Hasil Panen Kurang Optimal? Coba Terapkan Cara Ini Saat Pengolahannya

Dua petani mengemas sayuran kubis hasil panennya di salah satu lahan pertanian di Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/4).
Hasil Panen Kurang Optimal? Coba Terapkan Cara Ini Saat Pengolahannya

Jual Waring Sayur Untuk Pengemas Sayur & Buah – Lim Corporation

Kendala yang terjadi dalam pengembangan bisnis buah dan sayur salah satunya yaitu kehilangan hasil yang tinggi sesudah komoditas dipanen. Karena kehilangan hasil yang optimal karena penyusutan bobot ataupun akibat kerusakan pada buah dan sayur bisa mencapai sekitar 25%-40% dan menjadi nilai yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan negara maju.

Pengolahan pascapanen yang cocok Tak hanya bisa meminimalkan kehilangan hasil komoditas buah dan sayur sesudah dipanen bisa juag untuk mempertahankan mutu pada buah dan sayur. Terdapat cara yang sering dikerjakan ketika penanganan pasca panen buah dan sayuran yaitu seperti pencucian, perbaikan bentuk kulit, sortasi, penghilangan warna hijau, pengemasan, dan pendinginan.

Pencucian
Dalam tahap pencucian dikerjakan dengan tujuan untuk menghilangkan kontaminasi kotoran baik secara fisik, kimia, ataupun biologi. Pencucian tak dilaksanakan pada sayuran yang teksturnya lunak dan gampang rusak. Pencucian dikerjakan dengan memakai air biasa atau juga dengan memakai air yang sudah dicampur dengan klorin untuk menghilangkan mikroba. Apabila proses pencucian sudah selesai kemudian komoditas ditiriskan ditempat terbuka atau dengan mengalirkan udara panas.

Curing
Yang kedua yaitu Curing atau Perbaikan bentuk kulit dikerjakan pada komoditas sayuran atau buah yang mengalami kerusakan kulit supaya kulitnya kembali bagus. Beberapa komoditas yang umumnya perlu di-curing yaitu kentang, bawang merah, bawang putih, ubi jalar, dan lain sebagainya. Proses curing dikerjakan sebelum komoditas disimpan atau dipasarkan. Curing dilaksanakan dengan membiarkan bahan untuk beberapa hari pada suhu ruang. Pada bawang merah dan bawang putih, curing dilaksanakan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari secara langsung. Curing bisa juga dilaksanakan dengan penyimpanan suhu dibawah suhu ruang dan kelembaban yang tinggi. Tak hanya memperbaiki bentuk kulit, curing juga bisa menurunkan kadar air yang bisa mencegah pertumbuhan jamur.

Sortasi
Tahap selanjutnya sortasi yaitu memisahkan komoditas berdasar mutu atau kualitasnya. Pemisahan sesuai dengan ukuran, tingkat kematangan, kerusakan, warna, dan lain sebagainya. Tujuan dari tahap sortasi yaitu untuk pemasaran.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pelilinan
Tahap pelilinan dikerjakan dengan tujuan menghambat respirasi dan transpirasi untuk menjaga kesegaran buah dan sayur. Tak hanya menjaga kesegaran buah dan sayur, pelilinan juga dilaksanakan untuk memperbaiki warna produk hortikultura. Ketebalan lilin harus disesuaikan supaya tak terlalu tebal untuk menghindari kebusukan.

Baca Juga:
Wow! Budidaya Tanaman Sayur Yang Lagi Viral Dengan Polybag, Mau Tau?
Dibalik Cita Rasa Yang Nikmat, Ternyata Ini Rahasia Para Petani Kopi!
Iniloh! 4 Cara Simpel Budidaya Kacang Panjang Dengan Mulsa Plastik

Penghilangan Warna Hijau
Penghilangan warna hijau atau degreening dikerjakan untuk menyeragamkan warna dan menjadikan warna buah dan sayur lebih khas. Degreening dikerjakan dengan memberi tambahan gas etilen atau asetilen. Kematangan dan dekomposisi klorofil menentukan lamanya proses penghilangan warna hijau pada buah atau sayur.

Pengemasan dan Pengepakan
Ketika mengolah dari hasil panen jangan sampai Anda melakukan langkah yang salah. Proses pengemasan tak semata berfungsi untuk proses pengangkutan saja. Lebih dari itu, pengemasan difungsikan untuk mempertahankan kualitas dan kesegaran sayuran, mempermudah ketika pemindahan dan penyimpanan, serta menghindari kerusakan buah atau sayur akibat gesekan, dan juga bermanfaat untuk branding komoditas supaya menghasilkan harga jual panen yang lebih baik pastinya. Salah satu metode pengemasan terbaik sayuran yaitu dengan memakai waring sayur. Pada proses pengemasan serta pengepakan hindari untuk mengemas dengan wadah yang tak ada lubang untuk keluar masuknya udara karena akan membuat buah dan sayuran cepat busuk. Ngomong-ngomong tentang waring sayur, berikut penjelasan singkatnya.

Apa sih waring sayur itu?
Waring sayur merupakan kemasan atau bungkus finshing pengangkutan komoditas sayuran, baik itu wortel, kentang, tomat, cabai, bayam, sawi, kubis, kol, dan lain sebagainya yang berbentuk karung. Waring terbuat dari jaring yang dibentuk dari anyaman plastik, atau bisa juga dari nets atau snare nets. Tak hanya bermanfaat untuk pengemasan hasil pertanian sayur, waring juga bisa dipakai untuk pengemasan hasil pertanian lain, seperti buah-buahan, hasil panen tambak, ikan atau produk pertanian lainnya.

Apa saja manfaat dari waring sayur?
Bukan saja sebagai alat pengemasan hasil panen sayuran, buah-buahan, atau produk hasil pertanian lainnya, waring juga bisa dipakai untuk membantu pada proses pertanian. Pada perkebunan atau buah pohon, waring juga sering dipakai sebagai pagar untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Bisa juga dipakai sebagai penutup bunga yang akan berubah menjadi buah-buahan. Sebab fungsi waring pada dasarnya sangat beragam dan multi fungsi.

Dengan memakai waring sayur diharapkan bisa meningkatkan kualitas produksi hasil panen. Fungsi yang lainnya yaitu dapat juga dipakai untuk merakit mozaik stone, sebagai Fungsi Packaging. Di luar sektor pertanian, waring juga sering dipakai oleh para kontraktor bangunan sebagai penutup atau pengaman material pada proses pembangunan gedung bertingkat. Hal ini bertujuan supaya material di lantai atas pada proses pembangunan tak jatuh ke bawah, atau ke petak tanah orang lain.

* Info mengenai harga Waring Sayur silakan klik http://bit.ly/hargawaringsayur

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Waring Sayur atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk penanganan pasca panen tanaman atau untuk yang lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dan untuk pemesanan Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Wow! Sistem Ini Mampu Menghemat Air Saat Budidaya Ikan Nila, Bagaimana Caranya?

Budidaya Nila Sistem RAS
Wow! Sistem Ini Mampu Menghemat Air Saat Budidaya Ikan Nila, Bagaimana Caranya?

Jual Waring Ikan Untuk Budidaya Ikan Nila – Lim Corporation

Resirkulasi terdiri dari 2 buah kata yaitu re yang artinya kembali dan sirkulasi yang berarti peredaran. Arti resirkulasi dalam sistem budidaya merupakan suatu cara atau teknologi untuk memanfaatkan media air untuk budidaya yang sudah dipakai dalam sistem produksi dan dipakai kembali layaknya air yang baru. Dengan memakai berbagai treatment dan filter baik itu mekanis atau biologis dalam wadah terkontrol, air limbah budidaya yang seharusnya dibuang bisa dimanfaatkan kembali. Hal ini pastinya akan sangat menghemat waktu, biaya dan juga air yang dipakai untuk proses pergantian air.

Dalam media budidaya, pakan yang tak termakan dan sisa feses akan terakumulasi di perairan dalam bentuk amoniak. Jumlah akumulasi amoniak yang besar di dalam perairan ini pastinya berbahaya untuk biota yang hidup di dalamnya dan harus segera dihilangkan dengan cara rutin melaksanakan pergantian air. Tetapi apabila dilihat dari kacamata lingkungan, pastinya hal ini adalah salah satu bentuk pemborosan sumber daya air. Di Negara maju seperti Norwegia, sudah memakai sistem resirkulasi dalam proses budidaya untuk menghemat pemborosan sumber daya air, yang lebih dikenal dengan nama Resirculating Aquaculture System (RAS). Manfaat penerapan teknologi RAS ini memang sangat besar untuk pelaku budidaya salah satunya yaitu menghemat pemakaian air bersih yang pastinya akan mengurangi cost produksi dan dalam skala besar mampu mengurangi efek pemanasan global.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto di Jakarta baru-baru ini menjelaskan bahwa teknologi RAS sudah berhasil diadopsi dan dikembangkan di Indonesia dengan model dan perangkat prasarana yang lebih murah oleh tim Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Minahasa, Sulawesi Utara. Beliau menjelaskan filter fisika, filter biologi, sinar UV ataupun generator oksigen bisa dimanfaatkan untuk mengkontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan, mengurangi jumlah pemakaian air dan meningkatkan kelulushidupan ikan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Fernando, Kepala BPBAT Tatelu menuturkan bahwa prinsip dasar RAS di seluruh dunia hampir sama yaitu dengan memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air supaya tetap pada kondisi prima. RAS yang dikembangkan pada BPBAT Tatelu sudah mengalami modifikasi sesuai kondisi yang ada salah satunya dengan memakai peralatan yang berasal dari dalam negeri. Biaya instalasi RAS yang dikembangkan oleh BPBAT tatelu hanya memakan Biaya tidak lebih dari 80 juta rupiah. Biaya ini meliputi pembelian peralatan, seperti generator 02, tangki filter, venturi, blower, ultraciolet dan material lainnya yang diperkirakan memiliki umur pemakaian 6 tahun. Nilai ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan sistem instalasi RAS impor yang biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah per unit instalasi.

Peningkatan Produksi Benih
Pemanfaatan teknologi RAS ini tak hanya bisa mengurangi cost produksi budidaya, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas dan jumlah produksi benih ikan budidaya. Aliran air yang bersih bebas dari mikroorganisme dan kotoran dengan memanfaatkan berbagai filter bisa meningkatkan daya tetas telur dan jumlah benih hidup. Hal ini sudah dibuktikan oleh BPBAT Tatelu dalam produksi benih ikan Nila. Fernando mencontohkan, dengan penerapan teknologi RAS pada kolam ikan Nila, mampu meningkatkan produksi benih sampai 5.000 ekor/m2, padahal dengan teknologi konvensional hanya sekitar 5 ekor/m2.

Baca Juga:
Dengan Polybag Hasil Panen Budidaya Melon Melimpah, Mau Tau Caranya?
Kenalkan 5 Teknologi Baru Bidang Pertanian di Indonesia, Mau Tau?
Intip Kelebihan & Kelemahan Antara Kolam Beton Dengan Kolam Tanah

Artinya, dengan penerapan teknologi RAS mampu menggenjot produksi benih sampai 100%. Menilik banyaknya manfaat dari penerapan teknologi RAS ini, pada awal tahun 2017, sejumlah daerah di Indonesia mulai menerapkan teknologi RAS untuk meningkatkan produksi benih ikan, salah satunya yaitu Unit Pembenihan Perikanan (UPT) DKP Sulteng dan Balai Benih Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi NAD.

Kepala UPT DKP Sulteng, Dr. Saldiansyah Effendy S.Pi, M.Si di Kota Palu menjelaskan bahwa pihaknya sudah menginvestasikan dana sekitar 200 juta rupiah untuk menerapkan teknologi ini untuk produksi benih ikan nila. Diharapkan penerapan teknologi RAS ini bisa meningkatkan produksi benih ikan nila hingga 10% dari produksi tahun 2016.

Saldi menjelaskan bahwa sekarang ini pihaknya optimis mampu meningkatkan produksi benih ikan nila ntuk tahun 2017 ini menjadi 200.000 ekor/bulan, yang di tahun sebelumnya hanya mencapai sekitar 15.000-20.000ekor/bulan seperti yang sudah dilaksanakan BBAP Ujung Bate’e. Produksi benih ikan Nila sekarang ini sudah mencapai 500.000 ekor benih nila setiap bulannya di bak-bak pembenihan dengan kapasitas yang sama dengan UPT Pembenihan Perikanan Sulteng,

Bagaimana penerapan RAS?
Menurut garis besar penerapan teknologi RAS tak butuh wadah yang besar, sebab teknologi RAS cukup dilaksanakan pada bak-bak kecil berkapasitas 10 ton air. Beberapa treatment yang dilaksanakan untuk menerapkan teknologi RAS yaitu sebagai berikut:

Solid Removal
Tujuan ini adalah menghilangkan bahan-bahan padat yang mencemari perairan seperti sisa makanan, feses, ataupun limbah berbentuk lainnya yang mencemari kolam. Dalam tahap ini, bisa dilaksanakan penyaringan untuk menghilangkan limbah padat.

Biofiltration
Sesudah melaksanakan penyaringan pada bahan-bahan pencemar padat yang masih terlihat tersebut, di tahap ini kerjakan proses treatment untuk menghilangkan bahan pencemar yang tak terlihat seperti amonia. Amonia adalah gas pencemar di dalam perairan yang berbahaya bagi ikan. Salah satu cara untuk menghilangkan amonia yaitu dengan memakai filter biologi salah satunya yaitu melepaskan bakteri yang mampu merubah amonia menjadi nitrogen jadi aman dilepaskan ke lingkungan.

Dissolve gas control
Dan yang ini merupakan langkah terakhir, yaitu dengan menambah jumlah oksigen terlarut jadi air yang dilepaskan kaya akan oksigen terlarut yang baik untuk ikan budidaya. Sesudah melewati tahapan tersebut, air bisa dikembalikan lagi ke dalam kolam.

* Info lebih lengkap mengenai harga Waring Ikan silakan klik tautan berikut ini http://bit.ly/hargawaringikan

Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Waring Ikan atau Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp : 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3