Wow! Sistem Ini Mampu Menghemat Air Saat Budidaya Ikan Nila, Bagaimana Caranya?

Budidaya Nila Sistem RAS
Wow! Sistem Ini Mampu Menghemat Air Saat Budidaya Ikan Nila, Bagaimana Caranya?

Jual Waring Ikan Untuk Budidaya Ikan Nila – Lim Corporation

Resirkulasi terdiri dari 2 buah kata yaitu re yang artinya kembali dan sirkulasi yang berarti peredaran. Arti resirkulasi dalam sistem budidaya merupakan suatu cara atau teknologi untuk memanfaatkan media air untuk budidaya yang sudah dipakai dalam sistem produksi dan dipakai kembali layaknya air yang baru. Dengan memakai berbagai treatment dan filter baik itu mekanis atau biologis dalam wadah terkontrol, air limbah budidaya yang seharusnya dibuang bisa dimanfaatkan kembali. Hal ini pastinya akan sangat menghemat waktu, biaya dan juga air yang dipakai untuk proses pergantian air.

Dalam media budidaya, pakan yang tak termakan dan sisa feses akan terakumulasi di perairan dalam bentuk amoniak. Jumlah akumulasi amoniak yang besar di dalam perairan ini pastinya berbahaya untuk biota yang hidup di dalamnya dan harus segera dihilangkan dengan cara rutin melaksanakan pergantian air. Tetapi apabila dilihat dari kacamata lingkungan, pastinya hal ini adalah salah satu bentuk pemborosan sumber daya air. Di Negara maju seperti Norwegia, sudah memakai sistem resirkulasi dalam proses budidaya untuk menghemat pemborosan sumber daya air, yang lebih dikenal dengan nama Resirculating Aquaculture System (RAS). Manfaat penerapan teknologi RAS ini memang sangat besar untuk pelaku budidaya salah satunya yaitu menghemat pemakaian air bersih yang pastinya akan mengurangi cost produksi dan dalam skala besar mampu mengurangi efek pemanasan global.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto di Jakarta baru-baru ini menjelaskan bahwa teknologi RAS sudah berhasil diadopsi dan dikembangkan di Indonesia dengan model dan perangkat prasarana yang lebih murah oleh tim Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Minahasa, Sulawesi Utara. Beliau menjelaskan filter fisika, filter biologi, sinar UV ataupun generator oksigen bisa dimanfaatkan untuk mengkontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan, mengurangi jumlah pemakaian air dan meningkatkan kelulushidupan ikan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Fernando, Kepala BPBAT Tatelu menuturkan bahwa prinsip dasar RAS di seluruh dunia hampir sama yaitu dengan memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air supaya tetap pada kondisi prima. RAS yang dikembangkan pada BPBAT Tatelu sudah mengalami modifikasi sesuai kondisi yang ada salah satunya dengan memakai peralatan yang berasal dari dalam negeri. Biaya instalasi RAS yang dikembangkan oleh BPBAT tatelu hanya memakan Biaya tidak lebih dari 80 juta rupiah. Biaya ini meliputi pembelian peralatan, seperti generator 02, tangki filter, venturi, blower, ultraciolet dan material lainnya yang diperkirakan memiliki umur pemakaian 6 tahun. Nilai ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan sistem instalasi RAS impor yang biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah per unit instalasi.

Peningkatan Produksi Benih
Pemanfaatan teknologi RAS ini tak hanya bisa mengurangi cost produksi budidaya, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas dan jumlah produksi benih ikan budidaya. Aliran air yang bersih bebas dari mikroorganisme dan kotoran dengan memanfaatkan berbagai filter bisa meningkatkan daya tetas telur dan jumlah benih hidup. Hal ini sudah dibuktikan oleh BPBAT Tatelu dalam produksi benih ikan Nila. Fernando mencontohkan, dengan penerapan teknologi RAS pada kolam ikan Nila, mampu meningkatkan produksi benih sampai 5.000 ekor/m2, padahal dengan teknologi konvensional hanya sekitar 5 ekor/m2.

Baca Juga:
Dengan Polybag Hasil Panen Budidaya Melon Melimpah, Mau Tau Caranya?
Kenalkan 5 Teknologi Baru Bidang Pertanian di Indonesia, Mau Tau?
Intip Kelebihan & Kelemahan Antara Kolam Beton Dengan Kolam Tanah

Artinya, dengan penerapan teknologi RAS mampu menggenjot produksi benih sampai 100%. Menilik banyaknya manfaat dari penerapan teknologi RAS ini, pada awal tahun 2017, sejumlah daerah di Indonesia mulai menerapkan teknologi RAS untuk meningkatkan produksi benih ikan, salah satunya yaitu Unit Pembenihan Perikanan (UPT) DKP Sulteng dan Balai Benih Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi NAD.

Kepala UPT DKP Sulteng, Dr. Saldiansyah Effendy S.Pi, M.Si di Kota Palu menjelaskan bahwa pihaknya sudah menginvestasikan dana sekitar 200 juta rupiah untuk menerapkan teknologi ini untuk produksi benih ikan nila. Diharapkan penerapan teknologi RAS ini bisa meningkatkan produksi benih ikan nila hingga 10% dari produksi tahun 2016.

Saldi menjelaskan bahwa sekarang ini pihaknya optimis mampu meningkatkan produksi benih ikan nila ntuk tahun 2017 ini menjadi 200.000 ekor/bulan, yang di tahun sebelumnya hanya mencapai sekitar 15.000-20.000ekor/bulan seperti yang sudah dilaksanakan BBAP Ujung Bate’e. Produksi benih ikan Nila sekarang ini sudah mencapai 500.000 ekor benih nila setiap bulannya di bak-bak pembenihan dengan kapasitas yang sama dengan UPT Pembenihan Perikanan Sulteng,

Bagaimana penerapan RAS?
Menurut garis besar penerapan teknologi RAS tak butuh wadah yang besar, sebab teknologi RAS cukup dilaksanakan pada bak-bak kecil berkapasitas 10 ton air. Beberapa treatment yang dilaksanakan untuk menerapkan teknologi RAS yaitu sebagai berikut:

Solid Removal
Tujuan ini adalah menghilangkan bahan-bahan padat yang mencemari perairan seperti sisa makanan, feses, ataupun limbah berbentuk lainnya yang mencemari kolam. Dalam tahap ini, bisa dilaksanakan penyaringan untuk menghilangkan limbah padat.

Biofiltration
Sesudah melaksanakan penyaringan pada bahan-bahan pencemar padat yang masih terlihat tersebut, di tahap ini kerjakan proses treatment untuk menghilangkan bahan pencemar yang tak terlihat seperti amonia. Amonia adalah gas pencemar di dalam perairan yang berbahaya bagi ikan. Salah satu cara untuk menghilangkan amonia yaitu dengan memakai filter biologi salah satunya yaitu melepaskan bakteri yang mampu merubah amonia menjadi nitrogen jadi aman dilepaskan ke lingkungan.

Dissolve gas control
Dan yang ini merupakan langkah terakhir, yaitu dengan menambah jumlah oksigen terlarut jadi air yang dilepaskan kaya akan oksigen terlarut yang baik untuk ikan budidaya. Sesudah melewati tahapan tersebut, air bisa dikembalikan lagi ke dalam kolam.

* Info lebih lengkap mengenai harga Waring Ikan silakan klik tautan berikut ini http://bit.ly/hargawaringikan

Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Waring Ikan atau Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp : 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s