Budidaya Bawang Merah

Bawang Merah merupakan salah satu komoditas rempah-rempah yang paling dicari dan dibutuhkan oleh semua masyarakat di Indonesia. Kebutuhan bawang merah tiap tahun semakin meningkat ditunjang dengan kebutuhan bawang merah untuk berbagai olahan makanan. Pada awal tahun 90an Indonesia merupakan salah satu pengekspor bawang merah, namun sekarang menjadi salah satu pengimpor bawang merah terbesar di dunia.

ciputranews_1403838143

Berikut kami jelaskan beberapa cara menanam bawang merah dengan benar di bawah ini :

• Persiapan Yang Harus Di Lakukan Dalam Budidaya Bawang Merah

– Benih Bawang Merah
Varietas benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak. Ada benih lokal untuk benih hibrida impor. Ada bentuk benih biji, ada juga bentuk umbi. Sebagian besar budidaya bawang merah di sentra menggunakan produksi bibit umbi.

– Pemilihan Benih
Biji bawang yang baik adalah benih yang telah disimpan selama 2-3 bulan. dan berasal dari tanaman yang dipanen pada umur 70-90 hari. Karena pada usia yang digunakan sebagai umbi bibit memiliki titik tumbuh akar. Umbi bibit juga akan berasal dari tanaman yang sehat dengan ciri-ciri, terlihat cerah, segar, tidak mengerut, dan tidak ada warna hitam adalah tanda dari penyakit yang disebabkan jamur.

Jangan menggunakan lampu yang terlalu kecil untuk benih. karena biji kecil akan membuat pertumbuhan tanaman yang jelek dan hasil sedikit. Umbinya juga harus ukuran seragam, tidak ada luka, atau tidak merobek kulit.
Sebelum ditanam, akhir potongan umbi pertama sekitar 1/3 % bagian panjang umbi. Kulit luar yang kering biji dan akar sisa-sisa dibuang.

Tujuannya agar pertumbuhan umbi merata, merangsang pertumbuhan tunas dan pertumbuhan tanaman itu sendiri. dan merangsang sisi pertumbuhan akar, dan mendorong pembentukan anakan. Untuk mencegah pembusukan, sebelum ditanam, memotong luka di umbi harus dikeringkan terlebih dahulu. Sedang untuk memperkirakan jumlah bibit, untuk satu hektar dibutuhkan sekitar 600-800 kg benih.

– Tahap Penanaman
Untuk menghasilkan umbi dengan baik kuantitas dan kualitas, teknik penanaman yang tepat diperlukan waktu tanam, pemilihan bibit, persiapan tanah, teknik penanaman, penyiraman, penyiangan, mengolah tanah, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

– Waktu Tanam
Waktu yang ideal untuk menanam bawang merah adalah di musim kemarau. Namun karena pertumbuhan membutuhkan banyak air, maka harus dilengkapi dengan sistem irigasi yang baik. sehingga tanaman tidak kekurangan air dan juga tidak becek.

Penanaman dilakukan ketika cuaca cerah, Penanaman tidak dilakukan selama masa transisi atau perubahan musim. karena sering terjadi angin saat kering. Dampak angin kering akan membuat daun tanaman rusak dan ujung daun terbakar. Pada saat berkabut juga tidak baik untuk pertumbuhan bawang merah. karena udara berkabut mungkin menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh janiur.

– Persiapan Dan Pengolahan Tanah
Tujuan pengolahan adalah untuk melonggarkan tanah atau menggemburkan tanah. menghilangkan gulma, dan menciptakan sistem penyerapan air. Pengolahan dilakukan sebelum proses penanaman. Caranya dengan melonggarkan atau menggemburkan tanah menggunakan cangkul, bajak, atau traktor jika lahan yang akan ditanam cukup luas.

Selanjutnya, membuat tempat saluran irigasi dengan menempatkan parit antara jarak tanggul atau bedengan. Fungsi parit adalah sebagai alat aliran air dan tempat untuk membuang air yang berlebihan. Lentang tanggul 100-120 cm lebar tanggul atau bedengan. parit berukuran sedang dengan kedalaman sekitar 30-35 cm lebar 30¬40 cm. Untuk bedengan panjang dan parit panjang tentu saja disesuaikan dengan luas lahan.

Menjelang penanaman, tepatnya seminggu sebelumnya. tanah persemaian harus diberikan pupuk dasar, yaitu pupuk kandang atau kompos dan diratakan. Tepat satu hari sebelum proses penanaman lahan irigasi cukup siap untuk tanam.

– Proses Penanaman Bawang Merah
Untuk menanam bawang merah, Tanggul yang telah disiapkan di lubangi kecil-kecil dengan kedalaman kurang lebih sama dengan bibit yang akan ditanam jarak sekitar 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. Selanjutnya, umbi bibit dimasukkan ke dalam lubang dengan menempatkan ujung di sisi atas.

Jangan menanam benih terlalu dalam, karena itu membuat kerusakan (membusuk). Ujung Umbi harus ditutup sedikit ke tanah, karena jika tanah penutup terlalu tebal akan dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah proses ini selesai penanaman disiram pada tiap jalur – jalur bedeng atau tanggul yang sudah di tanami.

– Penyiraman Dan Penyiangan Bawang
Tanaman bawang merah harus disiram setiap hari sampai daun pertama tumbuh. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu di pagi dan sore hari. Penyiraman baru bisa dilakukan sekali sehari jika tanaman bawang 50 hari.
Ketika menyiram tanaman bawang merah tidak boleh terlalu basah. karena hasilnya bisa menjadi tanah padat dan gangguan pertumbuhan tanaman. serta terjadinya pembusukan.

Bawang merah juga harus disiangi untuk menyingkirkan semua gulma. Penyiangan dan mencabut gulma dengan tangan atau alat-alat lain harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman bawang merah.

Selama pertumbuhan bawang merah. Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Penyiangan pertama saat tanaman masih berusia 2-4 minggu. menjadi penyiangan kedua dilakukan saat tanaman berumur 5-6 minggu. Untuk frekuensi penyiangan sendiri tergantung pada pertumbuhan gulma.

– Pemupukan
Pupuk untuk bawang dapat menggunakan pupuk alami atau buatan. Pemupukan dilakukan dalam dua tahap, yaitu sebelum tanam dan setelah penanaman. Pemupukan tahap pertama sering menggunakan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-15 ton per hektar.

Tujuan memberikan pupuk alami sebelum penanaman, sehingga struktur tanah tidak mudah mengembun. Selain itu, untuk menyuburkan tanah dan untuk meningkatkan kemampuan tanah untuk mengikat air. Sedang untuk pupuk tambahan diberikan dengan cara mengubur di tanah dengan jarak 10 cm dari tanaman atau tabur antara barisan tanaman.

– Pengendalian Hama Dan Penyakit
Jenis hama yang menyerang tanaman bawang merah adalah ngengat dan jamur. Tipe kedua hama ini menyebabkan ujung daun dipotong dan daun terkulai. Ulat media dapat merusak umbi disimpan di gudang. Pencegahan hama dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida Bayrusil 250 EC atau Azodrin 15 WSC. Dosis: 2 ml / I air.

Untuk penyakit yang menyerang tanaman bawang merah adalah tempat ungu yang disebabkan oleh jamur. Terlihat gejala penyakit ini adalah adanya bercak putih pada daun abu-abu yang kemudian berubah menjadi cokelat dan kering. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan penyemprotan tanaman bawang merah menggunakan Difolatan 4F.

– Proses Panen
Karakteristik tanaman bawang merah yang sudah layak untuk dipanen setelah batang lemah atau runtuh. Hal ini biasanya terjadi pada penanaman setelah 60 sampai 90 hari, tetapi itu semua tergantung pada bidang media. Kemudian karakteristik lainnya adalah bentuk bulat yang hampir sempurna, beberapa sudah terlihat di permukaan tanah. umbi sudah berwarna merah gelap atau keunguan bawang merah dan bau khasnya.

waring-sayur-bungkus-bawang-merah

Setelah di panen bawang merah harus di jemur dibawah sinar matahari selama seminggu atau dua minggu, sehingga buah tahan lama. Setelah bawang siap kemudian disimpan dalam karung jerat dengan suhu sekitar 30-33 ° C.

 

Baca juga Cara Budidaya Kentang 

 

 

Advertisements

Tips Budidaya Tanaman Tomat

tomat2

Banyak hal yang butuh di perhatikan dalam budidaya tanaman tomat yaitu ketentuan tumbuh tanaman tomat. Ketentuan tumbuh tanaman tomat mencakup : iklim serta tanah.

1. Iklim

Iklim

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum) dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi ataupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat bisa tumbuh baik di dataran tinggi (kurang lebih

m 700 m dpi), dataran medium (200 m – 700 m dpi), serta dataran rendah (kurang dari 200 m dpl). Faktor temperatur bisa memengaruhi warna buah. Pada temperatur tinggi (diatas 32°C) warna buah tomat condong kuning, sedang pada temperatur tdk tetap warna buah condong tak rata. Temperatur ideal dan berpengaruh baik pada warna buah tomat yaitu pada 24°C – 28°C yang biasanya merah rata. Kondisi temperatur serta kelembapan yang tinggi, punya pengaruh kurang baik pada perkembangan, produksi serta kwalitas buah tomat. kelembapan yang relatip dibutuhkan untuk tanaman tomat yaitu 80%. Tanaman tomat membutuhkan intensitas sinar matahari sekurang–kurangya 10-12 jam sehari-hari (Sastrahidayat. 1992).

2. Tanah

Tanah

Tanaman tomat adalah tanaman yang dapat tumbuh disegala tempat, dari daerah dataran rendah hingga daerah dataran tinggi (pegunungan) untuk perkembangan yang baik, tanaman tomat memerlukan tanah yang gembur, kandungan keasaman pH diantaranya 5-6, tanah sedikit memiliki kandungan pasir, serta banyak terkandung humus, dan pengairan yang literature
serta cukup mulai tanam hingga tanaman dari mulai panen.

Berdasar pada type pertumbuhannya, tanaman tomat dibedakan atas type determinate serta indeterminate. Tanaman tomat bertipe determinate memiliki pola perkembangan batang dengan cara vertikal yang terbatas serta disudahi dengan perkembangan organ vegetatif (akar, batang daun), sedang tomat bertipe indeterminate memiliki kekuatan untuk selalu tumbuh serta tandan bunga tak ada pada tiap-tiap buku dan pada ujung tanaman selalu ada pucuk muda.

Bunga tanaman tomat berjenis dua dengan lima buah kelopak berwarna hijau berbulu serta dua buah daun mahkota (Tugiyono Hery, 2002). Pembuahan berlangsung 96 jam sesudah penyerbukan serta buah masak 45 hari hingga 50 hari sesudah pembuahan. Persentase penyerbukan sendiri pada tanaman tomat yaitu 95% – 100%.

Langkah Budidaya Tanaman Tomat
♦ Persemaiaan Benih Tomat

Persemaiaan Benih Tomat

Benih tomat martha mesti disemai dahulu sebelumnya ditanam. Persemaian dikerjakan di dalam kotak pesemaian (tray), media persemaian yaitu kombinasi tanah, arang sekam, serta pupuk kandang kuda dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Benih ditanamkan dalam kotak pesemaian (tray), benih dipelihara sampai usia 25-30 hari sesudah semai. Syarat-syarat langkah proses pesemaian yang baik yaitu :
a. Yang disemaikan umumnya tanaman yang lemah, tak kuat bila segera ditanam ditempat yang tetap
b. Tempat menyemai berbentuk bedengan spesial, di beri atap peneduh (paranet) untuk menghindar curahan hujan jangan pernah mengakibatkan kerusakan benih yang masihlah lemah.
c. Tempat pesemaian mesti aman dari masalah binatang
d. Penyiraman dikerjakan dengan memakai Hand Sprayer.
e. Baiknya tanaman baru dipindahkan ke tempat penanamannya di lega sesudah cukup kuat
f. Sebaiknya jika bibit terlebih dulu dipindahkan ke polibag, menanti waktu ditanam ditempat penanamannya.

♦ Pemrosesan Tanah

Pemrosesan Tanah

Pemrosesan tanah untuk tanaman tomat yaitu mencakup pembersihan tempat pembajakan atau pencangkulan serta pembuatan bedengan. Untuk memperoleh hasil yang baik dengan maksud :
a. Akar sisi tanaman yang ada pada tanah bisa tumbuh lebih prima.
b. Rumput liar bisa dikendalikan tumbuhnya.
c. Peredaran hawa lebih gampang serta luas, hingga mengakibatkan beberapa zat makanan didalam tanah bisa lebih sempurna
d. Air yang terlalu berlebih dapatb gampang meresap atau menguap.
e. Akar-akar tanaman bisa menembus tanah lebih gampang serta dalam.

♦ Pemupukan

Pemupukan

Pemupukan dibedakan jadi 2 jenis yaitu : pemupukan Organik serta Non Organik.
Pemberian pupuk organik (pupuk kandang) diberikan lewat cara diratakan di atas tanah bedengan. Pupuk kandang terkecuali bisa melakukan perbaikan karakter biologis tanah dapat juga melakukan perbaikan karakter kimia serta fisik tanah, pupuk kandang juga butuh diberikan pada tanaman sayuran yang banyak konsumsi nitrogen hingga nitrogen begitu memastikan kuantita dikonsumsi pada fase vegetatif. Pemberian pupuk non organik SP 36, ZA, Kcl dengan perbandingan 1 : 1 : ½ berperan untuk penyanter tanaman vegetatif. Langkah pemupukan dengan meratakan di atas bedengan dengan jarak per 1 m serta diberikan 100 g.

♦ Penanaman

Penanaman Dengan Polybag

Jika tempat telah siap, jadi bibit bisa selekasnya ditanam. Yang butuh di perhatikan dalam penanaman yaitu saat tanam serta jarak tanam. Saat tanam terkait erat dengan iklim. Ada tanaman yang pas ditanam di musim penghujan, sedang Jarak tanam sesuai dengan morfologi tanaman serta tingkat kesuburan tanahnya. Mengatur jarak tanam bermakna berikan ruangan lingkup hidup yang sama/rata untuk tiap-tiap tanaman. Dengan mengatur jarak tanam ini bakal didapat barisan-barisan tanaman yang teratur hingga gampang dalam lakukan pengelolaan tanaman setelah itu.

Bibit yang telah siap tanam dicabut dipersemaian beserta akarnya bila bibit datang dari persemaian plastik atau tray 25-30 hari sesudah semai bibit segera ditanam pada lubang tanam dengan jarak 70×60 cm, Pada saat penanaman bibit diupayakan tanaman tomat tak menyentuh tanah, supaya tanaman tak membusuk serta terserang penyakit akibat kotoran dikarenakan oleh tanah, waktu yang paling pas untuk penanaman tomat yaitu 2-4 minggu sebelumnya hujan paling akhir. Penanaman dikerjakan pada sore hari supaya tanaman tak layu serta bisa menyesuaikan pada tempat yang ditanami.

♦ Pemeliharaan
• Penyiraman

Penyiraman tanaman sayuran banyak memerlukan air seperti tanaman tomat, sayuran daun memiliki kandungan ± saat penyiraman yang baik adalah pada sore hari butuh di ketahui kalau maksud penyiraman yaitu :
a. Menukar air yang telah banyak menguap pada siang hari ;
b. Kembalikan kemampuan tanaman pada keadan tanaman pada malam hari ;
c. Menambahkan pada tanaman yang kekurangan air.

Penyiraman sebaiknya dikerjakan dengan hati–hati, serta diupayakan tak atau jangan pernah tentang daun lantaran tanaman bakal gampang menanggung derita penyakit seperti virus. Penyiraman yang dikerjakan penyusun memakai alat berbentuk selang serta dikerjakan pada sore hari dengan maksud kurangi penguapan.

• Penyulaman
Bibit tomat yang baru ditanam, baik lewat persemaian ataupun segera ditanam tak semua bisa tumbuh serta bertahan jadi tanaman dewasa sebagian salah satunya tentu ada yang mati satu diantara langkah mengatasinya yaitu lakukan penyulaman, langkahnya waktu tomat berusia 7–14 hari sesudah tanaman kerjakan pergantian bibit yang mati dengan bibit yang baru serta di ambil dari bibit terdahulu atau bibit yang ditanam dengan selang saat 7–14 hari dari pertama penyemaian. Bila dalam 3 mingu sesudah tanam masihlah diketemukan bibit yang mati tak perlu lagi dikerjakan penyulaman, sebab penyulaman pada usia lebih, dari 3 minggu bakal membuahkan tanaman yang perkembangan serta usia panennya tak seragam hingga bakal menyusahkan penanaman.

• Penyiangan/Pembumbunan
Penyiangan mesti dikerjakan pada saat terlihat kalau sudah tumbuh gulma yang mengganggu perkembangan tanaman. Umumnya proses penyiangan diimbangi dengan pembumbunan tanah di sekitaran tanaman. Penyiangan bisa dikerjakan 2 atau 3 kali atau sesuai sama keadaan lega. penyiangan dikerjakan lewat cara dicabut memakai tangan serta yang susah dicabut memakai cangkul atau kored.

• Pemupukan
Pupuk umumnya diberikan sebagai pupuk basic atau pupuk susulan. Bisa diberikan pada tanah atau melalui daun atau sisi tanaman lain. Sebagai pupuk basic dapat dipakai pupuk kandang atau kompos. Pupuk susulan berbentuk pupuk NPK yang didapatkan 2 – 3 kali sepanjang pertumbuhannya lewat cara ditugal kan pada tiap-tiap tanaman. NPK 15-15-15 sejumlah dosis 2 gr/tanaman.

• Pemangkasan
Tanaman yang berbentuk perdu atau pohon biasanya butuh pemangkasan. Pemangkasan ini ditujukan diantaranya untuk membuat pohon, kurangi daun, mempercepat pembuahan, meremajakan tanaman, dan sebagainya.

Maksud membuat pohon yaitu supaya bisa berbunga atau berproduksi lebih banya. Pengurangan daun ditujukan untuk memperoleh hasil assimilasi bersih yang optimum. Dengan pemangkasan juga bisa saja mempercepat sistem pembuahan. Namun adakalanya pemangkasan dikerjakan untuk peremajaan tanaman (rejuvenilisasi).

Pada umumnya pemangkasan dikerjakan dengan memotong cabang/ranting yang tumbuhnya tak pas, memotong tunas-tunas air, atau memotong ranting-ranting yang terkena penyakit. Pemangkasan yang penulis kerjakan tiap-tiap satu minggu sekali sepanjang pertumbuhannya, setiap pohon cuma ditinggalkan sua cabang serta semasing cabang dilewatkan tumbuh semasing tiga tandan, serta buah yang dilewatkan semasing tandan disisakan 5 buah yang dipelihara supaya membuahkan buah yang besar.

• Pengikatan
Pengikatan pohon ditujukan untuk hindari tanaman tomat rubuh ketika berbuah serta agar tanaman tomat itu bisa tumbuh tegak

• Ingindalian hama serta penyakit
A. Hama
1. Ulat buah (Hiliothis armigera)
Ulat ini menyerang tomat yang masihlah muda hingga buah telah tua terlihat berlubang–lubang serta umumnya busuk lantaran infeksi, ulat ini bisa dibrantas denagn inteksida.

2. Nematoda (Helodogyama sP)
Cacing ini mengakibatkan akar–akar tomat berbintil–bintil, umumnya cuma muncul pada tanah–tanah enteng yang sangat asam (PH 4 – 5). Pemberantasan dengan nematisida.

3. Lalat buah (Dacus durcalis)
Lalat ini biasanya menyerang lewat cara menyuntikan telur–telurnya dalam kulit buah tomat, serta telur itu bakal jadi larva yang menggerogoti buah tomat dari dalam sehinga buah itu jadi busuk serta rontok. Lalat buah bisa dikendalikan lewat cara menyemprotkan inteksida systemik mulai sejak buah berusia 1 minggu.

4. Kutu putih (Pseu dococus SP)
Kutu putih menyerang tomat lewat cara mengisap cairan daun. Hama ini dapat mambawa penyakit embun jelaga. Mengakibatkan daun jadi keriting serta bunga/buah alami kerontokan pemberontakan pakai insektisida.

B. Penyakit
1. Blossom and Root (busuk ujung buah)
Umumnya menyerang buah tomat baik yang masihlah muda ataupun yang telah tua. Penyakit dikarenakan oleh kekurangan unsur hara mikro Ca kalsium. Pembarantasnya dengan penyebaran kapur dolomit. pemupukan yang berimbangan pengairan rata penyemprotan CaCl2 pada semua permukaan daun dengan frekwensi 5–7 hari sekali sejumlah 0, 1%.

2. Layu furasium
Umumnya menyerang buah tomat baik yang masihlah muda di dataran tinggi yang mempunyai kelembapan tinggi dimusim hujan. Langkah yang bisa menghindar serangan penyakit layu furasium, seperti berikut :
Kerjakan pemupukan yang berimbang
a. Tentukan serta tanam bibit yang tahan pada semua penyakit
b. Tentukan tempat penanaman yang berdrainse cukup baik.
c. Tentukan daerah yang bersikulasi hawa lancar
d. Tentukan tempat penanaman yang memperoleh cahaya matahari penuh.
e. Tentukan tanaman yang masihlah sehat.
f. Rendam bibit kedalam larutan benomil 0, 1% sebelumnya penanaman.

3. Bacterial will (layu bakteri)
Umumnya menyerang tanaman tomat yang tumbuh didaerah dataran rendah dengan suhu serta kelembapan yang tinggi penyakit ini dikarenakan oleh bakteri psedomonas penyakit ini bisa dikendalikan dengan menggunakan Agrep 20 wp atau agromicin 15/1, 5 wp.

4. Penyakit busuk buah
Umumnya dikarenakan oleh cendawan Collectroticum SP. Hindari serangan penyakit ini lewat cara pemangkasan yang teratur, melindungi kelembapan kebun, serta melindungi saniatasi tanah. Penyakit ini bisa dihindari serta diberantas dengan memakai bubur Bordeaux 1-3%, alcohol 50WP, Prekiur N, prukit PR 10/56 WP, ridomil serta antracol.

Panen serta Pasca Panen
Panen buah tomat di panen pertama kalinya pada usia 90 hari mulai sejak geser tanam. Lantas sepanjang 3–5 hari sekali hingga buah habis, buah tomat yang bakal di pasarkan dalam jarak jauh baiknya dipanen pada tingkat paket 75%, saat buah marih hijau atau kira–kira 5– hari lagi jadi merah, sedang untuk jarak dekat tingkat kemasakan 90% yaitu saat buah berwarna kuning kemerah – merahan.

Baca Juga Budidaya Tanaman Wortel dan Pemanfaatan Waring Dalam Peternakan Ikan Lele

Pemanfaatan Waring Dalam Peternakan Ikan Lele

Waring banyak digunakan dalam proses budidaya ikan lele. Beragam fungsi mulai dari penutup kolam, dasar kolam, sampai kepada fungsi yang digunakan saat melakukan panen.

Waring pada penggunaan seperti gambar di atas adalah waring yang berfungsi sebagai penahan hama, terutama hama dari atas (dari sampah pepohonan). Untuk mencapai ukuran yang seperti diinginkan, waring dengan lebar 1.2 meter harus di jahit sedemikian rupa hingga dapat menutupi area seperti yang diinginkan.

Ada juga jaring-jaring lain yang digunakan sebaga penahan hama, ini biasanya disebut dengan paranet. Ini bentuknya seperti samak (tikar tempat duduk) berbahan pelastik. Ini juga dapat digunakan sebagai penutup hama / sampah dari pepohonan atau apapun yang asalnya dari atas.

Waring atau jaring juga dapat digunakan sebagai jaring yang digunakan saat panen. Ini sangat membantu petani lele saat panen, karena sangat memudahkan dalam penangkapan. Tidak perlu nangkap satu-satu, sekali panen langsung angkat bersama-sama.

Begitu juga seperti gambar diatas ini, bagaimana ke-dua petani ini sedang melakukan panen lele, dengan cara mengangkat waringnya secara bersama-sama.

Kami (LIM CORPORATION) menjual WARING IKAN. WARING IKAN sering dipakai dalam keramba ikan atau ada yang menggunakannya sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman masuk.

Tersedia WARING IKAN benang single merk Arwana ukuran 120 cm x 100 m, dan WARING IKAN benang double RK ukuran 120 cm x 100 m. WARING IKAN ini berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya.

Dan untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami (LIM CORPORATION) :
– SMS / Call  : 0877 0282 1277

Budidaya Tanaman Wortel

cara-menanam-wortel-baik-bagus-benar.jpg

Budidaya & Trik Menanam Wortel – Wortel yang biasa ditemui sebagai sayuran pelengkap dalam menciptakan sop nyatanya sangat banyak manfaat yg terkandung didalamnya. Terkecuali Vitamin A yg baik buat kesehatan mata, wortel ini dapat juga mengurangi kadar kolesterol dalam darah & pula memperlancar buang air gede sebab kandungan serat dalam wortel akan menaikkan volume feses sampai 25%.

Wortel ini ialah tumbuhan biennial atau siklus hidup 12 – 24 bulan yang menaruh karbohidrat dalam jumlah yg banyak buat tumbuh berbunga terhadap tahun ke-2. Batang bunga bakal tumbuh setinggi kira kira 1 meter, dengan bunga berwarna putih. Wortel yaitu tanaman yg cuma bakal tumbuh kepada dataran tinggi. tanaman ini membutuhkan lingkungan tumbuh dengan suhu hawa yg dingin & lembab. Buat pertumbuhan & produksi umbi dibutuhkan suhu hawa optimal antara 15,6 sampai 21,1 derajat C. Suhu hawa yg terlampaui tinggi atau panas amat sering menyebabkan umbi kecil-kecil & berwarna pucat/kusam. kalau suhu hawa terlampaui rendah, sehingga umbi yg terbentuk jadi panjang mungil.

Petunjuk Teknis Budidaya Wortel & Trick Menanam Wortel
♦ Pembibitan
Wortel diperbanyak secara generatif bersama bijinya. Biji atau benih wortel ini akan dibeli ditoko-toko media produksi pertanian yg terdekat, namun dapat pula dgn membenihkan sendiri, terutama jenis/varietas wortel lokal & non hibrida.
Utk pembenihan wortel lokal mampu mengikuti tahapan berikut ini ;

a. Pilihlah tanaman wortel yg umurnya telah pass lanjut umur ± 3 bln, tumbuh subur & serta sehat. cabut tanaman wortel pilihannya tadi, kemudian amati umbi-nya, Umbi wortel yg baik & sehat jadikan pohon indukan, wujud umbi normal, tak cacat, warna kulit mengkilap kuning/jingga pun halus.
b. Potong terhadap ujung umbi wortel maksimal sepertiga bagiannya, pangkas serta tangkai daun dgn daunnya, sisakan 10 centi meter yg lekat terhadap umbi.
c. Siapkan lahan buat pembibitan tanaman wortel dalam wujud bedengan-bedengan yg diolah dengan cara sempurna dikasih pupuk kandang dengan cara optimal.
d. Buatkan lubang tanam dgn sarana bantu cangkul bersama jarak tanam 40-60 centimeter x 40-60 centimeter.
e. Tanamkan umbi wortel terhadap lubang sarana tanam yg telah dibuat, padatkan serta tanahnya dengan cara perlahan-lahan sampai menutup sektor leher batang.
f. Utk alur-alur dangkal disepanjang barisan tanaman wortel ± 5 senti meter dari batang.
g. Melaksanakan pemberian pupuk buatan berupa campuran ZA + SP + KCL (1 : 2 : 2) jumlahnya 10 gr/bibit tanaman, seterusnya pupuk tersebut ditutup dgn tanah tipis.
h. Pelihara bibit wortel selagi ± 3 bln, sampai membuahkan tangkai buah & biji dalam jumlah tidak sedikit.
i. Petiklah tangkai buah wortel yg telah sepuh atau kering, dulu jemur sampai kering buat diambil bijinya.

♦ Teknik Penyemaian Benih
Biji wortel ditaburkan dengan cara serta-merta di fasilitas tanam, akan jugga disebarkan dengan cara merata disetiap bedengan atau dgn dicicir memanjang dalam barisan. Jarak antara barisan paling tak 15 senti meter, setelah itu kalau telah tumbuh bakal dilakukan penjarangan maka tanaman wortel itu berjarak 3-5 centimeter satu sama yang lain. Keperluan benih atau bibit tiap-tiap are-nya antara 150-200 gr. Utk Biji wortel kebanyakan dapat sejak mulai berkecambah sesudah berusia 8-12 hri.

♦ Pengolahan Fasilitas Tanam
Perdana tanah dicangkul sedalam kurang lebih 40 senti meter, & dikasih pupuk kandang atau kompos sejumlah 15 ton tiap-tiap hektarnya. Setelah Itu dibuatkan bedengan-bedengan selebar 100 – 150 senti meter, tinggi 30-40 centimeter, jarak antar bedengan 50-60 centimeter & panjang tergantung terhadap kondisi lahan.

♦ Trick Menanam Wortel
tips penanaman benih wortel dgn lewat tahapan juga sebagai berikut :
a. Sebarkan (taburkan) benih wortel dengan cara merata dalam alur-alur/garitan-garitan yg sedia.
b. Tutup benih wortel bersama tanah slim sedalam nol,5-1 centimeter.
c. Untuk alur-alur dangkal sejauh 5 centi meter dari ruang benih arah barisan (memanjang) buat meletakkan pupuk basic. Type pupuk yg diberikan ialah campuran TSP ± 400 kg (± 200 kg P2 O5/ha) bersama KCl 150 kg (± 75 kg K2O/ha).
d. Sebarkan pupuk tersebut dengan cara merata, setelah itu tutup bersama tanah tidak tebal.
e. Tutup tiap garitan (alur) bersama dedaunan kering atau pelepah daun pisang selagi 7-10 hri utk mencegah hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran) air sekaligus berfungsi menjaga kestabilan kelembaban tanah. Sesudah benih wortel tumbuh di permukaan tanah, penutup tadi langsung di buka kembali.

♦ Pemeliharaan Tanaman Wortel
Jalankan penjarangan antara tanaman wortel yg satu bersama yang lain. ini dilakukan kepada dikala tanaman berusia 1 bln sesudah periode tanam. Tujuannya yakni utk meraih tanaman wortel segera tumbuh & subur, maka di inginkan hasil panen memuaskan. Melaksanakan pembersihan pada Rumput-rumput liar atau gulma yg tumbuh di sekitar tanaman. Rumput liar yg tumbuh dalam parit serta dibersihkan supaya tak jadi sarang hama ataupun penyakit. Tanah di kurang lebih barisan tanaman wortel digemburkan, seterusnya ditimbunkan kebagian pangkal batang wortel supaya nanti umbinya tertutup oleh tanah.

♦ Pemanenan Wortel
Ciri-ciri tanaman wortel telah bakal dipanen yakni juga sebagai berikut :
1. Tanaman wortel yg sudah berusia ± 3 bln sejak sebar benih atau tergantung varietasnya. Varietas Ideal dipanen terhadap usia 100 hingga 120 hri sesudah tanam.
2. Ukuran umbi sudah maksimal & tak terlampaui lanjut umur. Panen yg terlampaui sepuh atau terlambat panen ini bisa menyebabkan umbi jadi keras & berkatu, maka mutu wortel jadi rendah atau tak laku dijual. Begitu serta utk panen terlampaui awal cuma dapat membuahkan umbi berukuran mungil, maka produksi wortel jadi turun.

Utk Trick panen wortel ini relatif enteng, adalah dgn mencabut seluruhnya tanaman dgn umbi-umbinya. Tanaman yg baik & dipelihara dengan cara intensif akan membuahkan umbi antara 20-30 ton/hektar.

Budidaya Tanaman Cabai

PM 999-600x600

Seperti yang kita ketahui selama ini, cabai merah merupakan komoditi bernilai ekonomis yang tinggi, namun harus di barengi dengan pengetahuan yang tepat dalam menanam cabai merah ini, terutama dalam cara yang baik dalam budidaya. Pun juga harus cerdik dalam menyiasati pasar, agar pas panen harga tidak anjlok, yang membuat kita merugi.

Tanaman cabai pada dasarnya tanaman yang mudah tumbuh diberbagai daerah dan kondisi tanah seperti apapun namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Harus dipahami sebelum menanam cabai, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman cabai ini.

Apa Syarat Tumbuh Tanaman Cabai?
Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi syarat tumbuhnya tanaman cabai, antara lain:
1. Tanaman cabai harus ditanama pada tanah yang gembur dan subur, untuk itu lakukan pengolahan lahan dengan baik.
2. PH tanah harus berkisar antara 6,5 – 6,8.
3. Ketersedian air sangat dipentingkan, karena tumbuhan ini sangat membutuhkan air, baik sebagai pelarut unsur ahra ataupun digunakan dalam proses fotosintesis dan proses respirasi.
4. Tanaman ini cocok ditanam pada daerah yang memiliki curah hujan yang cukup. artinya tidak berlebih dan tidak kurang.

Proses Penanaman Cabai
Persiapan Lahan.
Siapkan lahan terlebih dahulu, kemudian lakukan proses pembajakan. Pembajakan bertujuan untuk menggemburkan tanah, sehingga proses pengolahan lahan selanjutnya bisa berjalan dengan baik. Selanjutnya buatlah bedengan, sedangkan ukurannya bisa menggunakan lebar 100 hingga 120 cm, tinggi bedengan berkisar antara 50 hingga 70 cm. Dan lebar parit bisa sekitar 40-50 cm.

Kemudian lakukan pupuk dasar dengan pemberian pupuk kompos organik sebanyak 40-50 ton/ha dengan bertujuan untuk memenuhi unsur hara dalam tanah sebelum tanam. Penggunaan mulsa tidaklah diwajibkan, namun sangat disarankan, karena dengan menggunakan mulsa hitam perak dapat menguntungkan dalam berbagai hal. Info selengkapnya tentang manfaat mulsa plastik hitam perak untuk budidaya tanaman silahkan klik disini.

Pembibitan dan Penanaman Cabai
Buatlah media semai dengan komposisi 21 liter tanah dengan 10-15 pupuk kandang, gunakan polybag kecil sebagai wadah media, lakukan penyemaian pada media tersebut. Pemeliharaan bibit dilakukan dengan membungka sungkup ditiap pagi jam 07.00 hingga jam 10.00, kemudian ditutup lagi hingga sore hari sekitar jam 15.00 hingga 17.00. Ketika bibit berumur 5 hari buka sungkup sepenuhnya.

Penyiraman dilakukan seminimal mungkin dan jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi, gunakan pestisida nabati untuk melakukan Pengendalian kemungkinan ada hama di umur muda itu.
Lakukan Pemindahan bibit semai ketika sudah keluar daun sejati sebanyak 4 helai, pindahkan secara hati-hati.

Pemeliharaan Tanaman Cabai
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan hingga umur tanaman cabai mencapai 3 minggu, jangan lakukan penyulaman hingga terlalu tua, hal ini akan menyebabkan tanaman tidak sama atau tidak seragam.

2. Pengikatan Tanaman
Pengikatan tanaman bertujuan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman kuat dan kekar ketika diterpa angin, selain itu ini juga dilakukan untuk menjaga kelembaban saat tanaman tumbuh dewasa. Dilakukan hingga cabang utama terbentuk yang ditandai dengan munculnya bunga pertama. Untuk mengikat tanaman biasa menggunakan rafia, atau lebih baik menggunakan tali gawar atau tali salaran. Karena dengan menggunakan tali salaran akan lebih menghemat biaya, tali tidak mudah rusak, lebih ulet dan awet dalam segala cuaca.
Informasi selengkapnya tentang tali gawar/tali salaran silahkan klik disini.

3. Sanitasi Lahan
Sanitasi lahan dilakukan dengan beberapa tahap, diantaranya adalah, pengendalian hama/gulma, melakukan pengendalian air ketika musim hujan tiba sehingga genangan air dapat dialirkan, ketika tanaman cabai terkena penyakit maka lakukan sanitasi dan kendalikan hama sedetil mungkin.

4. Pengairan
Pengairan diberikan secara teratur dan terukur, dengan dilakukan penggenangan atau pengeleban hanya seminggu sekali jika tidak adahujan. Dan yang perlu menjadi catatan penggenangan dilakukan hanya 1/3 dari dalamnya bedengan.

Pemupukan Tanaman Cabai
1. Pupuk Akar
Dilakukan dengan cara pengocoran dengan beberapa aplikasi, diantaranya :
Umur 15 hari setelah tanam (HST) dengan menggunakan pupuk organik dengan dosis disesuaikan dengan jenis pupuk organik yang digunakan. Kemudian pupuk juga diberikan pada umur 46 hari setelah masa tanam dengan menggandakan dosis yang diberikkan pada tahap awal.
Dan setelah itu, pada umur 76 hari setelah masa tanam, dengan menambah dosis pupuk pada tahap kedua.

2. Pupuk Daun
Pupuk daun pada tanaman cabai bisa menggunakan POC atau pupuk organik cair, Pupuk ini langsung disemprotkan ke daun, Pupuk ini bertujuan untuk menyuburkan daun, dan mempermudah proses fotosintetis jika daun tanaman subur dan rindang.

Pengendalian Hama Pada Tanaman Cabai
Pengendalian hama dilakukan dengan cara PHT, yang paling penting adalah mengenali jenis Hama dan Penyakit yang terjadi pada tanaman, dan lakukan tindakan yang cepat dengan melakukan pengendalian terkontrol

Proses Pemanenan Tanaman Cabai
Proses pemanenan tanamanam cabai merah sangat mudah sekali, namun yang harus diperhatikan adalah tanaman cabai bisa dilakukan pada saat tanaman berusia 90 hingga 120 hari setelah masa tanam. dan yang perlu diperhatikan adalah persentase masak tanaman atau cabai adalah berkisar antara 80-90 persen masak.

jual-waring-sayur-unt-lain-lain-1508602

Untuk memudahkan pengepakan dan pengangkutan dan mencegah agar cabai tidak mudah busuk/rusak sebaiknya gunakan karung jaring (waring sayur). Untuk kebutuhan waring sayur (waring merah dan waring kuning) silahkan hubungi kami sms/call: 08123.258.4950 – 0877.0282.1277 – 0852.3392.5564.
Baca juga Jual Waring Sayur Harga Murah.

Pengertian Waring

Waring adalah merupakan anyaman yang dibuat dari bahan plastik. Secara umum berdasarkan penggunaannya waring dibedakan menjadi dua macam, yakni waring sayur & waring ikan.

jual-waring-sayur-unt-lain-lain-1508602

1. WARING SAYUR

Sesuai namanya waring sayur ini digunakan untuk membungkus/mengepak sayur atau hasil pertanian & perkebunan, misalnya kol, cabai (lombok), wortel, tomat, dll. Mengapa menggunakan waring sayur, kok tidak menggunakan karung seperti beras? Karena waring sayur memiliki kerapatan anyaman yang sangat longgar, pori-porinya lebar, sirkulasi udara bisa terjaga dengan baik. Sehingga sayur yang dikemas dalam waring bisa lebih awet, tahan lama, dan tidak mudah membusuk.

Ada beberapa pilihan warna waring sayur di pasaran, yakni waring kuning, waring merah, waring ungu, waring orange, dan waring hijau. Warna waring sayur disesuaikan dengan warna jenis sayurnya, misalnya waring untuk cabai biasanya warna merah, waring untuk kol biasanya warna hijau, dst.

Berikut beberapa ukuran waring sayur yang tersedia pada kami:
Ukuran waring sayur yang tersedia saat ini:
Waring Sayur Warna Kuning
– 46×72 cm
– 50×80 cm
– 60×100 cm

Waring Sayur Warna Merah
– 50×75 cm
– 55×80 cm
– 55×85 cm
– 55×95 cm
– 60×90 cm
– 60×100 cm
– 80×120 cm
– 90×120 cm

Waring Sayur Warna Ungu
– 60×100 cm

Catatan:
*** Waring sayur merk MULYANA
*** Minimal order waring sayur sebanyak 5.000 lembar (5 ball, 1 ball = 1000 lembar)

2. WARING IKAN

Waring ikan biasa digunakan untuk keramba ikan atau sebagai pagar pada tambak ikan, yang berfungsi agar ikan tidak melompat/keluar dari area tambak. Waring ikan biasanya berwarna hitam, ada anyaman yang tersususn dari satu benang (single) & ada juga waring ikan dengan benang ganda (double).
Waring ini juga sering digunakan sebagai pagar di bidang pertanian dan juga perkebunan sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman agar tidak bisa masuk ke lahan.

waring ikan merk arwana (2)

Tersedia waring ikan merk ARWANA dengan spesifikasi sebagai berikut:
– ukuran 120 cm x 100 meter
– benang satu (single)
– berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya
– 1 ball = 10 roll
– berat sekitar 80 kg/ball
– minimal order 1 ball (10 roll)

Untuk informasi harga waring sayur & harga waring ikan silahkan hubungi kami:
– SMS / Call: 0812 3258 4950 | 0852 3392 5564 | 0877 0282 1277
– Email: limcorporation2009@gmail.com
– Phone: 031-8830487

 

Cara Budidaya Ikan Nila Dengan Menggunakan Waring Ikan

1. Kolam
Jenis kolam yang umum dipergunakan untuk budidaya ikan nila antara lain seperti :
Kolam pemeliharaan induk. Kolam ini berfungsi sebagai kolam pemijahan. Kolam sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 20-22 derajat C, kedalaman air 40-60 cm, dasar kolam sebaiknya berpasir.

Kolam pemeliharaan benih atau kolam pendederan. Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan atau ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.

Kolam pembesaran. Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Ada kalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, seperti:

Kolam pembesaran tahap pertama berfungsi untuk memelihara benih ikan selepas dari kolam pendederan. Kolam ini sebaiknya berjumlah antara 2-4 buah dengan luas maksimum 250-500 meter persegi/kolam. Pembesaran tahap pertama ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab benih ukuran ini memerlukan ruang yang luas. Setelah benih menjadi gelondongan kecil maka benih memasuki pembesaran tahap kedua atau langsung dijual kepada pera Petani.

Kolam pembesaran tahap kedua berfungsi untuk memelihara benih gelondongan besar. Kolam dapat berupa kolam tanah atau sawah. Keramba apung juga dapat digunakan dengan mata jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran pembesaran tahap kedua sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.

Kolam pembesaran tahap ketiga berfungsi untuk membesarkan benih. Diperlukan kolam tanah antara 80-100 cm dengan luas 500-2.000 meter persegi.

Pembesaran ikan nila dapat pula dilakukan di jaring apung, berupa Hapa berukuran 1 x 2 m sampai 2 x 3 m dengan kedalaman 75-100 cm. Ukuran hapa dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain itu sawah yang sedang diberokan dapat dipergunakan pula untuk pemijahan dan pemeliharaan benih ikan nila. Sebelum digunakan petak sawah diperdalam dahulu agar dapat menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1- 1,5 m dengan kedalaman 60-75 cm.

2. Peralatan

Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan nila diantaranya adalah: jala, waring ikan, hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg),cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan nila antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segi empat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).

3. Persiapan Media

Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dan lain sebagainya. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan yaitu :

Pengeringan kolam selama beberapa hari. Lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi.

Pemupukan dengan Pupuk Organik Nasa yang berupa TON + Pupuk makro, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi.

B. Pembibitan

1. Pemilihan Bibit dan Induk

Ciri-ciri induk bibit nila yang unggul adalah sebagai berikut :
1. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.
2. Pertumbuhannya sangat cepat.
3. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
4. Resisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
5. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.

Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 120-180 gram lebih per ekor dan berumur sekitar 4-5 bulan. Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:

a. Betina
– Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
– Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
– Warna perut lebih putih.
– Warna dagu putih.

Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.

b. Jantan
– Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
– Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
– Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.
– Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.
– Jika perut distriping mengeluarkan cairan.

Ikan nila sangat mudah kawin silang dan bertelur secara liar. Akibatnya, kepadatan kolam meningkat. Disamping itu, ikan nila yang sedang beranak lambat pertumbuhan sehingga diperlukan waktu yang lebih lama agar dicapai ukuran untuk dikonsumsi yang diharapkan. Untuk mengatasi kekurangan ikan nila di atas, maka dikembang metode kultur tunggal kelamin (monoseks). Dalam metode ini benih jantan saja yang dipelihara karena ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat daripada ikan nila betina.

Ada beberapa cara untuk memproduksi benih ikan nila jantan yaitu :
1. Secara manual (dipilih)
2. Sistem hibridisasi antarjenis tertentu
3. Merangsang perubahan seks dengan hormon
4. Teknik penggunaan hormon seks jantan ada dua cara.
5. Perendaman
6. Perlakuan hormon melalui pakan

2. Pembenihan dan Pemeliharaan Benih

Pada usaha pembenihan, kegiatan yang dilakukan adalah :

– Memelihara dan memijahkan induk ikan untuk menghasilkan anak ikan.
– Memelihara anak ikan (mendeder) untuk menghasilkan benih ikan yang lebih besar.

Usaha pembenihan biasanya menghasilkan benih yang berbeda-beda ukurannya. Hal ini berkaitan dengan lamanya pemeliharaan benih. Benih ikan nila yang baru lepas dan mulut induknya disebut “benih kebul”. Benih yang berumur 2-3 minggu setelah menetas disebut benih kecil, yang disebut juga putihan (Jawa Barat). Ukurannya 3-5 cm. Selanjutnya benih kecil dipelihara di kolam lain atau di sawah. Setelah dipelihara selama 3-1 minggu akan dihasilkan benih berukuran 6 cm dengan berat 8-10 gram/ekor. Benih ini disebut gelondongan kecil. Benih nila merah. Berumur 2-3 minggu, ukurannya ± 5 cm. Gelondongan kecil dipelihara di tempat lain lagi selama 1- 1,5 bulan. Pada umur ini panjang benih telah mencapai 10-12 cm dengan berat 15-20 gram. Benih ini disebut gelondongan besar.

3. Pemeliharaan Pembesaran

Dua minggu sebelum dipergunakan kolam harus dipersiapkan. Dasar kolam dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan dan dicangkul sambil diratakan. Tanggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai terjadi kebocoran. Saluran air diperbaiki agar jalan air lancar. Dipasang saringan pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Dan untuk selanjutnya adalah :

a. Pemupukan

Pemupukan dengan jenis pupuk organik, anorganik (Urea dan TSP), serta kapur. Cara pemupukan dan dosis yang diterapkan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh dinas perikanan daerah setempat, sesuai dengan tingkat kesuburan di tiap daerah. Beberapa hari sebelum penebaran benih ikan, kolam harus dipersiapkan dahulu. Pematang dan pintu air kolam diperbaiki, kemudian dasar kolam dicangkul dan diratakan. Setelah itu, dasar kolam ditaburi kapur sebanyak 100-150 kg/ha. Pengapuran berfungsi untuk menaikkan nilai pH kolam menjadi 7,0-8,0 dan juga dapat mencegah serangan penyakit.

Selanjutnya kolam diberi pupuk organik Nasa yang berupa TON dengan di tambahkan Pupuk Urea dan TSP juga diberikan sebanyak 50 kg/ha. Urea dan TSP diberikan dengan dicampur terlebih dahulu dengan TON tadi lalu ditebarkan merata di dasar kolam. Selesai pemupukan kalam diairi sedalam 10 cm dan dibiarkan 3-4 hari agar terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan kapur dengan tanah. Han kelima air kolam ditambah sampai menjadi sedalam 50 cm, lalu masukkan Produk Nasa yang berupa POC NASA kedalam kolam dan diamkan selama 2 hari 2 malam . Setelah itu, air kolam tersebut ditebari benih ikan nila. Pada saat itu fitoplankton mulai tumbuh yang ditandai dengan perubahan warna air kolam menjadi kuning kehijauan. Di dasar kolam juga mulai banyak terdapat organisme renik yang berupa kutu air, jentik-jentik serangga, cacing, anak-anak siput dan sebagainya. Selama pemeliharaan ikan, air kolam diatur sedalam 75- 100 cm.

b. Pemberian Pakan

Pemupukan kolam telah merangsang tumbuhnya fitoplankton, zooplankton, maupun binatang yang hidup di dasar, seperti cacing, siput, jentik-jentik nyamuk dan chironomus (cuk). Semua itu dapat menjadi makanan ikan nila. Untuk pakan tambahan bisa juga di tambahkan pakan buatan yang berupa pelet dengan ukuran kecil yang bisa di makan oleh bibit ikan tersebut.Jangan lupa di campurkan dengan produk nasa yang berupa Viterna + POC Nasa + Hormonik ke dalam pelet tersebut. Boleh juga diberi makan tumbuhan air seperti ganggeng (Hydrilla) dlsb.

c. Pemeliharaan Kolam/Tambak

Sistem dan intensitas pemeliharaan ikan nila tergantung pada tempat pemeliharaan dan input yang tersedia.Target produksi harus disesuaikan dengan permintaan pasar. Biasanya konsumen menghendaki jumlah dan ukuran ikan yang berbeda-beda. Intensitas usaha dibagi dalam tiga tingkat, yaitu :

a) Sistem ekstensif (teknologi sederhana)

Sistem ekstensif merupakan sistem pemeliharaan ikan yang belum berkembang. Input produksinya sangat sederhana. Biasanya dilakukan di kolam air tawar. Dapat pula dilakukan di sawah. Pengairan tergantung kepada musim hujan. Kolam yang digunakan biasanya kolam pekarangan yang sempit. Hasil ikannya hanya untuk konsumsi keluarga sendiri. Sistem pemeliharaannya secara polikultur. Sistem ini telah dipopulerkan di wilayah desa miskin.

Pemupukan tidak diterapkan secara khusus. Ikan diberi pakan berupa bahan makanan yang terbuang, seperti sisa-sisa dapur, limbah pertanian (dedak, bungkil kelapa dll.).

Perkiraan pemanenan tidak tentu. Ikan yang sudah agak besar dapat dipanen sewaktu-waktu. Hasil pemeliharaan sistem ekstensif sebenar cukup lumayan, karena pemanenannya bertahap. Untuk kolam herukuran 2 x 1 x 1 m ditebarkan benih ikan nila sebanyak 20 ruang berukuran 30 ekor. Setelah 2 bulan diambil 10 ekor, dipelihara 3 bulan kemudian beranak, demikian seterus. Total produksi sistem ini dapat mencapai 1.000 kg/ha/tahun 2 bln. Penggantian air kolam menggunakan air sumur. Penggantian dilakukan seminggu sekali.

b) Sistem semi-Intensif (teknologi madya)

Pemeliharaan semi-intensif dapat dilakukan di kolam, di tambak, di sawah, dan di jaring apung. Pemeliharaan ini biasanya digunakan untuk pendederan. Dalam sistem ini sudah dilakukan pemupukan dan pemberian pakan tambahan yang teratur.

Prasarana berupa saluran irigasi cukup baik sehingga kolam dapat berproduksi 2-3 kali per tahun. Selain itu, penggantian air juga dapat dilakukan secara rutin. Pemeliharaan ikan di sawah hanya membutuhkan waktu 2-2,5 bulan karena bersamaan dengan tanaman padi atau sebagai penyelang. OIeh karena itu, hasil ikan dan sawah ukurannya tak lebih dari 50 gr. Itu pun kalau benih yang dipelihara sudah berupa benih gelondongan besar.

Budi daya ikan nila secara semi-intensif di kolam dapat dilakukan secara monokultur maupun secara polikultur. Pada monokultur sebaiknya dipakai sistem tunggal kelamin. Hal mi karena nila jantan lebih cepat tumbuh dan ikan nila betina.

Usaha tani kangkung, genjer dan sayuran lainnya juga dapat dipelihara bersama ikan nila. Limbah sayuran menjadi pupuk dan pakan tambahan bagi ikan. Sedangkan lumpur yang kotor dan kolam ikan dapat menjadi pupuk bagi kebun sayuran.

c. Sistem intensif (teknologi maju)

Sistem pemeliharaan intensif adalah sistem pemeliharaan ikan paling modern. Produksi ikan tinggi sampai sangat tinggi disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Pemeliharaan dapat dilakukan di kolam atau tambak air payau dan pengairan yang baik. Pergantian air dapat dilakukan sesering mungkin sesuai dengan tingkat kepadatan ikan. Volume air yang diganti setiap hari sebanyak 20% atau bahkan lebih.

Pada usaha intensif, benih ikan nila yang dipelihara harus tunggal dain jantan saja. Pakan yang diberikan juga harus bermutu.

4. Pemanenan
Setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bulan, Ikan Nila dapat dipanen. Pada saat panen total ukuran ikan bervariasi di atas 50 gram/ ekor.

Sistem pemanenan dapat juga dilakukan secara bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Teknik memanen yang paling mudah dan murah dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.

Selama panen air segar perlu dialirkan ke dalam kolam untuk mencegah agar ikan tidak banyak yang mati. Ikan akan berkumpul di bak-bak (kubangan) penangkapan atau dalam saluran, kemudian diserok/ditangkap. Setelah panen selesai, kolam pemeliharaan dikeringkan dan dilakukan persiapan kembali untuk pemeliharaan berikutnya.

Kami (LIM CORPORATION) menjual WARING IKAN. WARING IKAN sering dipakai dalam keramba ikan atau ada yang menggunakannya sebagai pagar lahan untuk menghalangi hewan pengganggu / perusak tanaman masuk.

Tersedia WARING IKAN benang single merk Arwana ukuran 120 cm x 100 m, dan WARING IKAN benang double RK ukuran 120 cm x 100 m. WARING IKAN ini berwarna hitam dengan garis kuning di sisi pinggirnya.

Dan untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami (LIM CORPORATION) :
– SMS / Call : 0877 0282 1277