dibudidayakan oleh wanita tersebut yaitu sapi. Ada 32 ekor sapi penghasil susu yang diternakkan secara terapung. Lokasi ini sendiri dipilih sebab sangat jauh dari ladang rumput seperti kebanyakan peternakan sapi pada umumnya. Hal ini karena Rotterdam lebih dikenal sebagai kawasan industri.

BACA JUGA:
Panduan Lengkap Membuat Pupuk Bokashi Skala Industri, Mau Tau?
Yuk Mengenal Jenis Alat Tulis yang Bisa Ditanam, Apa Itu?
12 Cara Jitu Perawatan Bibit Ikan Lele Saat Musim Hujan

Ide dibuatnya peternakan apung ini sendiri sudah tercetus sejak 2012. Awalnya, makanan diproduksi dan disimpan dalam rak. Karena ada bencana badai, akhirnya tercetuslah untuk sekaligus menanam makanan langsung di ladang tersebut.

Kini, peternakan apung tersebut sudah dihuni oleh 32 ekor sapi. Mereka tampak tidak terganggu dengan kesibukan yang berada di kawasan pelabuhan tersebut. Di atas peternakan apung, tampak sapi-sapi melakukan kegiatan selayaknya sapi pada umumnya. Mereka mengonsumsi makanan berupa campuran rumput, jerami, dan sisa produksi bir. Selain itu, di bangunan tersebut mereka juga dapat beristirahat dengan tenang.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Di bangunan yang sama, terdapat fasilitas pemrosesan susu dan kotoran sapi. Tepatnya, kedua bagian tersebut terletak di dek paling bawah yang sekaligus menjadi pintu masuk bagi pengunjung yang akan berkunjung ke toko.

Di dekat dermaga, ada padang rumput yang disediakan agar sapi-sapi dapat berpindah ke lahan kering. Beragam teknologi yang bisa Anda temukan di peternakan ini antara lain sistem pemberian pakan secara otomatis, robot yang mengambil kotoran sapi, stasiun pembersih sapi, dan aplikasi yang dapat diakses di smartphone untuk mengetahui aktivitas sapi.

Teknologi yang ada di bangunan apung digerakkan oleh listrik yang berasal dari panel surya. Selain itu, bagian atapnya juga dapat digunakan untuk menampung air hujan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Yuk Intip Inovasi & Teknologi Bidang Peternakan di Belanda dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Ikan untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Panduan Lengkap Membuat Pupuk Bokashi Skala Industri, Mau Tau?

Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi bisa menjadi alternatif pupuk alami yang sekarang ini sudah banyak beredar di pasaran. Bukan hanya itu, Anda juga bisa membuat sendiri pupuk yang teknik pembuatannya berasal dari Jepang ini. Tak hanya dalam skala rumah tangga, pembuatan pupuk bokashi juga dikerjakan dalam skala industri.

Pupuk ini pertama kali dipopulerkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa. Diperlukan mikroorganisme EM4 yang membantu proses fermentasi dalam pembuatan pupuk ini. Bahan baku yang dibutuhkan juga sederhana, yaitu bisa berasal dari limbah organik. Didalam pembuatan pupuk skala industri ini, Anda dapat memakai sisa panen dan limbah peternakan.

Bahan baku yang harus disiapkan dalam pembuatan pupuk bokashi skala indsutri diantaranya, Anda memerlukan 200 kg jerami atau sisa hijauan lain, 600 kg kotoran ternak yang sudah dikeringkan, 50 kg serbuk gergaji atau bisa diganti dedak, 50 kg arang sekam, 100 kg humus, dan 1 liter larutan dekomposer EM4 serta 1 kg gula pasir.

BACA JUGA:
Yuk Mengenal Jenis Alat Tulis yang Bisa Ditanam, Apa Itu?
12 Cara Jitu Perawatan Bibit Ikan Lele Saat Musim Hujan
Revolusi Industri 4.0 Membuat Petani Lebih Tenang saat Budidaya, Kok Bisa?

Humus tersebut bisa berupa tanah top soil. Sebaiknya gunakan tanah hutan untuk hasil yang lebih maksimal. Dalam pembuatan pupuk, pilihlah tempat fermentasi yang terlindung dari air hujan dan paparan sinar matahari secara langsung.

Untuk lubang yang diperlukan mempunyai ukuran panjang 2 m, lebar 1 m, dan kedalamannya berkisar 30—50cm. Apabila Anda memakai bahan baku yang lebih banyak, Lebih baiknya ukuran lubang juga diperbesar.

Pembuatan diawali dengan mencacah jerami dan hijauan lain sampai ukurannya mengecil. Campurkan seluruh bahan organik dan aduk sampai merata. Pakailah cangkul atau sekop sebagai alat bantu.

Apabila Anda merasa bahwa tanah yang dipakai asam, tambahkan abu Mg dan kapur Ca. Pemberian tambahan mineral ini dipakai untuk memperkaya kandungan hara pada pupuk.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Selanjutnya encerkan dekomposer EM4 yang terdiri atas bakteri fotosintesis, bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.), Actinomycetes, dan ragi, ingat lakukan di lain wadah. Dalam 1 liter larutan dekomposer tersebut bisa dicampurkan dengan 200 liter air pengencer. Masukkan juga 1 kg gula pasir. Kemudian siramkan larutan pada bahan baku yang sudah dicacah. Aduk sampai larutan merata.

Kelembapan yang dipakai sebaiknya sekitar 30%—40%. Supaya lembap, kepalkan campuran sampai menggumpal, tetapi jangan sampai air yang dipakai ikut keluar. Apabila kurang lembap, Anda bisa menambahkan air pada bahan baku.

Setelah itu tutup rapat seluruh lubang fermentasi dengan plastik atau terpal. Waktu yang dibutuhikan dekomposer untuk mengubah bahan baku menjadi pupuk sekitar 7—14 hari. Kontrol suhu maksimal fermentasi, yaitu maksimal 45 derajat Celcius dengan cara mengaduk campuran supaya suhunya turun. Sesudah warna dan aromanya menyerupai tanah, pupuk bisa langsung dipakai.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Panduan Lengkap Membuat Pupuk Bokashi Skala Industri, Mau Tau? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Waring Sayur untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3