Inilah Cara Tepat Budidaya Pisang Kepok

FotorhfgfiugsijfgsjfgCreated

Syarat Tumbuh
Pisang Kepok bisa tumbuh di lahan basah maupun lahan kering, namun pada lingkungan yang kering hasil buahnya tidak dapat dipastikan. Iklim yang sesuai untuk pertumbuhan pisang kepok yaitu iklim tropis yang cenderung basah serta lembab. curah hujan yang ideal untuk pisang memiliki curah hujan 1.520 sampai 3.800 mm per tahunnya. Curah hujan yang tinggi juga tidak baik bagi tanaman, karena apabila ada air yang menggenang maka akan merusak kualitas batang pisang.

Pemilihan bibit
Bibit berasal dari pemisahan pohon pisang. Anakan dipilih dari indukan yang memiliki sifat unggul serta produktif. Anakan yang baik ialah anakan dengan tinggi sekitar 41-100 cm serta terbebas dari hama penyakit. Bibit anakan yang telah dipisahkan harus segera ditanam. Ini dilakukan guna menghindarkan serangan hama penggerek serta kematian di kebun.

*Baca Juga : Cara Budidaya Cabai Merah Dengan Baik & Benar

Persiapan Lahan.
Lahan yang cocok untuk budidaya pisang kepok yaitu memiliki kandunagn unsur hara yang banyak, gembur, memiliki kadar pH tanah normal, serta terbebas dari hama. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman serta gulma, kemudian gemburkan tanah. Kemudian buat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm, sekitar 2 minggu hingga 1 bulan sebelum masa tanam. Tanah lapisan atas di pisah dengan tanah lapisan bawah. Penutupan lubang tanam dilakukan dengan memasukkan tanah lapisan bawah terlebih dahulu. Sebelum masuk masa tanam, lubang tanam diberi pupuk kandang sejumlah 10 kg/lubang. lalu diamkan selama 1-2 minggu.

Waktu Penanaman
Waktu penanaman pisang kepok bagusnya dilakukan pada awal musim hujan, supaya terhindar dari kekeringan pada awal pertumbuhan serta buah sudah siap dipanen pada saat masuk musim kemarau. untuk memperoleh produksi serta kualitas buah yang baik, penanaman pisang dilakukan 2 tahap (setahun 2 kali) dengan selisih penanaman 6 bulan. Penanaman pertama memakai jarak tanam yang lebar (misalnya 4 m x 4 m), lalu penanaman tahap kedua dilakukan diantara jarak tanam yang telah ditanam. Ini bermaksud supaya dapat mengatur waktu panen serta pembongkaran tanaman yang memungkinkan masih adanya panen karena penanaman yang tidak serempak.

Bila hujan telah turun dengan teratur, lakukan penanaman. Sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari agar bibit mendapatkan udara yang sejuk serta tidak langsung mendapatkan cahaya matahari. Lubang tanam yang telah ditimbun, digali seluas gumpalan tanah yang menutup media bibit pisang. Buka polybag bagian bawah, setelah itu bagian samping secara hati-hati. Letakkan bibit pisang kepok ini secara tegak lurus. Tutup lubang tanam dengan tanah galian serta tekan sedikit disamping tanah bekas polybag, selanjutnya siram bibit secukupnya. Jarak tanam sesuai dengan jenis Kepok serta Tanduk menggunakan jarak tanam 3 m x 3 m atau 3 m x 3,5 m.

Pemberian pupuk tambahan
Pemberian pupuk di kebun menggunakan pupuk kandang sebanyak 10 kg/lubang tanam yang telah dicampur dengan tanah bekas galian lubang. Pemberian selanjutnya dilakukan pada saat tanaman berumur 3 serta 6 bulan, dengan cara menaburkannya di sekitar tanaman, dengan dosis 0,5 kg/tanaman.

2Pemangkasan
Pemangkasan daun kering bermaksud guna menghindari penyebaran penyakit pada pohon pisang, mencegah daun kering menutupi anakan pisang, serta melindungi buah dari gesekan daun. Pada saat pembungaan, sisakan 6-8 daun sehat agar perkembangan buah menjadi maksimal. Sesudah pemangkasan bunga jantan, sebaiknya tidak melakukan pemangkasan daun lagi. Daun bekas pemangkasan dari tanaman sakit dikumpulkan serta dibakar.

Perawatan Tandan
Perawatan tandan dilakukan dengan membersihkan daun di sekitar tandan, terutama daun yang telah kering. Kemudian singkirkan buah pisang yang tidak bagus, selalu periksa apakah ada hama yang perusak, Lalu potong bunga jantan supaya buah yang berada di atasnya dapat tumbuh dengan baik. Buah juga perlu dibungkus/dikerodong dengan kantong plastik warna biru ukuran 1 meter x 45 cm. Ini dilakukan guna menghindarkan buah dari kerusakan oleh serangga serta karena gesekan daun. Setelah dibungkus, tandan yang mempunyai masa pembuahan yang sama dapat diberi tanda (misalnya dengan tali rafia warna yang sama). Ini berguna untuk menentukan waktu panen yang tepat, sehingga umur serta ukuran buah dapat seragam.

*Baca Juga : Inilah Hama Tanaman Hidroponik

Hama serta penyakit
Selalu periksa kondisi pohon serta buah pisang kepok dari serangan hama sera penyakit. Beberapa penyakit utama yang dapat menurunkan kualitas serta kuantitas produksi tanaman pisang kepok, diantaranya ialah penyakit layu (layu fusarium serta layu bakteri), bercak daun (Black serta Yellow Sigatoka, penyakit yang disebabkan virus terutama virus kerdil pisang (Banana Bunchy Top Virus/BBTV). Sedangkan hama yang banyak ditemukan ialah ulat penggulung daun (Erionata thrax L.), Penggerek bonggol (Cosmopolites sordidus Germar), Penggerek batang (Odoiporus longicolis (Oliv), thrips (Chaetanaphotrips signipennis) serta burik pada buah (Nacolea
octasema).

Panen
Pemanenan ditentukan oleh umur serta bentuk buah. Daun yang telah kering merupakan ciri utama pemanenan sudah bisa dilakukan. Usia buah yang sudah siap dipanen berkisar dari 90-100 hari. Saat memanen buah pisang, usahakan tidak merusak kondisi buah karena jika rusak, kualitas serta harga jualnya nanti akan berkurang. Buah pisang bisa bertahan selama 8-10 hari setelah masa panen.

Selamat mencoba….

Advertisements

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s