Langkah Tepat Budidaya Wortel Supaya Hasil Panen Melimpah

fgggsdfgdfh

Siapa yang tidak mengenal wortel?? Wortel (Daucus carrota L.) merupakan
tumbuhan jenis sayuran yang dimanfaatkan umbinya. wortel memiliki umbi yang
berwarna jingga atau oranye terang. Wortel memiliki rasa yang gurih, renyah
serta agak manis. Wortel juga merupakan sumber vitamin A, vitamin B, Serta
vitamin C yang baik untuk kesehatan tubuh.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan wortel seperti tanah, suhu, curah hujan,
kelembaban, dan intensitas penyinaran matahari. Tanah yang cocok untuk
budidaya wortel merupakan tanah yang gembur yang memiliki banyak kandungan
unsur hara serta mempunyai kadar pH tanah berkisar antara 5.5 – 6.5.
Suhu yang optimal untuk pertumbuhan wortel adalah 15.6 – 21.1 °C dengan
Kelembaban udara yang cocok bagi pertumbuhan wortel ialah 80 -90 %. Hal – hal yang perlu dilakukan dalam budidaya tanaman wortel ialah:

*Baca Juga : Cara Paling Jitu Meningkatkan Produktivitas Tanaman Padi

Memilih Benih
Bibit wortel yang akan dipilih harus memenuhi syarat seperti tanaman tumbuh
subur dan kuat, berasal dari varietas unggul, murni dengan daya kecambahnya
tinggi ,berasal dari jenis yang berumur pendek, bentuknya seragam, bebas dari
hama dan penyakit (sehat), dan berproduksi tinggi.
Gosok benih wortel dengan kedua telapak tangan agar benih satu dan lainnya
tidak saling menempel.
Kemudian rendam benih wortel dalam air dingin selama 12 -24 jam atau dalam
air hangat (60 °C) selama 15 menit. Untuk mempercepat proses perkecambahannya.

Persiapan Lahan Budidaya Wortel
Lahan untuk menanam wortel harus dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih
40 cm terlebih dahulu. Kedalaman ini sangat penting mengingat tanaman wortel
akan dipanen umbinya. Tanah yang didigunakan untuk menanam wortel harus
gembur agar wortel tumbuh dengan sempurna.
Setelah tanah digemburkan, selanjutnya buat bedengan dengan ukuran lebar 120
-150 cm, tinggi 30-40 cm, sedangkan jarak antar bedengan adalah 50-60 cm
serta panjang tergantung pada keadaan lahan.
Saat membuat bedengan, campurkan pula pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai
pupuk dasar. Dosis pemberian pupuk sebanyak 15-20 ton per hektar. Jumlah
tepatnya sesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.
Buat larikan pada permukaan bedengan untuk menaburkan benih. Jarak antar
larikan 20 cm dengan kedalaman sekitar 5 cm.

Penanaman benih
Benih wortel dapat ditanam secara langsung, tanpa tahap penyemaian terlebih dahulu. Kebutuhan benih untuk budidaya wortel kurang lebih sebanyak 3-5 kg per hektar.
Benih wortel berasal dari biji, bentuknya kecil-kecil serta cenderung menempel
karena mempunyai serabut seperti bulu pada permukaannya. Maka dari itu
sebelum ditaburkan gosok-gosokkan terlebih dahulu dengan telapak tangan agar
benih tidak saling menempel. Atau, campurkan abu pada benih tersebut.
Taburkan benih diatas larikan kemudian tutup dengan tanah. Apabila tanahnya
kering, maka siram sedikit untuk menjaga kelembabannya. Tanaman wortel akan tumbuh setelah 10 hari.

Pemeliharaan Tanaman
Tanaman wortel memerlukan air yang memadai pada fase awal pertumbuhannya, sehingga perlu disiram  secara konsisten yaitu 1 -2 kali sehari, terutama pada musim kemarau. Jenis pupuk yang digunakan pada pemupukan susulan ialah jenis urea atau ZA. Dosis pupuk yang digunakan adalah urea 100 kg/ha atau ZA 200 kg/ha. Waktu pemberian pupuk susulan dapat dilakukan pada saat tanaman wortel berumur 1 bulan. Cara pemupukan yang baik yaitu dengan menyebarkan secara merata dalam alur-alur atau dimasukkan ke dalam lubang pupuk (tugal) sedalam 5-10 cm dari batang wortel, kemudian tutup dengan tanah serta disiram atau diairi hingga agak basah.
Lakukan penyiangan dengan membersihkan gulma atau tanaman penggangu di
sekitar tanaman wortel.

*Baca Juga : Langkah Tepat Budidaya Bawang Merah Agar Hasil Lebih Optimal

Hama dan Penyakit Tanaman
Hama yang sering menyerang tanaman wortel ialah Ulat tanah (Agrotis ipsilon
Hufn.), Kutu daun (Aphid, Aphis spp.), Lalat atau magot (Psila rosae).
Sedangkan Penyakit yang sering menyerang tanaman wortel merupakan Bercak daun
Cercospora, Nematoda bintil akar, Busuk alternaria. Pengendalian secara
kimiawi bisa dilakukan menggunakan insektisida Furadan 3 G atau Indofuran 3 G
pada waktu tanam atau disemprot dengan menggunakan Hostathion 40 EC dan
lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

Panen
Wortel dapat dipanen setelah berumur 100 hari tergantung dari varietasnya. Pemanenan tidak boleh terlambat karena umbi akan semakin mengeras (berkayu) jika
melebihi masa panen. Cara pemanenan wortel yaitu dengan cara mencabut seluruh
tanaman beserta umbinya. Pemanenan wortel dapat dilakukan pagi hari agar
dapat segera dipasarkan. Saat memanen wortel usahakan tidak merusak kondisi
wortel, karena dapat menurunkan kualitas serta harga jualnya nanti.

Selamat mencoba….

Advertisements

Langkah Tepat Cara Budidaya Ubi Jalar Supaya Hasil Lebih Optimal

ubi jalar

Siapa yang tidak mengenal ubi jalar??. Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) Merupakan sejenis tanaman budidaya yang dimanfaatkan  akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi serta daunnya yang masih muda dapat diolah menjadi sayur.Bahkan di beberapa wilayah di Indonesia, ubi jalar sudah menjadi makanan pokok pengganti nasi.

Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab. Di Indonesia sendiri, budidaya ubi jalar mencapai produktivitasnya yang paling optimal bila ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter. Suhu ideal bagi tanaman ini adalah 21-27 Celcius dengan dengan curah hujan sedang serta penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari. Berikut merupakan langkah-langkah untuk budidaya ubi jalar agar hasil panen menjadi optimal.

*Baca Juga : Cara Mudah Budidaya Sawi Hidroponik Supaya Hasil Panen Lebih Optimal

Penyiapan bibit ubi jalar
Bibit biasanya didapat dengan cara stek batang. Tanaman yang cocok untuk dijadikan bibit stek diambil dari tanaman yang berumur minimal 2 bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Caranya, potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm. Pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang. Buang sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh. Perbanyakan dengan cara stek batang secara terus menerus dapat menurunkan kualitas tanaman. Maka perbanyakan dengan stek hanya dianjurkan untuk 3-5 generasi penanaman.

Pengolahan lahan untuk budidaya ubi jalar
Tanah yang cocok untuk budidaya ubi jalar ialah tanah yang gembur dengan pH tanah berkisar antara 5,5-7,5 serta memiliki drainase yang baik. Sebelum menanam ubi jalar, hendaknya tanah dibajak atau dicangkul agar tanah menjadi gembur. Kemudian buat bedengan setinggi 30-40 cm dengan lebar bedangan 60-100 cm serta jarak antar bedengan 40-60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan lahan.

Penanaman ubi jalar
Bibit ubi jalar ditanam pada bedengan.Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dengan jarak antar baris 40 cm.
Di awal pertumbuhan usahakan jaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman setiap pagi serta sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman bisa dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh, yang dicirikan dengan keluarnya daun baru.

Pemeliharaan dan perawatan
lakukan penyiraman jika tanah benar-benar kering atau hujan tidak turun selama 3 minggu, karena ubi jalar tahan terhadap kekeringan. Periksa keseluruhan tanaman,jika ada tanaman ubi yang mati atau tidak tumbuh secara optimal segera lakukan penyulaman. Pada umur 4 minggu setelah tanam, lakukan pembongkaran tanah di kiri dan kanan tanaman, radius 10 dari tanaman. Hal ini dimaksudkan supaya akar tanaman tidak menjalar kemana-mana sehingga umbi terkonsentrasi pada jalur penanaman. Lakukan penyiangan untuk membersihkan rumput liar atau gulma yang mengganggu pertumbuhan ubi jalar. Lakukan penertiban akar untuk menghasilkan umbi jalar yang besar serta berkualitas baik. Penertiban dilakukan dengan cara menarik batang tanaman agar akar yang tumbuh pada ruas ruas batang tidak menjadi umbi. Ini dilakukan agar pembentukan umbi terfokus pada pangkal batang sehingga menghasilkan umbi yang besar serta berkualitas

*Baca Juga : Cara Jitu Budidaya Singkong Supaya Hasil Menjadi Melimpah

Pemanenan ubi jalar
Ubi jalar bisa dipanen pada umur 3,5-4 bulan. Jangan memanen ubi jalar pada saat hujan karena akan membuat umbi menjadi busuk.
Umbi diambil dari dalam tanah dengan mengeruk tanah sekitar batang tempat umbi ubi jalar berada.Jika memanen menggunakan cangkul, pastikan tidak merusak umbi ubi jalar karena akan menurunkan kualitas serta harga jualnya nanti.
Setelah dipanen, ubi jalar dicuci dan disortir kemudian masukkan dalam karung/waring sayur lalu simpan ditempat kering sebelum dijual ke pasar .

Selamat mencoba…

Cara Mudah Budidaya Kentang Dengan Hasil Maksimal

budidaya kentang

Kentang atau (Solanum tuberosum L) merupakan tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dikonsumsi serta disebut “kentang”. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa meskipun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.Kentang cocok ditanam daerah tropis khususnya di dataran tinggi.Untuk mendapat panen yang banyak hasilnya, berikut adalah cara penanaman kentang yang baik.

*Baca Juga : Tips jitu Agar Tanaman Cepat Berbuah Lebat 

Syarat pertumbuhan Kentang                                                                                                          -Sangat cocok tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian antara 1.600 hingga 3.000 meter diatas permukaan laut.
-Ph tanah harus netral berkisar antara 5 hingga 6 jika kurang dari 5, maka tanah harus dilakukan pengapuran.
– Iklim
Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90%.
– Media tanam
Tanah harus gembur, banyak mengandung bahan organik.serta tidak tercemar.

Pembibitan Kentang
– Umbi bibit dapat berasal dari umbi produksi yang berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, serta varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas serta hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.
– Jika membeli bibit (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu dengan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

Pengolahan lahan tanaman Kentang
-Cangkul tanah pada lahan yang akan di tanami kentang agar tanah menjadi gembur.
-Buat bedengan dengan tinggi 30 cm dan lebar 70 cm,panjang di di sesuaikan dengan lahan.
-Beri jarak antar bedengan kurang lebih 40 cm.
-Buat lubang tanam di atas bedengan dengan jarak antar lubang kira-kira 20 cm hingga 25 cm.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan 20 hari sekali.Pemupukan bisa menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dan pupuk anorganik yang dapat anda peroleh seperti urea(200 kg/ha), SP 36(200 kg/ha) serta KCT(75 kg/ha).

*Baca Juga : Budidaya Selada Di Pekarangan Rumah Ternyata Mudah

Penyiangan
Yaitu membersihkan sekitar lahan tanaman kentang dari gulma dan rumput liar.Penyiangan dilakukan 2 kali dalam masa penanaman.

Panen
Kentang bisa dipanen setelah berumur berkisar antara 150-190 hari.Kentang yang siap dipanen mempunyai ciri-ciri seperti:

– Biasanya daunnya berwarna kekuningan
– Batang tanaman juga kekuningan
– Kulit umbi akan lekat dengan daging umbi
– Kulit tidak cepat mengelupas

Itu tadi cara menanam kentang dan perawatan kentang agar hasil maksimal.Selamat mencoba…